Showing posts with label pernikahan. Show all posts
Showing posts with label pernikahan. Show all posts

January 11, 2019

Jika Wanita Mempunyai 6 Sifat Ini, Maka Dia Tidak Layak Untuk Dinikahi

Berbicara tentang jodoh memang tidak ada yang mengetahui, namun jodoh sendiri sejak manusia masih dalam kandungan sudah ditetapkan oleh Allah SWT.  Seorang pria pasti pernah jatuh cinta terhadap wanita karea sifat-sifatnya yang unik. Namun nyatanya tidak semua yang unik itu bisa menyenagkan bahkan ada pula yang bahkan bisa memberikan dampak buruk.
Bahkan jika sebuah hubungan tujuan adalah pernikahan yang bisa membuat bahagia, baik pria maupun wanita berhak memilih mana yang terbaik buat mereka. Bukan hanya soal fisik saja namun yang terpenting adalah sifat-sifat yang dimilikinya. Setiap manusia pasti mempunyai sifat yang berbeda-beda, akan tetapi jika anda menjumpai wanita denga mempunyai sifat ini maka dia tak layak untuk dinikahi.

6 tipe wanita yang tak layak untuk dinikahi

Hadlratussyekh Hasyim Asy’ari dalam karyanya Dhau'ul Mishbah fi Bayani Ahkamin Nikah menyebutkan enam perilaku buruk yang menjadikan seorang perempuan tak layak untuk dinikahi.

قال بعض العرب لا تنكحوا من النساء ستة لا أنانة ولا منانة ولا حنانة ولا تنكحوا حداقة ولا براقة ولا شداقة

Artinya, “Sebagian orang Arab mengatakan, jangan kau nikahi enam macam perempuan, yakni annânah, mannânah, hannânah.  Jangan pula kaunikahi perempuan yang haddâqah, barrâqah, dan syaddâqah.”

1. Annanah

Perempuan yang annânah adalah perempuan yang banyak mengeluh, mengadu, dan sering membalut kepalanya. Tak ada baiknya menikahi perempuan yang sakit-sakitan dan berpura-pura sakit.

2. Mannanah

Perempuan yang mannânah adalah perempuan yang punya kebiasaan suka mengungkit-ungkit suaminya. Ia berkata, “Aku sudah melakukan ini dan itu untukmu!”

3. Hannanah

Perempuan yang hannânah adalah perempuan yang merindukan suami yang lain atau merindukan seorang anak dari suami yang lain. Umpamanya ia membayangkan kalau saja suaminya seperti artis fulan atau kalau saja ia memiliki anak dari seorang laki-laki tampan yang ia idolakan. Perempuan dengan perilaku seperti ini mesti dijauhi.

4. Haddaqah

Perempuan yang haddâqah adalah perempuan yang suka melihat-lihat segala sesuatu lalu menginginkannya dan menuntut sang suami untuk membelinya.

5. Barraqah

Perempuan yang barrâqah mengandung dua makna, pertama perempuan yang sepanjang hari selalu bersolek dan merias wajahnya agar terlihat berkilau dengan dibuat-buat. Makna kedua adalah perempuan yang suka marah karena makanan. Ia lebih suka makan sendirian dan menganggap bagiannya dalam segala hal cuma sedikit sehingga perlu untuk meminta tambahan.

6. Syaddaqah

Sedangkan perempuan syaddâqah adalah perempuan yang banyak bicara alias cerewet.

Perempuan dengan keenam sifat dan perilaku tersebut tidak layak untuk dipilih sebagai pasangan hidup dan kurang mendukung dalam terciptanya kehidupan rumah tangga yang bahagia.

September 2, 2018

Bulan baik untuk menikah menurut pandangan islam

Hal paling utama yang sangat dipersiapkan untuk menikah adalah mencari bulan yang baik. Banyak orang tua ketika anaknya akan menikah mereka mencarikan bulan yang baik dalam Islam. Sebenarnya semua bulan baik semua, dan semua bulan adalah berkah. Baik dan buruknya sesuatu itu tergantung dari kita bagaimana cara memperlakukan nya, termasuk salah sarunya adalah kapan waktu dan bulan baik untuk menikah.

Sebenarnya kapan saja kita bisa melagsungkan pernikahan, yang terpenting adalah bagaimana cara kita menjalani keberkahan tersebut setelah menikah. Sebagai contoh ketika orang jawa akan melangsungkan pernikahan mereka akan berpatokan pada perhitungan bulan jawa.

Bulan baik untuk menikah menurut pandangan Islam

kapan hari baik untuk menikah menurut pandangan Islam? Semua itu tidak ada jawaban yang pasti, akan tetapi dalam kitab karya As-Sayik Al-Imam Abu Muhammad dalam kitab qurota uyundi sana sudah di jelaskan.

1. Pada bulan Ramadhan atau Syawal

Bulan baik yang pertama yang dijelaskan adalah pada bulan Ramadhan atau Syawal. Hal ini sesuai dengan apa yang telah di tegaskan oleh istri Rasulullah SAW, yaitu sayidah Aisyah ra dalam sebuah hadist menjelaskan bahwa Rasulullah SAW melangsungkan pernikahan dengan Aisyah yaitu pada bulan syawal dan melakukan malam pertamnya juga pada malam itu pula.

2. Pada bulan Haji (Dzulhijah)

Dari sekian banyak ulama yang berpendapat, bulan Dzulhijjah adalah bulan yang baik untuk menikah. Karena pada bulan ini terdapat dua keistemewaan yaitu Dzulhijah yang mana masuk pada hari raya idul Adha dan yang kedua Dzulhijjah yang termasuk bulan haram. Dan pada kenyataanya banyak orang yang melakukan pernikahan pada bulan Dzulhijjah ini.

3. Pada bulan Saffar

Banyak yang beranggapan bahwa jika menikah pada bulan saffar akan mendatangkan bencana dan tidak akan mendapatkan keberkahan saat dalam menjalani rumah tangga. Ini merupakan pendapat yang salah, sebab dalam Islam sendiri bulan baik untuk menikah adalah secepatnya dan tidak ada larangan satupun jika menikah pada bulan saffar ini.

Kata saffar sendiri dalam bahasa arab artinya orang yang bepergian, dan pada bulan inilah masyarakat jahiliyah melakukan perjalanan jauh untuk melakukan perang sesuadah sebelum dialarangnya perang pada bulan Muharram.

Namun dalam Islam sendiri tidak mengenal bulan baik atau tidak baik dalam melangsungkan pernikahan, akan tetapi akan lebih baiknya lagi ketika akan melangsungkan pernikahan bisa langsung ditanyakan pada kyai atau ulama sekiranya kita ketika sudah menikah akan mendapatkan keberkahan.


May 28, 2018

Hukum menggauli istri saat haid memakai kondom

Memberi nafkah biologis bagi setiap pasangan suami istri merupakan sebuah keharusan. Di samping itu keduanya juga harus mengetahui batasan dan ketentuan berhubungan badan menurut hukum Islam. Dalam ajaran Islam sendiri berhubungan badan ketika seorang istri sedang haid tidak diperbolehkan bahkan haram hukumnya. Hal ini berdasarkan firman Allah SWT:

ويسئلونك عن المحيض، قل هو أذى فاعتزلوا النساء في المحيض، ولا تقربوهن حتى يطهرن

Artinya, “Mereka bertanya kepadamu tentang haid. Katakanlah, ‘Haid itu adalah kotoran’. Maka dari itu, hendaklah kamu menjauhi istrimu (tidak bersetubuh) pada saat haid. Janganlah kamu mendekati mereka sebelum mereka suci,” (Al-Quran Al-Baqarah ayat 222).


Kesalahan :
Namun sebagian orang ada yang menyaqini pada berhubungan dengan istri pada saat haid dengan memakai kondom itu hukumnya boleh, padahal hukum yang benar tetap haram.

Hukum yang benar :
Jika anda ingin berhubungan istri, maka tunggulah ketika ia sudah suci dan telah mandi besar, jika keduanya belum dilakukan secara sempurna, maka hukumnya haram dan dosa besar, meskipun memakai kondom. Wallahu a’lam.

Demikianlah mengenai pembahasan hukum menggauli istri saat haid memakai kondom, dan semoga bisa menambah wawasan bagi kaum muslimin...amin


March 5, 2018

Pendapat Para Ulama tentang Rujuk

Rujuk adalah salah satu hak bagi laki-laki dalam masa idah. Oleh karena itu ia tidak berhak membatalkannya, sekalipun suami missal berkata: “Tidak ada Rujuk bagiku” namun sebenarnya ia tetap mempunyai rujuk. Sebab allah berfirman:
Artinya: Dan suami-suaminya berhak merujuknya dalam masa penantian itu”. (al-Baqarah:228)
Karena rujuk merupakan hak suami, maka untuk merujuknya suami tidak perlu adanya saksi, dan kerelaan mantan istri dan wali. Namun menghadirkan saksi dalam rujuk hukumnya sunnah, karena di khawatirkan apabila kelak istri akan    menyangkal    rujuknya    suami.
Rujuk boleh diucapkan, seperti: “saya rujuk kamu”, dan dengan perbuatan misalnya: “menyetubuhinya, merangsangnya, seperti menciummnya dan sentuhan-sentuhanbirahi".
Imam Syafi;I berpendapat bahwa rujuk hanya diperbolehkan dengan ucapan terang dan jelas dimengerti. Tidak boleh rujuk dengan persetubuhan, ciuman, dan rangsangan-rangsangan nafsu birahi. Menurut Imam Syafi’I bahwa talak itu memutuskan hubungan perkawinan.
Ibn Hazm berkata: Dengan menyetubuhinya bukan berarti merujuknya, sebelum kata rujuk itu di ucapkandan menghadirkan saksi, serta mantan istri diberi tahu terlebih dahulu sebelum masa iddahnya habis. Menurut Ibn Hazm jika ia merujuk tampa saksi bukan disebut rujuk sebab allah berfirman:
Artinya: “Apabila mereka telah mendekati akhir masa iddahnya, maka rujuklah mereka dengan baik dan lepaskanlah meereka dengan baik dan persaksikanlah dengan dua orang saksi yang adil di antara kamu.” (Q.S. At-Thalaq: 2)