Kewajiban Wanita dalam pandangan islam

Kewajiban Wanita dalam pandangan islam

Perkembangan agama dan kebudayaan sebelum Islam datang, nampaknya menunjukkan penindasan besar-besaran terhadap wanita. Masyarakat ellit Yunani menempatkan wanita dalam istana-istana. Sementara di kalangan bawah, wanita menjadi semacam komoditi yang diperjualbelikan dengan seenaknya oleh suami mereka.
Dalam peradaban romawi, wanita sepenuhnya dibawah kekuasaan ayahnya. Namun, setelah kawin kekuasaan itu pindah ke tangan suami mereka. Kekuasaan itu mencakup kewenangan menjual, megusir, menganiaya dan dan membunuh yang berlangsung hingga abad ke-6 Masehi. Sedangkan dalam ajaran Yahudi, martabat wanita sama dengan pembantu. Ayah berhak menjual anak wanitanya, apabila dia tidak mempunyai saudara laki-laki. Mereka menganggap wanita sebagai sumber laknat karena dialah yang menyebabkan Adam terusir dari surga. Demikian pula dengan ajaran Nasrani menyatakan bahwa wanita tidak memiliki ruh suci.  Namun, setelah datangnya Islam, kedudukan perempaun dinaikkan derajatnya. Seperti yang disebutkan dalam Al-Qur’an surat Al-Ahzab ayat 32, Allah Berfirman :
Yang artinya : “Hai isteri-isteri Nabi, kamu sekalian tidaklah seperti wanita yang lain, jika kamu bertakwa. Maka janganlah kamu tunduk dalam berbicara sehingga berkeinginanlah orang yang ada penyakit dalam hatinya dan ucapkanlah Perkataan yang baik.

Dari ayat tersebut sudah jelas, bahwa di mata Allah, laki-laki dan wanita itu sama. Karena mereka merupakan kelompok umat manusia yang satu. Atas dasar itu, maka dikeluarkanlah pertanggung jawaban syara serta dipersamakan haknya dan kewajiban atas mereka.
Islam telah memberikan hak-hak kepada perempuan seperti yang diberikan kepada laki-laki dan membebankan kewajiban-kewajiban kepadanya, sebagaimana yang dibebankan kepada laki-laki kecuali beberapa hal yang khas bagi perempuan dan laki-laki, karena adanya dalil-dalil syara.
Dalam hal ini yang termasuk kewajiban wanita diantaranya sebagai berikut:
a.    Islam mewajibkan kepada perempuan untuk mengemban dakwah dan menuntut ilmu pengetahuan yang menjadi keperluannya di dalam menjalankan tugas-tugas hidupnya.
b.    Islam mengijinkan melakukan jual beli (al-bai), sewa-menyewa (al-ijaroh) dan akad perwakilan (al-wakalah) selain itu, Islam juga melarang wanita untuk berdusta, menipu dan berkhianat sebagaimana diwajibkan atau diperbolehkannya serta dilarangnya semua itu atas laki-laki.
c.    Islam mewajibkan kepada kaum wanita untuk mengurus tugasnya ditengah-tengah keluarganya (rumah tangganya), dan mendidik anak-anak dengan pendidikan yang benar dari segala segi baik jasmani, akhlak maupun akalnya.
d.    Dari segi kewajiban pelaksanaannya, Islam juga mempersamakan berbagai kewajiban yang berkaitan dengan ibadah; seperti sholat, zakat, puasa dan haji. Sebagaimana firman Allah SWT Qur’an Surat An-Nuur ayat 56 :
yang artinya :  “Dan dirikanlah sembahyang, tunaikanlah zakat, dan taatlah kepada rasul, supaya kamu diberi rahmat.”
Ketentuan keagamaan juga berasal dari Tuhan; laki-laki dan perempuan mendapatkan pahala yang sama dalam melaksanakan kepatuhan kepada-Nya. Perempuan yang sedang menstruasi misalnya, akan mendapatkan pahala meninggalkan sholat sebagaimana ia juga berdosa jika melaksanakan sholat pada waktu tersebut. Jadi, meninggalkan sholat merupakan kepatuhan.
Dalam menentukan kualitas keagamaan, Islam tidak membedakan atas dasar gender laki-laki dan perempuan. Karena pada dasarnya semua manusia dari kedua jenis kelamin itu memiliki kesempatan yang sama untuk mencapai tingkat keagamaan yang tinggi. Setiap amal perbuatan tergantung pada niat, syarat, rukun, serta tata caranya (kaifiyah). Artinya, setiap ibadah mahdhah ataupun ibadah sosial sifatnya individual di hadapan Allah SWT.
Dengan demikian, pada dasarnya perempuan mempunyai posisi dan kedudukan yang sangat tinggi dalam kehidupan ini. Dan tugas utama perempuan adalah memberikan kasih sayang kepada seorang suami. Setelah itu dia harus mengasuh anak-anaknya. Karena, ia memiliki tugas yang paling mulia di dalam kehidupan alam raya ini, maka selayaknya perempuan senantiasa merasa terhormat dengan tugas yang telah diembankan Tuhan kepadanya.

demikianlah mengenai penjelasan kewajiban wanita dalam pandangan Islam, semoga bermanfaat dan tentunya bisa dimanfaatkan. Amien..








Advertisement

Baca juga:

Blogger
Disqus
Pilih Sistem Komentar

No comments