6 Manfaat tahlil yang jarang diketahui

6 Manfaat tahlil yang jarang diketahui

Pengertian tahlil- Tahlil adalah mashdar dari hallala yuhallilu yang secara harfiah mempunyai makna: istadda artinya menjadi sangat, farikha artinya gembira, sabakha artinya mensucikan dan lailahaillallah yang artinya mengucapkan laailaahaillallah.

Menurut istilah adalah rangkaian bacaan yang meliputi bacaan beberapa ayat al-Quran, tasbih, tahmid, takbir, tahlil, shalawat dan bacaan-bacaan lain yang sudah tidak asing lagi bagi kebanyakan penduduk indonesia. Jadi dalam prespektif ilmu balaghoh, istilah tahlil dengan serangkaian bacaan-bacaan seperti di atas adalah termasuk majaz mursal yang ‘alaqohnya min ithlaqi juz wa urida bihi kul (menyebutkan sebagiannya saja tetapi yang dimaksudkan adalah seluruh rangkaian bacaan-bacaan tersebut).

Dari sekian makna harfiah di atas maka terlahirlah makna yang dimaksudkan dalam pengertian tahlil dalam kajian ini. Dengan demikian tahlil adalah bacaan laailahaillallah dengan disertai  bacaan-bacaan tertentu yang mengandung fadhilah dan pahala bacaannya disampaikan kepada mayit muslim.
Dalam bacaan tahlil yang ada, maka terdapat serangkaian ayat al-Quran dan kalimat thoyyibah sebagai berikut:

1. Surat al-Ikhlas
2. Surat al-Alaq
3. Surat an-Nas
4. Surat al-Fatikhah
5. Permulaan QS. a-Baqarah
6. Ayat kursi
7. Istighfar
8. Tahlil (laailaahaillallah)
9. Tasbih
10. Sholawat nabi
11. Doa yang diakhiri juga dengan surat al-Fatikhah

Asal-usul tahlil

Sebelum Islam masuk ke Indonesia, telah ada berbagai kepercayaan yang dianut oleh sebagian besar penduduk tanah air ini, diantara keyakinan-keyakinan yang mendominasi saat itu adalah animisme dan dinamisme. Diantara mereka meyakini nahwa arwah yang telah dicabut dari jazadnya akan gentayangan di sekitar rumah selama tujuh hari, kemudian setelahnya akan meninggalkan tempat tersebut dan akan kembali pada hari ke empatpuluh, hari ke seratus, hari ke seribu atau mereka-meraka meyakini bahwa arwah akan datang setiap tanggal dan bulan dimana dia meninggal ia akan kembali ke tempat tersebut, dan keyakinan seperti ini masih melekat kuat di hati kalangan awam di tanah air ini sampai hari ini.

Sehingga masyarakat pada saat itu ketakutan akan ganggguan arwah tersebut dan membacakan mantra-mantra sesuai keyakinan mereka. Setelah islam masuk di bawa oleh para ulama yang berdagang ke tanah air ini, mereka memandang bahwa ini adalah suatu kebiasaan yang menyelisih syari’at Islam, lalu mereka berusaha menghapusnya dengan perlahan, dengan cara memasukkan bacaan-bacaan berupa kalimat-kalimat thoyyibah sebagai pengganti mantra-mantra yang tidak dibenarkan menurut ajaran Islam dengan harapan supaya mereka bisa berubah sedikit demi sedikit dan meninggalkan acara tersebut menuju ajaran Islam yang murni dan benar.

Akan tetapi sebelum tujuan akhir ini terwujud, dan acara pembacaan kalimat-kalimat thoyyibah ini sudah menggantikan bacaan mantra-mantra yang tidak sesuai dengan ajaran islam, para ulama yang bertujuan baik ini meninggal dunia, sehingga datanglah generasi selanjutnya yang mereka ini tidak mengetahui tujuan generasi awal yang telah mengadakan acara tersebut dengan maksud untuk meninggalkannya secara perlahan. Perkembangan selanjutnya datanglah generasi setelah mereka dan demikian selanjutnya, kemudian pembacaan kalimat-kalimat thoyyibah ini mengalami banyak perubahan baik penambahan atau pengurangan dari generasi ke generasi, sehingga kita jumpai acara tahlilan di suatu daerah berbeda dengan prosesi tahlilan di tempat lain sampai hari ini.

Hadits diperbolehkannya tahlil

عَنْ أَبِي سَعِيْدٍ اْلخٌدْرِيِّ قَالَ رَسُوْلُ اللِه : لَا يَقْعُدُ قَوْمٌ يَذْكُرُوْنَ اللهَ عَزَّ وَجَلَّ إِلَّا حَفَّتْهُمُ اْلمَللَا ئِكَةُ وَغَشِيَتْهُمُ الَّرحْمَةُ وَنَزَلَتْ عَلَيْهِمُ 
 الَّسكِيْنَةُ وَذَكَرَهُمُ اللهُ فِيْمَنْ عِنْدَهُ (رواه مسلم, ٤٨٦٨)

“Dari Abi Sa’id al-Khudri, ia berkata, Rasullah SAW bersabda, “ Tidaklah berkumpul suatu kaum sambil berdzikir kepada Allah SWT kecuali mereka akan dikelilingi malaikat, dan Allah SAW akan memberikan rahmat-Nya kepada mereka, memberikan ketenangan hati dan memujinya di hadapan makhluk yang ada di sisi-Nya”. (HR.al-Muslim [4868]).

Manfaat Tahlil

Ritual tahlilan dan sejenisnya terbukti memberikan banyak manfaat, K.H. Muhyiddin Abdusshomed, pengasuh pondok pesantren Nurul Islam Jember, mengemukakan setidaknya ada enam manfaat dari ritual tahliltersebut.

1. Sebagai usaha bertaubat kepada Allah SWT untuk diri sendiri dan saudara yang telah meninggal dunia.

2. Mempererat tali persaudaraan antara sesama, baik yang masih hidup atau yang telah meninggal dunia. Sebab sejatinya ukhuwah islamiyah itu tidak terputus karena kematian.

3. Untuk mengingat bahwa akhir dari kehidupan dunia ini adalah kematian, yang setiap jiwa tidak akan terlewati.

4. Di tengah hiruk pikuk dunia, manusia yang selalu bergelut dengan materi tentu memerlukan dzikir. Tahlil adalah sebuah ritual yang bisa dikatakan sebagai majelis dzikir karena di dalamnya dibaca berbagai ayat al Quran.

5. Tahlilan sebagai salah satu media dakwah yang efektif di dalam penyebaran agama Islam. Di dalam tahlilan seseorang pasti membaca kalimat laailaahaillallah.

6. Sebagai manifestasi dari rasa cinta sekaligus penenang yang sedang dirundung duka cita.

Itulah beberapa manfaat tahlil yang perlu kita ketahui, ternyata besar juga manfaatnya baik itu bagi sendiri maupun orang yang sudah meninggal.

Advertisement

Baca juga:

Blogger
Disqus
Pilih Sistem Komentar

No comments