Makna ibadah dan jenis-jenisnya

Makna ibadah dan jenis-jenisnya

Kata ibadah terambil dari akar kata ‘abada yang berarti mengabdi, tunduk, taat, merendahkan diri dan sebagainya. Menurut Al Farabi ‘abada diartikan antara lain:
a.    sesuatu yang dimiliki (hamba sahaya)
b.    tumbuhan yang memiliki aroma harum
c.    anak panah yang lebar dan pendek
Arti yang pertama menggambarkan kerendahan, yang kedua kelemah lembutan dan yang ketiga kekuatan dan kekokohan.
Meskipun dalam bahasa agama kata ‘abada dan ibadah sama yakni keduanya mengandung arti kerendahan atau mengakibatkan ketundukan dan ketaatan, namun jika maknanya tunduk, taat dan kerendahan diri belum menggambarkan arti yang sebenarnya dari makna ibadah. Seseorang dapat saja tunduk, taat bahkan merendahkan diri kepada yang dicintainya, atau yang ditakutinya, namun apa yang dilakukan belum tentu dapat dinamakan ibadah.
Ibnu Taimiyah dalam kitab “Al Ubudiyah” menjelaskan bahwa ibadah adalah nama yang mencakup segala sesuatu yang disukai dan diridhai oleh Allah dalam bentuk ucapan dan perbuatan lahir dan batin seperti shalat, puasa dan haji, kebenaran dalam pembicaraan, penunaian amanah, kebaktian kepada orang tua, hubungan kekeluargaan dan sebagainya. Oleh karena itu ibadah menyeluruh meliputi segenap aktifitas manusia baik lahir maupun batin, ucapan maupun perbuatan yang diridhai dan dicintai oleh Allah.

Rasulullah menggambarkan ibadah sebagai sebuah pohon subur yang memiliki banyak cabang, buah yang berakar kuat. Masing-masing cabang merupakan bagian yang tidak terpisahkan, bahkan saling menguatkan baik dalam bentuk ibadah individual seperti shalat, puasa maupun ibadah sosial yang kelihatan remeh seperti menghilangkan duri di jalanan.

Jadi dapat ditarik kesimpulan bahwa ibadah merupakan suatu bentuk ketundukan kepada Allah yang dilakukan sesuai dengan aturan dan petunjuk-Nya sebagai bukti penghambaan kepada-Nya.

2.    Jenis Ibadah
Berdasarkan jenisnya, maka ibadah dapat dibedakan menjadi dua, yaitu ibadah khusus (ibadah mahdhah) dan ibadah umum atau ibadah sosial (ibadah ghairu mahdhah).

a.    Ibadah Mahdhah
Adalah ibadah yang pelaksanaannya telah dicontohkan langsung oleh Nabi Muhammad SAW, seperti shalat, zakat, puasa, haji dan lain-lain. Dalam ibadah khusus ini seorang muslim tidak boleh mengurangi atau menambah-nambah dari apa saja yang telah diperintahkan Allah dan dicontohkan Rasulullah. Sehingga melaksanakan ibadah yang bersifat khusus ini harus mengikuti contoh Rasul yang diperoleh melalui ketentuan-ketentuan dalam hadist-hadist yang shahih.

b.    Ibadah Ghairu Mahdhah
Merupakan ibadah yang umum, atau lebih bersifat ibadah kemasyarakatan. Ibadah mahdhah dapat dilakukan tanpa harus diberikan contoh langsung dari Rasulullah, karena memang ibadah jenis itu dilaksanakan bergantung dari tempat dan situasi pada saat tersebut. Tidak ada dosa apabila terjadi pengurangan atau penambahan dalam ibadah ini, karena memang tidak ada tuntunan langsung dari Rasulullah. Adapun contoh dari ibadah mahdhah ini antara lain menyingkirkan duri jalan, mengucapkan salam, senyum kepada orang lain, berbuat baik kepada tetangga dan lain sebagainya.


Advertisement

Baca juga:

Blogger
Disqus
Pilih Sistem Komentar

No comments