November 8, 2019

Pentingnya Berdiri Saat Mahalul Qiyam

Sayyid Alawi Al-Maliki menceritakan bahwasanya abah beliau, Sayyid Abbas Al-Maliki memberi kabar kepada beliau, sesungguhnya abah beliau (Sayyid Abbas Al-Maliki) berada di Baitul Maqdis untuk menghadiri peringatan Maulid Nabi pada malam ‘ied Milad An-Nabawi, di mana saat itu dibacakan Maulid Al-Barzanji.



Saat itulah beliau melihat seorang pria tua beruban yang berdiri dengan khidmat penuh adab mulai dari awal sampai acara selesai. Kemudian beliau bertanya kepadanya akan sikapnya itu, yaitu berdiri sementara usianya sudah tua.

Lelaki tua itu bercerita bahwa dulu ia tidak mau berdiri pada acara peringatan Maulid Nabi dan ia memiliki keyakinan bahwa perbuatan itu adalah bid'ah sayyi'ah (bid'ah yang jelek).
.
Suatu malam ia bermimpi dalam tidurnya. Dia bersama sekelompok orang yg bersiap-siap menunggu kedatangan Nabi Muhammad Saw, maka saat cahaya wajah beliau yang bagaikan bulan purnama muncul, sekelompok orang itu bangkit dengan berdiri menyambut kehadiran Rasulullah Saw.

Namun hanya ia saja seorang diri yang tidak mampu bangkit untuk berdiri. Lalu Rasullullah Saw. bersabda kepadanya: "Kamu tidak akan bisa berdiri" Saat ia bangun dari tidurnya ternyata ia dalam keadaan duduk dan tidak mampu berdiri. Hal ini ia alami selama 1 (satu) tahun.

Kemudian ia pun bernadzar jika Allah menyembuhkan sakitnya ini, ia akan berdiri mulai awal pembacaan Maulid Nabi sampai akhir bacaan, kemudian Allah menyembuhkannya.

Ia pun selalu berdiri (mulai awal pembacaan Maulid Nabi sampai akhir bacaan) untuk memenuhi nadzarnya karena ta’zhim (mengagungkan) beliau Rasulullah Saw.

Sumber: Kitab Al-Hadyut taamm fii Mawaaridil Maulidinnabawiyyi Wa Maa I’tiida Fiihi Minal Qiyaam karya Sayid Muhammad Ali bin Husein Al-Maliki Al-Makki (1287 H – 1367 H).
.

August 9, 2019

Mbah Maimun Ternyata Seorang Wali Sejak Kecil

Dalam cerita tutur, pada tahun 90-an ada seorang kiai yang masyhur dengan kewaliannya di daerah Gunung Pring Magelang,  yang sering  dipanggil Mbah Mad. Mbah Mad ini putra dari Mbah Dalhar Wathucongol atau Mbah Mad yang lain, saya sendiri tidak tahu persisnya?. Mbah Mad ini menjadi jujukan para santri berkelana dan orang - orang yang mempunyai problem dalam  kehidupannya untuk dicarikan solusinya. Dan sekaligus menjadi tempat bertanya tentang kewalian seorang kiai, baik yang sudah meninggal atau yang masih hidup.
Salah satunya adalah seorang santri sepuh dari daerah Purwodadi yang sering sowan beliau. Dia iseng bertanya tentang para Masyayikh Bandungsari; menawi Mbah Masyhuri, Mbah Muslih Bandung sari niku wali mboten mbah?. "kuburan e tak tileane disek", tidak selang lama lalu ngendikan: "wali iku...bla...bla...", Jawab Mbah Mad.

Tidak disangka- sangka Mbah Mad memanjangkan obrolannya dan juga membahas kiai-kiai yang lain di Jawa Tengah, dan sempat menyinggung Mbah Moen dan Mbah Sahal Mahfudz; "Nek Maimun, Sahal iku wali awet cilek". Katanya.

Setelah sekian lama, santri sepuh tadi sowan kepada Kiai Wahid Zuhdi- rahimahu Allah- dan menceritakan kembali dawuhnya Mbah Mad. Kiai Wahid manggut-manggut sepertinya menyetujui, dan sempat dawuh : " Nek mbah Mad seng ngendikan aku ngandel".

Kewalian itu terkadang sejalan dengan keilmuannya, maka ada istilah "quthbul Ilmi". Kaia Wahid -Allahu yarham- sering bercerita Mbah Moen itu kalau mengaji tidak pernah mutholaah terlebih dahulu, berbeda dengan abahnya, Mbah Zubair, sebelum mengaji mutholaah terlebih dahulu. Dan juga berkata: "kalau kealiman seseorang sebab mutholaah itu biasanya tidak kuat. Yang kuat itu yang bima fataha Allah". Silahkan simpulkan sendiri.

اللهم انفعنا بعلومهم و أفض لنا من بركتهم أمين


August 8, 2019

Silsilah Mbah Maimun Zubair Ternyata Sampai Rasulullah

Baru-baru ini tepatnya tanggal 6 Agustus 2019/ 5 Dzulhijjah 1434 H. Beliau lahir Sarang, Rembang 28 Oktober 1928 dan tutup usia ketika umur 91 tahun. Mbah Maimun Zubair Meninggal dunia di Mekah saat beliau menjalankan ibadah Haji. Mbah Maimun di makmalkan di Ma'la, tempat pemakaman beliau ini juga tempat makamnya sayidatina Khadijah istri Rasulullah Saw.

Beberapa ulama jawa juga banyak yang dimakamkan di Ma'la seperti Syekh Nawawi Al Bantani, Syekh Khotib Al-Minangkabawi, Syekh Amin al-Qutbhi Al-Lomboky serta beberapa keluarga ketirunan Rasulullah Saw, yaitu Sayyid Ibrahim (putra Rasulullah) dan guru Mbah Maimun yaitu Sayyid Muhammad bin Alwi al-Maliki juga dimakamkan di Ma'la.



Kini Indonesia telah kehilangan sosok kiai yang sangat kharismatik dan sangat peduli dengan bangsa Indonesia terutama tentang kemerdekaan. Dan selalu mendukung tentang pancasila dan UUD 45.

Perlu anda ketahui ternyata silsilah Mbah Maimun sampai dengan Rasulullah, dan berikut silsilah beliau :

Nasab Pancer/Sayyid

KH Maimun Zubair melalui Sunan Giri al Hasani

1. RASULULLAH SAW
2. Sayyidatina Fatimah al-Batul
3. Sayyidina Hasan as-Sibth
4. Sayyid Hasan al-Mutsanna
5. Sayyid Abdullah al-Mahd
6. Sayyid Musa al-Jawn
7. Sayyid Abdullah
8. Sayyid Musa
9. Sayyid Daud
10. Sayyid Muhammad
11. Sayyid Yahya az-Zahid
12. Sayyid Abdullah
13. Sayyid Janki Dausat
14. Sayyid Musa
15. Sayyid Syaikh Abdul Qodir al-Jilani
16. Sayyid Shalih
17. Sayyid Abdul Jabbar
18. Sayyid Abdullah Hazim
19. Sayyid Abdul Aziz
20. Sayyid Ibrahim
21. Sayyid Ya'qub (Maulana Ishaq)
22. Sayyid Muhammad 'Ainul Yaqin (Sunan Giri)
23. R. Ali Panembahan Kulon
24. Pangeran Pakabunan
25. R. Abdulloh Karang Jarak Gresik
26. R. Husain Mentaras Dukun Gresik
27. R. Muhammad Macan Putih Gresik
28. K. Imam Qomaruddin
29. K. Puteh Podang Tuban
30. K. Munandar
31. K. Carik Waridjo
32. K. Dahlan
33. K. Zuber
34. K. Maimun Sarang

Demikian mengenai silsilah Mbah Maimun Zubair yang ternyata sampai Rasulullah Saw. Semoga dapat menjadi pengetahuan bagi kalangan muslimin.

(Penulis:  TB. M. Nurfadhil Satya Tirtayasa Al-Husaini Al-Bantani)

August 7, 2019

6 Pesan Indah Mbah Maimun Zubair

Baru-baru ini tepatnya tanggal 6 Agustus 2019/ 5 Dzulhijjah 1434 H Mbah Maimun Zubair Meninggal dunia di Mekah saat beliau menjalankan ibadah Haji. Mbah Maimun di makmalkan di Ma'la, tempat pemakaman beliau ini juga tempat makamnya sayidatina Khadijah istri Rasulullah Saw. Beberapa ulama jawa juga banyak yang dimakamkan di Ma'la seperti Syekh Nawawi Al Bantani, Syekh Khotib Al-Minangkabawi, Syekh Amin al-Qutbhi Al-Lomboky serta beberapa keluarga ketirunan Rasulullah Saw, yaitu Sayyid Ibrahim (putra Rasulullah) dan guru Mbah Maimun yaitu Sayyid Muhammad bin Alwi al-Maliki juga dimakamkan di Ma'la.

Sewaktu masih hidup Beliu ketika berceramah atau sedang mengajari muridnya kerap kali memberikan kata mutiara dan pesan yang indah yang sangat luar biasa sekali maknanya.

Adapun pesan indah Mbah Maimun Zubair antara lain adalah :

1. Jika engkau melihat seekor semut terpeleset dan jatuh di air, maka angkat dan tolonglah. Barangkali itu menjadi penyebab ampunan bagimu di akherat kelak.

2. Jika engkau menjumpai batu kecil di jalan yang bisa menggangu jalannya kaum muslimin, maka singkirkanlah. Barangkali itu menjadi penyebab dimudahkannya jalanmu menuju syurganya Allah.

3. Jika engkau menjumpai anak ayam terpisah dari induknya, maka ambil dan susulkan ia dengan induknya. Semoga itu menjadi penyebab Allah mengumpulkan dirimu dan keluargamu di surga.

4. Jika engkau melihat orang tua membutuhkan tumpangan, maka antarkanlah ia. Barangkali itu mejadi sebab kelapangan rezekimu di dunia.

5. Jika engkau bukanlah seorang yang mengusai banyak ilmu agama, maka ajarkanlah alif ba' ta' kepada anak2 mu, setidaknya itu menjadi amal jariyah untukmu yang tak akan terputus pahalanya meski engkau berada di alam kuburmu.

6. Jika engkau tidak bisa berbuat kebaikan sama sekali. Maka tahanlah tangan dan lisanmu dari menyakiti, setidaknya itu menjadi sedekah untuk dirimu.

Al-Imam Ibnul Mubarak Rahimahullah berkata :

رُبَّ عَمَلٍ صَغِيرٍ تُعَظِّمُهُ النِّيَّةُ ، وَرُبَّ عَمَلٍ كَبِيرٍ تُصَغِّرُهُ النِّيَّةُ

"Berapa banyak amalan kecil, akan tetapi menjadi besar karena niat pelakunya. Dan berapa banyak amalan besar, menjadi kecil karena niat pelakunya”

Jangan pernah meremehkan kebaikan, bisa jadi seseorang itu masuk surga bukan karena puasa sunnahnya, bukan karena panjang shalat malamnya tapi bisa jadi karena akhlak baiknya dan sabarnya ia ketika musibah datang melanda

Rasulullah bersabda :

 لاَ تَحْقِرَنَّ مِنَ الْمَعْرُوفِ شَيْئًا وَلَوْ أَنْ تَلْقَى أَخَاكَ بِوَجْهٍ طَلْقٍ 

"Jangan sekali-kali kamu meremehkan kebaikan sedikitpun, meskipun (hanya)bertemu dengan saudaramu dalam keadaan tersenyum". (HR. Muslim)


Demikian mengenai pesan indah dari Mbah Maimun Zubair yang bisa kita teladani dan kita praktekan dalam berkehidupan. Mari selalu berusah berprilaku positif, semangat meraih hasil terbaik serta saling mendoakan akan keberkahan..Aamiin. Semoga bermanfaat.


.

August 6, 2019

6 Ijazah Wirid Mbah Hamid Pasuruan yang Sangat Luar Biasa

Kiai Hamid Pasuruan adalah salah satu sosok wali Allah. Beliau lahir pada tahun 1333 H/ 1914-195 M di Lasem Remabang Jawa tengah. Kiai Hamid juga silsilahnya sampai kepada Rasulullah Saw. Banyak cerita yang mengisahkan tentang karomah yang banyak dimiliki beliau. Kiau Hamid juga banyak memberikan ijazah wirid kepada siapa saja terutama kepada para santrinya.

Biasanya kiai Hamid memberikan ijazah secara langsung, namun terkadang juga memberikan ijazah lewat perantara orang lain. Adapun diantara ijazah beliau adalah sebagai berikut :

1. Membaca "Hasbunallah Wani'mal Wakil" sebanyak 450 kali sehari semalam. Lalu ditutup dengan "Ni'mal Maula Wani'mannashir". Adapun Fadhilahnya adalah akan dimudahkan rezekinya, tercapai segala hajat baik di dunia maupun kelak akhirat.

2. Membaca sholawat 1000 kali.

Fadilahnya dibimbing hidupnya oleh Nabi shallallahu alaihi wa sallam dan tidak akan dimatikan kecuali sesudah mendapat isyarah dengan diperlihatkan surga kepadanya.

3. Membaca shalawat Nariyah 11 kali setiap selesai sholat fardhu

Rahasianya apa saja yg dikehendaki diadakan Allah, dan dalam mengarungi samudra kehidupan selalu mendapatkan pertolongan, rohmat, maghfiroh, barokah, ketenangan, keselamatan, dan jauh dari fitnah dan bala’ dhohir bathin.

4. Membaca kitab Dalailul Khoirot sehari satu hizb

Adapun fadilahnya ruhnya washil / tersambung ke hadirat Nabi saw dan akan mendapatkan bagian dari akhlaq, ilmu dan sirr beliau Nabi Saw.

5. Membaca Wirdullathif dan Rotibul Haddad.

Orang yang rajin membaca Wirdullathif dan Rotibul Haddad secara rutin membacanya maka dijamin husnul khotimah.

6. Membaca surat alFatihah 100 kali setiap hari

Fadilahnya bahagia dunia akhirat. Ujar Kiai Hamid, "Orang yang membacanya bakal mendapatkan keajaiban-keajaiban yang tidak terduga". Bisa dibaca sekaligus dalam satu kali duduk 100 kali. Bisa pula dicicil setelah sholat Shubuh 30 kali, selepas shalat Dhuhur 25 kali, setelah Ashar 20 kali, setelah Maghrib 15 kali dan setelah Isya’ 10 kali. Diawali dg membaca "Ala niyyati Syaikh Abdul Qodir al Jilani rodiyallahu anhu al Fatihah"

Terakhir syair yang kerap dibaca oleh beliau adalah :

بسم الله الرّحمن الرّحيم

يَا رَبَّنا اعْتَرَفْنا * بِأَنَّنَا اقْتَرَفْنَا
Wahai Tuhan kami! kami mengakui telah berbuat dosa

وَاَنَّنَا اَسْرَفْنَا * عَلَى لَظَى اَشْرَفْنَا
Sungguh kami telah melampaui batas dan kami hampir masuk neraka ladho

فَتُبْ عَلَيْنَا تَوْبَةْ * تَغْسِلْ لِكُلِّ حَوْبَةْ
Maka berilah kami taubat, sucikanlah kami dari segala dosa

وَاسْتُرْ لَنَا الْعَوْرَاتِ * وَاَمِنِ الرَّوْعَاتِ
Tutuplah segala keburukan kami, amankanlah dari segala ketakutan

وَاغْفِرْ لِوَالِدِيْنَا * رَبِّ وَمَوْلُوْدِيْنَا
Wahai Tuhan ampunilah orang tua kami dan anak-anak kami

وَالْاَلِ وَالْاِخْوَانِ * وَسَائِرِالْخِلَّانِ
Ampunilah keluarga, teman-teman dan semua saudara

وَكُلِّ ذِيْ مَحَبَّةَ * أَوْ جِيْرَةٍ أَوْ صُحْبَحْ
Ampunilah kekasih, tetangga dan semua sahabat

وَالْمُسْلِمِيْنَ اَجْمَعْ * اَمِيْنَ رَبِّ اِسْمَعْ
serta semua muslim, Wahai Tuhan semoga Kau dengar kau kabulkan

فَضْلًا وَجُوْدًا مَّنَّا * لَا بِاكْتِسَابٍ مِنَّا
Dengan anugrah, kemurahan, dan kemuliaanMu, bukanlah sebab usaha kami

بِاالْمُصْطَفَى الرَّسُوْلِ * نَحْظَى بِكُلِّ سُوْلِ
Dengan wasilah Rasul Terpilih, kami peroleh segala permintaan

صَلَّى وَسَلَّمْ رَبِّ * عَلَيْهِ عَدَّ الْحَبِّ
Semoga Allah memberi rahmat dan keselamatan kepada Rasul sebanyak bijian (sebanyak-banyaknya).

وَاَلِهِ وَالصَّحْبِ * عَدَدَ طَشِّ السُّحْبِ
Kepada dan keluarganya sebanyak rintikan hujan yang turun

وَالْحَمْدُ لِلْاِلَهِ * فِيْ الْبَدْءِ وَالتَّنَاهِى
Segala puji bagi Allah dari permulaan dan penghabisan
 
Demikian mengenai ijazah wirid dari mbah Hamid Pasuruan yang sangat luar biasa. Dan semoga kita bisa mengamalkan ijazah dari beliau. Karena banyak sekali manfaat yang akan di dapatkan bagi siapa saja yang mau mengamalkan.