Hukum Merokok Dalam Persepektif islam

Hukum Merokok Dalam Persepektif islam

Merokok merupakan kebiasaan pria baik muslim maupun non muslim. Bahkan dikalangan masyarakat Indonesia rokok merupakan makanan pokok setiapa hari, karena kebayakan masyarakat sudah tercandu dengan rokok. Sebagai seorang muslim alangkah baiknya kita mengetahui hukum merokok sebenarnya dalam Islam, apakah diperbolehkan atau tidak? Karena pada zaman Rasulullah tidak ada yang namanaya rokok. Dalam masalah ini ulama banyak yang berbeda pendapat antara satu dengan yang lain tentang boleh tidaknya merokok. Sebagian disntara mereka ada yang mengatakan  makruh bahkan ada juga yang mengharamkan.
Bebrapa waktu yang silam, kita dikejutkan dengan salah satu organisasi yang tiba-tiba mengfatwakan bahwa merokok hukumnya Haram. Kurang mengerti dari mana fatwa ini kenapa dapat diputuskan, sebab sebuah fatwa harus menyeluruh dan tidak menimbulkan polemik dikalangan masyarakat. Namun satu hala yang pasti fatwa ini harus diluruskan dan diperjelas agar tidak menimbulkan pemahaman yang salah, sekaligus tepat sasaran.
Hukum yang benar : Hukum merokok dikalsifisikan sebagai berikut
1. Haram, jika dengan merokok dapat menimbulkan bahaya bagi para penggunanya
Karena dengan merokok dapat menjerumuskan kedalam kebinasaan, yaitu merusak seluruh system tubuh dan dapat menimbulkan penyakit kanker, paru-paru, jantung, gangguan impoten dan lain-lain, dari sinilah rokok haram untuk dikonsumsi.
2. Makruh, jika tidak menimbulkan bahaya apapun
Sebagian ulama berpendapat bahwa hukum merokok adalah makruh. Mereka beralasan karena dengan merokok akan menimbulkan bau tak sedap. Hukum ini diqiyaskan dengan makan bawang putih mentah yang menimbulkan bau tak sedap.
3. Wajib, apabila meninggalkanya akan menimbulkan bahaya

Keterangan : 
Tidak boleh menjual sesuatu yang tidak ada manfaatnya). Disampaikan oleh sebagian pendapat, diantranya adalah menjual rokok, karena rokok itu tidak ada manfaatnya, bahkan haram menggunakanya karena banyak bahaya yang ditimbulkan, namun pendapat ini adalah dloif. Begituoun yang berpendapat bahwa rokok itu mubah jiga dloif. Sedangkan kebanyakan ulama berpendapat hukum merokok adalah makruh, bahkan terkadang bisa mnejadi wajib, sebagaimana seorang yang diyakini akan mendapatkan bahaya ketika tidakmerokok. Dan maka karena itulah menjualnya juga sah. Namun terkadang merokok juga hukumnya haram, ketika harta yang untuk membeli rokok adalah harta yang diperuntukkan untuk untuk memberi nafkah kepada keluarganya, karena menafkahi keluarga lebih utama dibandingan membeli rokok, atau diyakini terdapat bahaya ketika ia merokok.

Demikianlah penjelasan tentang rokok yang saya ketahui, semoga penjelasan sedikit tentang rokok bisa bermanfaat dan mohon maaf bila ada atau bahkan banyak kesalahan..

Advertisement

Baca juga:

Blogger
Disqus
Pilih Sistem Komentar

No comments