January 4, 2019

Hukum Nikah Dalam Pandangan Ulama Salaf

Setiaap manusia yang berjiwa normal dan sudah dewasa pasti menginginkan yang namanya nikah. Nikah sendiri juga termasuk salah satu unsur pokok dalam kehidupan dimasyarakat yang sempurna. Namun bagi setiap orang yang akan melakukan pernikahan hendaknya harus mengetahui ilmu yang harus dipersiapkan sebelum ia mengarungi kehidupan dalam berumah tangga kelak. Sebelum menikah yang pertama pastikan niat dan tujuan nikah tersebut untuk apa, dan agar setelah menikah mendapat keharmonisan dalam berumah tangga dan dapat menggapai rumah tangga yang sakinah mawadah warahmah.
Dalam Islam sendiri bahwa setiap apa yang sudah diperintahkan  kepada umatnya pasti telah ditentukan oleh agama, dan di dalamnya pasti ada hikmah yang terkadung. Dalam hukum Islam sendiri kata-kata "pernikahan" adalah persamaaan bahasa dari nikah atau dalam bahasa arab disebut zawaj, namun pendapat yang shahih nikah sendiri berarti akad dan wati/bersenggama sebagai arti kiasan.

Namun yang menjadi pokok inti dari perkawinan adalah "akad" yaitu serah terima antara wali calon perempuan dengan calaon mempelai laki-laki. Pernikahan sendiri merupakan peristiwa yang sangat penting dalam kehidupan manusia. Nikah merupakan awal kehidupan yang akan dijalani oleh kedua insan yang semula hidup sendiri kemudian hidup bersama.

 Dasar hukum nikah sendiri juga sudah dijelaskan oleh Allah dalam Al-quran yaitu pada surat yasin ayat 36.

سُبْحَٰنَ ٱلَّذِى خَلَقَ ٱلْأَزْوَٰجَ كُلَّهَا مِمَّا تُنۢبِتُ ٱلْأَرْضُ وَمِنْ أَنفُسِهِمْ وَمِمَّا لَا يَعْلَمُونَ

Artinya : "Maha Suci Tuhan yang telah menciptakan pasangan-pasangan semuanya, baik dari apa yangditumbuhkan oleh bumi dan dari diri mereka maupun dari apa yang tidak mereka ketahui."

Adapun hukum menikah dalam pandangan islam atau hukum perkawinan Islami ada 5 macam. Namun hukum yang aslinya tetap sunnah, akan tetapi hal ini bisa berubah-ubah sesuai dengan kondisi dari orang yang akan menikah atau calon mempelai tersebut. Dan bagi anda yang belum nikah bisa dilihat anda sekarang ada diposisi yang mana saat ini.

Inilah hukum menikah dalam pandangan ulama salaf :

1. Wajib

Pernikahan menjadi wajib apabila mereka yang telah mempunyai kemampuan dan kemauan untuk membangun rumah tangga yang sakinah, mawadah warahmah dan apabila ia tidak melakukanya dikhawatirkan akan terjerumus pada perbuatan zina.

2. Sunnah

Pernikahan menjadi sunnah, pendapat jumhur ulama (sebagian besar ulama) adalah pernikahan bagi orang-orang yang telah mempunyai kemauan dan kemampuan untuk membangun rumah tangga akan tetapi jika tidak melaksankanaya tidak dikhawatirkan akan berbuat zina.

3. Haram

Pernikahan menjadi haram apabila bagi mereka yang tidak mempunyai keinginan dan kemampuan untuk membangun rumah tangga dan memenuhi kewajiban-kewajiban dalam berumah tangga, sehingga apabila ia menikah akan menelantarkan istrinya dan bahkan akan menyakitinya.

4. Makruh

Permikahan menjadi makruh apabila seorang laki-laki mempunyai kemauan dan kemampuan untuk menahan diri dari perbuatan zina sehingga tidak terjerumus kepda perbuatan zina jika sekiranya tidak menikah. Namun seorang laki-laki ini tidak mempunyai rasa tanggung jawab atau tidak bisa memenuhi kewajiban-kewajiban dalam berumah tangga atau tidak bisa menjadi suami yang baik bagi istrinya.

5. Mubah

Pernikahan menjadi mubah apabila mereka yang mempunyai kemauan dan kemampuan untuk melakukan pernikahan, akan tetapi jika tidak dilakukan tidak dikhawatirkan untuk berbuat zina dan bila melakukan pernikahan juga tidak akan menyakiti atau menelantarkan istrinya.

Itulah hukum-hukum nikah yang harus dipahami oleh setiap muslim sebelum melakukan pernikahan. Dan semoga mendapat keberkahan dalam menjalin pernikahan dan bisa menggapai keluarga yang sakinah, mawadah dan warahmah.

January 1, 2019

Rukun Mandi Wajib Dan Tata Caranya Sesuai Dengan Ajaran Islam

Berbicara mengenai ibadah dalam hal ini yaitu mandi wajib pasti ada yang namanya rukun tertentu yang harus terpenuhi oleh seseorang dalam mengerjakan suatu ibadah, jika rukun tersebut tidak terpenuhi maka mandi wajibnya tidak akan sah dan orang tersebut masih dianggap memiliki hadsat dan secara otomatis tidak boleh melakukan aktivitas-aktivitas tertentu.
Hadats sendiri dalam Islam dibagi menjadi dua macam, yaitu hadsat besar dan hadats kecil, dimana kedua hadast tersebut dapat disucikan dengan cara yang berbeda-beda yang telah diajarkan dalam syariat agama Islam. Hadats kecil atau yang diakibatkan karena bisa hal-hal yang bisa membatalkan wudhu dapat disucikan dengan cara berwudhu, sedangkan hadast besar yang diakibatkan karena keluar sperma, haid, nifas, bersetubuh dapat disucikan dengan cara mandi jinabat atau mandi wajib.

Adapu rukun mandi besar sendiri terbagi menjadi dua macam, sebagai mana yang dijelaskan oleh Syekh Salim bin Sumair Alhadrami dalam kitab "Safinatun Naja" yakni Niat dan meratakan air ke seluruh tubuh, dalam kitab tersebut beliau menuliskan :
فروض الغسل اثنان النية وتعميم البدن بالماء

Artinya : "Fardhu atau rukunya mandi ada dua, yakni niat dan meratakan air ke seluruh tubuh"

Namun dalam keterangan lain rukun mandi wajib sendiri ada yang menyebutkan tiga macam, adapun yang ketiga tersebut menghilangkan najis yang ada pada tubuh.

1. Niat

Yang pertama yaitu niat menghilangkan hadats besar atau niat mandi wajib. Niat sendiri dilakukan bersama dengan menyiramkan air ke seluruh anggota badan, anggota badan yang pertama kali disiram ini boleh yang manapun, baik itu bagian atas, bagian tengah, atau bagian bawah. Letak niat sendiri didalam hati bukan hanya dalam lisan saja, adapun melafalkan niat sendiri hukumnya sunnah. Jika niat mandi wajib dilakukan tidak dalam siraman yang pertama maka wajib mengulanginya kembali.

Niat mandi besar sendiri tidak harus dengan menggunakan bahasa arab, namun yang lebih utama dengan menggunakan bahasa arab, yang terpenting ia benar-benar niat untuk menghilangkan hadast besar. Adapun niat mandi besar sendiri ada;ah sebagai berikut :

Niat mandi wajib Jinabat
نَوَيْتُ غُسْلَ الْجَنَابَةِ لِرَفْعِ الْحَدَثِ الْأَكْبَرِ فَرْضًا لِلّٰهِ تَعَالٰى

Artinya : "Saya niat mandi jinabat untuk menghilangkan hadast besar, fardhu karena Allah ta'ala"

Niat mandi wajib Haid atau Nifas


نَوَيْتُ اْلغُسْلَ لِرَفْعِ الْحَيْضِ atau  لِرَفْعِ النِّفَاسِ
 
Niat mandi wajib junub
نَوَيْتُ اْلغُسْلَ لِرَفْعِ اْلحَدَثِ الْأَكْبَرِ


2. Meratakan air keseluruh tubuh

Artinya yaitu wajib untuk mengalirkan atau meratakan air ke seluruh tubuh, bila ssedikit aja ada anggota badan yang belum terkena air maka mandi wajib yang dilakukan belum dianggap sah dan orang tersebut masih dianggap mempunyai hadast dan orang tersebut dilarang melakukan aktivitas-aktivitas yang dilarang seperti sholat, tawaf, membaca Al-quran dan lain sebagianya.

Maka dari pada itu dalam melakukan mandi besar harus berhati-hati agar jangan sampai ada anggota badan yang belum terkena air, dan menyela-nyela anggota bada yang sekiranya perlu disela-sela contohnya dalam hal ini yaitu menyela-nyela rambut baik itu rambut kepala maupun rambut selain kepala, menyela-nyela telinga, selakangan, dan lain sebagainya.

Tata cara mandi besar

Berikut ini urutan atau tata cara mandi besar yang baik dan benar :

1. Mencuci kedua tangan dengan sabun sebelum melakukan mandi besar.

2. Menumpahkan air dari tangan kanan ke tangan kiri.

3. Mencuci kemaluan baik kemaluan depan atau kemaluan belakang.

4. Membersihkan najis yang ada pada tubuh.

5. Berwudhu terlebih dahulu, dan menurut jumhur ulama ini merupakan sunnah dalam mandi besar.

6. Menyiram kepala dengan 3 kali siraman.

7. Membersihkan selurh anggota badan.

8. Mencuci kaki.

Itulah pembahasan mengenai rukun mandi besar dan tata caranya yang perlu anda ketahui, sehingga dalam melakukan mandi besar tidak ada kesalahan dan dianggap sudah sah. Semoga bermanfaat.

December 27, 2018

Bacaan Doa Tahiyat Awal Dan Tahiyat Akhir Paling Lengkap

Penting bagi umat Islam untuk mengetahui dan menghafal mengenai doa tahiyat awal dan akhir yang dilakukan dalam sholat, Baik itu sholat fardhu maupun sholat sunnah. Doa tahiyat akhir sendiri merupakan salah satu rukun sholat yang terdiri dari 17 rukun yang ada pada sholat, jika rukun tersebut tidak dikerjakan maka sholatnya tidak akan sah. 
Adapun penjelasan mengenai tahiyat awal sendiri merupakan bacaan doa yang dilakukan dalam sholat yang dibaca disaat kalian melakukan gerakan tahiyat akhir, sedangkan doa tahiyat akhir adalah gerakan yang dilakukan dalam sholat yang dibaca disaat kalian melakukan gerakan tahiyat akhir.

Maka dari pada itu pada kesempatan kali ini saya selaku penulis mencoba untuk menjelaskan mengenai bacaan doa tahiyat awal dan akhir dan tidak dipungkiri juga masih banyak orang diluar sana yang masih belum mengetahui dan menghafal bacaan doa tahiyat wal dan akhir secara baik dan benar.


Lalu yang menjadi pertanyaan apakah ada perbedaan antara bacaan atau doa dalam tahiyat awal dan tahiyat akhir. Adapun letak perbedaanya yaitu pada segi bacaan dan posisi duduk dari kedua tahiyat tersebut, dimana apabila tahiyat awal posisi duduk dinamai duduk iftiros sedangkan pada tahiyat akhir dinamakan duduk tawarruk. Untuk mengetahuinya mari simak ulasan dibawah ini.

1. Bacaan Doa Tahiyat Awal

 sumber http://www.santrius.com

2. Bacaan Doa Tahiyat Akhir
 sumber http://www.santrius.com

 Bagi kalian yang belum hafal menganai doa tahiyat awal dan akhir bisa anda mulai menghafal doa bacaan tersebut, sehingga dalam melakukan sholat bisa mendapatkan kesempurnaanya. Dan semoga dengan penjelasan dan bacaan diatas bisa bermanfaat bagi khalayak umum.


December 26, 2018

Doa Memakai Pakaian Dan Melepas Pakaian Lengkap Dengan Artinya

Islam sudah mengajarkan berbagai macam cara dalam kehidupan sehari-hari, dan setiap langkah yang akan kita lakukan juga ada doanya. Berpakaian merupakan salah satu kegiatan sehari-hari yang pasti dilakukan oleh setiap orang seperti memakai baju, celana, jilbab, sarung dan lain sebagaianya, baik itu pakaaian yang sudah lama ataupun pakaina yang baru dibeli, maka dari itu kita jangan lupa untuk selalu berdoa ketika akan memakain pakaian. 

Rasulullah saw juga selalu mengajarkan kepada umatnya untuk selalu berdoa ketika memkai pakaian dan juga melepas pakaian.

Berikut ini doa memakai pakaian dan melepas pakaian lengkap dengan artinya.

Doa Memakai Pakaian

بِسْمِ اللهِ اَللّٰهُمَّ اِنِّى اَسْأَلُكَ مِنْ خَيْرِهِ وَخَيْرِ مَاهُوَ لَهُ وَاَعُوْذُبِكَ مِنْ شَرِّهِ وَشَرِّمَا هُوَلَهُ
"Bismillahi, Allahumma inni Asaluka Min Khoirihi wa Khoirihi maa Huwa lahu wa Aa'u dzubika min Syarrihi wa Syaromaa huwa lahuu"

Artinya :
"Dengan Namamu ya Allah Aku meminta kepada Engkau kebaikan pakaian ini dan kebaikan yang ada padanya, dan aku berlindung kepada Engkau dari kejahatan pakaian ini dan kejahatan yang ada padanya"

Doa Memakai Pakaian Versi Lain

 الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي كَسَانِي هَذَا(الثَّوْبُ) وَرَزَقَنِيْهِ مِنْ غَيْرِ حَوْلٍ مِنِّي وَلاَقُوِّةٍ

"Alhamdulillahiladzi kasaani hadzaa (Ats-sauba) wa warazaqaniihi min ghairi haullin minnii wa laa quwwatin"

Artinya :
"Segala puji bagi Allah yang memberiku (pakaian) ini dan memberikan rizki kepadaku, tiada dayadan kekuatan bagiku"

Doa Melepas Pakaian
بِسْمِ اللهِ الَّذِيْ لاَ إِلَهَ إِلَّا هُوَ
"Bismillahil ladzii laa ilaaha illaa huwa"

Artinya :
"Dengan nama Allah yang tiada Tuhan selain-Nya"

Doa ini dibaca agar supaya ketika memakai pakaian selalu merasa nyaman dan ketika memakai hanya untuk ketaatan semata kepada Allah Swt, dan doa ketika melepas baju dibaca supaya aurat kita tidak terlihat oleh bangsa jin. Semoga dengan pembahasan diatas bisa bermanfaat bagi khalayak umum.







December 23, 2018

Niat Tayamum, Syarat dan Tata Caranya

Apa ituTayamum?

Tayamum sendiri adalah bersuci dari hadast besar dan hadast kecil dengan menggunakan debu, tanah atau permukaan bumi lainya yang suci dan bersih dan mengusapkanya ke wajah dan kedua tangan. Namun tidak sembarang orang bisa langsung melakukan tayamum, ada syarat-sayarat sendiri sebelum melakukan tayamum.

Seseorang diperbolehkan melakukan tayamum yaitu sebagai pengganti wudhu atau mandi junub bila tidak ada air atau air tersebut tidak cukup untuk bersuci, atau karena hal lain seperti sakit yang tidak boleh terkena air, atau karena di daerah tertentu terjadi suhu yang sangat dingin sekali sehingga apabila menggunakan air dapat menyebabkan sakit.

Adapun firman Allah yang menjelaskan tentang diperbolehkanya tayamum yaitu dalam surat Al maidah ayat 6 :

وَإِنْ كُنْتُمْ مَرْضَىٰ أَوْ عَلَىٰ سَفَرٍ أَوْ جَاءَ أَحَدٌ مِنْكُمْ مِنَ الْغَائِطِ أَوْ لَامَسْتُمُ النِّسَاءَ فَلَمْ تَجِدُوا مَاءً فَتَيَمَّمُوا صَعِيدًا طَيِّبًا فَامْسَحُوا بِوُجُوهِكُمْ وَأَيْدِيكُمْ مِنْهُ
Artinya :
"Dan jika kamu sakit atau dalm perjalanan tau kembali dari tempat buang air (kakus) atau menyentuh perempuan, lalu kamu tidak memperoleh air, maka bertayamumlah menggunakan tanah yang baik (bersih), sapulah wajahmu dan tanganmu menggunakan tanha itu" (Qs Al-Maidah : 6)

Adapun niat tayamum beserta terjemahnya adalah sebagi berikut :

نَوَيْتُ التَّيَمُّمَ لِاِسْتِبَاحَةِ الصَّلاَةِ فَرْضً ِللهِ تَعَالَى
Nawaitut tayamuma listibahatis sholaati fardhal lillahi ta'aalaa
Artinya : "Saya berniat untuk tayamum untuk melakukan sholat, fardhu karena Allah Ta'alaa"
Syarat Tayamum 

Berikut ini beberapa syarat tayamum :

1. Sudah masuk waktu sholat.
2. Sudah berusaha semaksimal mungkin mencari air akan tetapi tidak mendapatkanya, sedangkan waktu sholat sudah masuk (kecuali orang yang sakit atau sudah yakin bahwa disekitarnya tidak ada iar).
3. Menggunakan tanah yang berdebu dan suci, ini menurut pendapat imam Syafi'i adapun imam yang lainya boleh mengunakan tanah atau batu.

4. Sebelum bertayamum hendaknya menghilangkan najis terlebih dahulu.

Tata Cara Bertayamum

Bertayamum juga ada tata caranya tersendiri tidak hanya wudhu saja yang ada tata caranya, berikut ini tata cara tayamum :

1. Niat tayamum, adapun niat letaknya dalam hati sedangkan melaflkan niat hukumnya sunnah.

2. Menepukkan kedua tangan ke tanah, kemudian menipiskanya dengan cara meniup atau mengibasakanya.

3. Mengusap muka.

4. Mengusap kedua tangan samapi dengan pergelangan tangan.

5. Berurutan (tertib) artinya harus urut antara niat sampai dengan mengusap kedua tangan tidak boleh dibalik.

6. Membaca doa seperti halnya doa sesudah wudhu.

Perkara Yang Bisa Membatalkan Tayamum

1. Semua hal yang membatalkan wudhu juga membatalkan tayamum.

2. Adanya air, jika sebelum melakukan sholat menemukan air maka taymumnya batal, namun jika sudah melakukan sholat maka sah saja.

3. Murtad (keluar dari Islam).

Itulah Niat tayamum dan tata caranya yang bisa anda pelajari dan hafalakan, sehingga tayamum anda benar dan sah. Dan semoga dengan pembahan ini bisa bermanfaat untuk semua. Amin