Cara Benar Mencuci Benda yang Terkena Najis

Cara Benar Mencuci Benda yang Terkena Najis

Najis adalah suatu benda yang harus dibersihkan ketika akan melakukan suatu ibadah. Karena kalau pakaian atau badan kita terkena najis maka ibadah kita tidak akan diterima oleh Allah SWT.

 Najis sendiri ada macam-macamnya, dan tata cara mensucikanya pun berbeda-beda. Banyak diantara kita yang masih awam mengenai tata cara mencuci benda yang terkena najis yang baik dan benar.

Untuk melakukan kaifiat mencuci benda yang terkena najis, maka baiklah diterangkan bahwa najis terbagi atas tiga bagian :


1. Najis mughallazhah (tebal), yaitu anjing. Kaifiat mencuci benda yang kena najis ini, hendaklah dibasuh tujuh kali, satu kali dari padanya hendaklah airnya dicampur dengan tanah. Sabda Rasulullah SAW
“Cara mencuci bejana seseorang dari kamu, apabila dijilat anjing hendaklah dibasuh tujuh kali, salah satunya hendaklah dicampur dengan tanah”. (HR. Muslim)

2. Najis mukhaffafah (enteng), seperti kencing anak laki-laki ynag belum makan makanan selain air sus ibu. Kaifiat mencuci benda yang terkena najis ini memadai dengan memercikan air atas benda itu meskipun tidak mengalir. Adap pun kencing anak perempuan yang belum makan selain air susu ibu, kaifiat mencucinya hendaklah dibasuh sampai air mengalir diatas benda yang kena najis itu, dan hilang zat najis dan sifat-sifatnya, mencuci air kencing orang dewasa.

Sebagaimana sabda Rasulullah SAW :
“Kencing kanak-kanak perempuan dibasuh dan kencing kanak-kanak laki-laki diperciki”. (HR Tirmidzi)

3. Najis mutawassithah (pertengahan), yaitu najis yang lain dari pada kedua macam yang tersebut diatas. Najis pertengahan ini terbagi atas dua bagian :

a. Najis hukmiah, yaitu yang kita yakini adanya tetapi tidak nyata zat, bau, rasa, dan warna, seperti kencing yang sudah lama kering, sehingga sifat-sifatnya telah hilang. Cara mencuci najis ini cukup dengan mengalirkan air diatas benda yang terkena itu.

b. Najis ‘ainiyah, yaitu najis yang masih ada zat, warna, rasa, dan baunya, terkecuali warna atau bau yang sangat sukar menghilangkannya, sifat ini dimaafkan. Cara mencuci najis ini hendaklah dengan menghilangkan zat, rasa, warna, dan baunya.

Itulah beberapa cara mengenai mencuci benda yang terkena najis, mulai dari najis yang berat sampai najis yang ringan. Semoga bermanfaat

Advertisement

Baca juga:

Blogger
Disqus
Pilih Sistem Komentar

No comments