June 16, 2019

Amalan Atau Doa Agar Cepat di Beri Keturunan

Setiap pasangan suami istri yang sudah menikah pasti mengharapkan yang namanya seorang keturunan atau anak, dengan hadirny debuah keturunan rasanya telah lengkap dalam berumah tangga. Untuk memiliki sebuah anak berbagai ikhtiyar baik itu lahir ataupun batin terus dilakukan agar bisa hamil. Mereka juga menkonsumsi makanan atau minuman agar dapat meningkatkan kesuburan ataupun sesuatu agar bisa cepat terjadinya proses kehamilan.

Yang ingin punya anak, yang masih mengandung, yang di fonis mandul silahkan baca.

Dari Ummi Salim (Istri dari Guru Sayyid Alwalid Al Habib Umar bin Hafidz)
Bismillahir Rahmanir Rahiim.

Untuk siapa yang Mendambakan Kehamilan (Walau telah di vonis dokter mandul)

1.Baca istighfar 10.000 kali setiap hari, selama 1 minggu, Boleh dicicil, dengan syarat menghadap kiblat dan dalam keadaan berwudhu'.

2.Baca surat Alfateha 41 kali, setelah sholat sunnah fajar (sebelum sholat subuh) selama 40 hari, Agar bisa genap 40 hari, orang perempuan dianjurkan mengkonsumsi obat penunda haid.

Agar kehamilan kuat dan tak gugur ijasah dari Guru Mulia Al Habib Umar bin Muhammad bin Hafidz :

Disarankan membaca "Yaa Hasiib" 7 kali, setiap selesai sholat wajib (sambil mengelus perut).

Adab dan do'a bagi wanita hamil hingga proses melahirkan :

Para salafus sholeh mendidik anak-anak mereka semenjak dari kandungan dengan cara mengajak istrinya diwaktu hamil untuk selalu melakukan amalan2 baik seperti membaca alqur'an hingga hattam berkali-kali, bersholawat, dzikir dan selalu mendo'akan anak yang dikandung dengan harapan supaya menjadi anak yang sholeh, qurrotul 'ain Rasulullah SAW, berbakti kepada orang tuanya, mengikuti jejak para salafussholeh, menjadi orang yang bermanfaat dalam agama untuk dirinya dan umat islam dll.

Adapun do'a buat wanita hamil banyak dan diantarannya :

Do'a untuk wanita hamil (dari Habib Abdul Qodir bin Ahmad Assegaf)

Dibaca setiap habis sholat lima waktu

بسم الله الرّحمن الرّحيم

اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَ عَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّد، اللَّهُمَّ احْفَظْ وَلَدِيْ مَا دَامَ فِيْ بَطْنِي وَاشْفِهِ مَعَ أُمَةِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَ سَلَّمَ نَبِيِّكَ وَ رَسُوْلِكَ، أَنْتَ شَافٍ لاَ شِفَاءَ إِلاَّ شِفَاءُكَ شِفَاءً عَاجِلاً لاَيُغَادِرُ سَقَمًا، اللَّهُمَّ  صَوِّرْهُ فِيْ بَطْنِيْ صُوْرَةً  حَسَنَةً، وَثَبِّتْ قَلْبَهُ إِيْمَانًا بِكَ وَ بِرَسُوْلِكَ، اللَّهُمَّ  أَخْرِجْهُ مِنْ بَطْنِيْ وَقْتَ وِلاَدَتِيْ سَهْلاً وَ سَلِيْمًا فِيْ الدُّنْيا و الآخرة، و تقبل دعاءنا كما تقبلت دعاء نبيك و رسولك سيدنا محمد صلى الله عليه و آله و سلم، اللهم احفظ الولد الذي أَخْرَجَكَ مِنْ عَالَمِ الظَّلاَمِ إِلَى عَالَمِ النُّوْرِ وَ اجْعَلْهُ صَحِيْحًا كَامِلاً عَاقِلاً لَطِيْفَا، اللَّهُمَّ اجْعَلْهُ شَهِيْدًا وَ مُبَارَكًا و َعَالِمًا وَ حَافِظًا مِنْ كَلاَمِكَ اْلمَكْنُوْنِ وَكِتَابِكَ الْمَحْفُوْظِ، اللّهُمَّ طَوِّلْ عُمْرَهُ وَ صَحِّحْ جَسَدَهُ وَأَفْصِحْهُ لِقِرَاءَةِ اْلقُرْآنِ اللَّهُمَّ اجْعَلْهُ صَبْرًا مِنَ اْلمَرَضِ وَ اْلأَسْقَامِ وَالْعَطَشِ بِبَرْكَةِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَآلهِ وَ سَلَّمَ وَ جَمِيْعِ اْلأَنْبِيَاءِ وَ اْلمُرْسَلِيْنَ وَ اْلمَلاَئِكَةِ اْلمُقَرَّبِيْنَ، إِنَّ اللهَ وَ مَلاَئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيْ يَآ أَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمَا، وَآخِرُ دَعْوَانَا أَنِ اْلحَمْدُ لِلّهِ رَبِّ اْلعَالَمِيْنَ.آمين

Do'a dari Al Habib Ahmad bin Hasan Al Athos di dalam kitab tadzkirun nas agar tidak keguguran insyaallah, maka dianjurkan bagi wanita hamil untuk meletakkan tangannya diatas perutnya sambil membaca ya hasiib 7 kali disetiap habis sholat 5 waktu :
يا حسيب x٧

Dan adapun do'a untuk memudahkan proses melahirkan sebagaimana yang disebutkan dalam kitab al-adzkar dari hadist Rasulullah SAW dan diamalkan salafussholeh, yaitu terlebih dahulu membaca ayat kursi :

اللهُ لآَ إِلَهَ إِلاَّ هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّومُ، لاَ تَأْخُذُهُ سِنَةٌ و َلاَ نَوْمُُ، لَّهُ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَ مَا فِي اْلأَرْضِ، مَن ذَا الَّذِي يَشْفَعُ عِندَهُ إِلاَّ بِإِذْنِهِ، يَعْلَمُ مَا بَيْنَ أَيْدِيهِمْ وَ مَاخَلْفَهُمْ و َلاَ يُحِيطُونَ بِشَيْءٍ مِّنْ عِلْمِهِ إِلاَّ بِمَا شَآءَ، وَسِعَ كُرْسِيُّهُ السَّمَاوَاتِ وَ اْلأَرْضَ، و َلاَ يَئُودُهُ حِفْظُهُمَا و َهُوَ الْعَلِيُّ الْعَظِيم.

Lalu bacalah ayat dibawah ini 3 kali:

إِنَّ رَبَّكُمُ اللهُ الَّذِيْ خَلَقَ السَّمَاوَاتِ و الأرض في ستة أيام ثم استوى على العرش. يغشي الليل و النهار يطلبه حثيثا و الشمس و القمر و النجوم مسخرات بأمره. الا له الخلق و الأمر. تبارك الله رب العالمين x٣

Kemudian baca surat al ikhlas dan mu'awwidzatain dan al fatehah :

بسم الله الرحمن الرحيم
قل هو الله أحد، الله الصمد، لم يلد و لم يولد، و لم يَكُـنْ لَهُ كُفُـوًا أَحَـدٌ

بِسْم اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْمِ
قُلْ أَعُوْذُ بِرَبِّ الْفَلَقِ، مِنْ شَرِّ ماَ خَلَقَ، و َمِنْ شَرِّ غَاسِقٍ إِذَا وَقَبَ، و َمِنْ شَرِّ النَّفَّاثَاتِ فِي الْعُقَدِ، و َمِنْ شَرِّ حَاسِدٍ إِذَا حَسَد

بِسْم اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْمِ
قُلْ أَعُوْذُ بِرَبِّ النَّاسِ، مَلِكِ النَّاسِ، إِلَهِ النَّاسِ، مِنْ شَرِّ الْوَسْوَاسِ الْخَنَّاسِ، الذي يوسوس في صدور الناس، من الجنة و الناس

بسم الله الرحمن الرحيم
الحمد لله رب العالمين، الرحمن الرحيم، مالك يوم الدين، إياك نعبد و إياك نستعين، اهدنا الصراط المستقيم، صراط الذين أنعمت عليهم غير المغضوب عليهم و لا الضآلين. آمين

Kemudian perbanyaklah do'a alkarb :

لا إله إلا الله اْلعَظَيم الحليمِْ، لا إله إلا الله رب العرش العظيم، لاَاِلَهَ اِلاَّاللهُ رَبُّ السَّمَاوَاتِ السَّبْعِ وَ الأَرَضِيْنَ السَّبْعِ وَ رَبُّ اْلعَرْشِ اْلكَرِيْمِ.

Kemudian bagi suami dianjurkan untuk memperbanyak bacaan do'a dibawah ini ketika istrinya sudah ada tanda2 melahirkan :

حنا ولدت مريم، مريم ولدت عيسى أخرج أيها المولود بإذن الملك المعبود

Apabila bayi lahir maka lakukanlah sebagaimana yang dilakukan Rasulullah SAW, yaitu adzan ditelinga kanan dan iqomat ditelinga kiri kemudian membaca surat al ikhlas :

بسم الله الرّحمن الرّحيم

ُقل هو الله أحد، الله الصمد، لم يلد و لم يولد، و لم يَكُـنْ لَهُ كُفُـوًا أَحَـدٌ

Dan diantara amalan salafuna sholeh membacakan dan tangan diatas kepala anak kecil atau masih bayi surat Al Qodar 3x :
بسم الله الرحمن الرحيم
إنا أنزلنه في ليلة القدر، و مآ أدرىك ما ليلة القدر، ليلة القدر خير من ألف شهر، تنزل الملائكة و الروح فيها بإذن ربهم من كل أمر، سلام هي حتى مطلع الفجر.

Kemudian membaca surat alam nasyroh dan tangan didada bayi atau anak kecil :
بسم الله الرحمن الرحيم
ألم نشرح لك صدرك، و وضعنا عنك وزرك، الذي أنقض ظهرك، و رفعنا لك ذكرك، فإن مع العسر يسرا، إن مع العسر يسرا، فإذا فرغت فانصب، و إلى ربك فارغب.

Didalam kitab ALFAWAIDUL MUKHTAR
 
OLEH HABIB ZEIN BIN SUMAITH dinukil dari amalan salaf, dianjurkan agar (orang tua) memegang kepala anaknya sambil membaca do'a :
الشهيد الشهيد x٧  البار البار x٧

Dan disebutkan didalam nasehat Al Habib Aly bin Muhammad Al Habsyi tentang amalan diatas insyaallah kelak ketika dewasa menjadi anak yang sholeh sesuai apa yang diharapkan orang tuanya.
Ada sebagian amalan ketika bayi baru lahir yaitu dengan menulis dikening dihari kelahiran bayi kalimat basmalah بسم الله الرحمن الرحيم kemudian hari berikutnya ditulis huruf-huruf hijaiyah begitu seterusnya ditiap harinya sampai selesai dari huruf-huruf tersebut, setelah itu tulislah asma'ul husna ditiap harinya dari kalimat Allah sampai Asshobur.

Jika perilaku dan sikap anak2 anda tidak sesuai dengan tabiat anda yaitu tidak berbudi baik, maka do'akanlah mereka :
اللهم بارك لي في أولادي، و احفظهم و لا تضرهم، و ارزقني برهم.

Disamping mereka para salafussholeh menekankan pendidikan agama dan keteladanan akhlak yang terpuji untuk anak2x dan keluarga dirumah mereka, dahulu kaum salafussholeh mendidik anak2 mereka agar percaya penuh kepada Allah dan mengagungkan perintah-perintahnya sejak mereka masih kecil.
orang maghrabi menyuruh kaum ibu yang sedang menyusui anak-anaknya untuk berdzikir kepada Allah sembari memberikan air susu kepada anaknya (sebagaimana disebutkan oleh Al Habib Aly bin Muhammad Al Habsyi).

Sesungguhnya perempuaan yang sedang hamil memperoleh pahala seperti pahalanya orang yang sedang berpuasa sambil perang di jalan Allah.





Itulah bebrapa amalan atau doa yang bisa anda lakukan, bagi anda yang belum diberikan keturunan atau anak oleh Allah. Insya Allah dengan izin Allah anda akan segera diberikan anak. Semoga bermanfaat

June 2, 2019

Doa Selamat Dunia Akhirat Lengkap Arab dan Artinya

Sebagai manusia dan seorang muslim, tentunya kita hanya bisa memohon dan meminta doa agar terhindar dari segala mara bahaya yang akan menimpa kita dan datangnya tidak pernah diketahui, salah satunya dengan cara memanjatkan doa selamat.
Sering kali kita mendengar baik itu ketika sholat jamaah atau dalam suatu majlis ilmu mendengar para ustad atau imam membaca doa selamat namun tidak banyak yang paham maksud dan tujuan dan artinya. Bagi kalian semua yang belum tahu mengenai doa selamat atau masih dalam tahap belajar, pada kalai ini akan saya berikan mengenai doa selamagt dunia akhirat lengkap beserta arab dan artinya. Untuk lebih jelasnya mari simak ulasan dibawah ini.

Bacaan Doa Selamat

Berikut ini adalah doa selamat sebagaimana yang telah dijelaskan dalam Al Quran pada surat Al Baqarah ayat ke 286 berikut ini :

رَبَّنَا لَا تُؤَاخِذْنَا إِنْ نَّسِيْنَا أَوْ أَخْطَأْنَاۚ رَبَّنَا وَلَا تَحْمِلْ عَلَيْنَا إِصْرًا كَمَا حَمَلْتَهٗ عَلَى الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِنَاۚ رَبَّنَا وَلَا تُحَمِّلْنَا مَا لَا طَاقَةَ لَنَا بِهٖۚ وَاعْفُ عَنَّاۗ وَاغْفِرْ لَنَاۗ وَارْحَمْنَاۗ أَنْتَ مَوْلٰنَا فَانْصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكٰفِرِيْنَ

Bacaan Doa Selamat Latin

RABBANA LAA TUAKHIDNA INNA SINNA AU AKHTA'NA 'RABBANA WALA TAHMIL ALAINAA ISRAN KAMAA HAMALATAHU ALALLADZINA MIN QABLINAA RABBANA WALA TUHAMILNAA MAA LA THOO QATA LANAA BIHII 'WA'FU ANNAA WAGHFIRLANAA WATARHAMNAA ANTA MAULANAA FANSURNAA ALALQUMIL KAFIRIINA

Artinya :
"Ya Allah, janganlah engkau siksa kamikarena kami lupa atau bersalah, Ya Allah, jangan bebankan pada kami beban berat seperti Engkau bebankan pada orang sebelum kami, Ya Allah, janganlah Engkau pikulkan pada kami apa yang mana tidak sanggup untuk kami pikul. Ampunilah dan maafkanlah, serta rahmatilah kami. Engkau penolong kami, maka tolonglah kami untuk mengalahkan orang-orang kafir." (Qs Al Baqarah : 286)

Doa Selamat Panjang

Selain doa diatas, ada juga doa selamat panjang namun sering singkat yang mana telah sering dibacakan dan juga sering kita dengar setelah selesai sholat ataupun dalam suatu majelis, dan berikut ini adalah doanya :

اَللهُمَّ اِنَّا نَسْأَلُكَ سَلاَمَةً فِى الدِّيْنِ وَعَافِيَةً فِى الْجَسَدِ وَزِيَادَةً فِى الْعِلْمِ وَبَرَكَةً فِى الرِّزْقِ وَتَوْبَةً قَبْلَ الْمَوْتِ وَرَحْمَةً عِنْدَ الْمَوْتِ وَمَغْفِرَةً بَعْدَ الْمَوْتِ. اَللهُمَّ هَوِّنْ عَلَيْنَا فِى سَكَرَاتِ الْمَوْتِ وَالنَّجَاةَ مِنَ النَّارِ وَالْعَفْوَ عِنْدَ الْحِسَابِ رَبَّنَا لاَتُزِغْ قُلُوْبَنَا بَعْدَ اِذْهَدَيْتَنَا وَهَبْ لَنَا مِنْ لَدُنْكَ رَحْمَةً اِنَّكَ اَنْتَ الْوَهَّابُ رَبَّنَا أَتِنَا فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي اْلأَخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

Artinya :
"Ya Allah, sesungguhnya kami memohon kepadamu keslamatan dalam agama, kesehatan dalam tubuh, bertambah dalam ilmu, dan keberkahan rizki, taubat sebelum mati, mendapat rahmat sebelum mati, dan mendapat ampunan sesudah mati. Ya Allah ya Tuhanku ringankanlah saya dari sakaratul maut, lepasakan dari api nerakadan mendapat maaf ketika dihisab. Ya Allah jangnlah engkau goyahkan kamiketika kami sudah mendapatkan petunjuk, beri kami rahmatmu yang maha pengasih. Ya Allah berikan juga hamba kebaikan didunia dan akhirat dan jauhkan kami dari siksa apai beraka."

Disamping itu juga ada doa yang biasa dikenal dengan doa sapu jagad. Disebut dengan sapu jagad karena doa ini walaupun pendek namun khasiatnya sangatlah dahsyat dan banyak manfaatnya. 

Doa Sapu Jagad

رَبَّنَا أَتِنَا فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي اْلأَخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ
Doa Sapu Jagad Latin

RABBANAA ATINAA FID DUNYAA HASANAH WA FIL AKHIRATI KHASANATA WA QINAA ADZAABAN-NAARI

Artinya :
"Ya Allah ya Tuhan kami, berikanlah kami kebaikan hidup didunia dan kebaikan diakhirat, dan jagalah kami dari siksa apai neraka."

Untuk doa sapu jagad sendiri Rasulullah juga memerintahkan untuk selalu membaca doa ini, dan jangan sampai meninggalkannya. Sebagai mana dalam hadist yang diriwayatkan Abu Daud berikut ini.
Dari Aisyah radiyallahu'anhaa, beliau berkata :

كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَسْتَحِبُّ الْجَوَامِعَ مِنْ الدُّعَاءِ وَيَدَعُ مَا سِوَى ذَلِكَ
Artinya :
"Rasulullah SAWenyukai doa-doa yang singkat padat dan meninggalkan selain itu." (HR Abu Daud : 1482)

Itulah mengenai beberapa doa selamat dunia akhirat, dan agar terhindar dari segala mara bahaya. Sempga dengan doa ini bisa menambah manfaat dan memberi wawasan bagi anda yang belum tahu.




 

 


May 28, 2019

Doa Malam Lailatul Qadar Sebagaimana yang di Panjatkan Nabi

Bulan Ramadhan merupakan bulan yang sangat mulia dan suci khususnya bagi seluruh umat Islam di Dunia. Tidak hanya itu saja pada bula Ramadhan merupakan bulan penuh keberkahan dan rahmat Allah yang akan diberikan pada hambanya terkhusus bagi mereka yang mau melakukan ibadah puasa.
Ada satu malam yang akan terjadi pada malam Ramadhan. Dalam Alquran, keutamaan malam lailatul qadar lebih baik dari pada malam seribu bulan. Lalu yang menjadi pertanyaan kapan datangnya malalam lailatul qadar tersebut? Rasulullah mengisyaratkan bahwa turunya malam lailatul qadar adalah pada 10 hari terakhir bulan Ramadhan. Lebih khusus lagi datangnya malam lailatul qadar pada malam-malam ganjil seperti malam 21, 23, 25, 27, 29 sepluluh hari bulan Ramadhan.

Nah bagi siapa saja yang mengalami malam lailatul qadar ini merupakan orang-orang yang beruntung, seperti yang sudah kita dengar malam lailatul qadar adalah lebih baik dari pada malam seribu bulan. Untuk itu bagi kalian yang ingin bertemu malam lailatul qadar ini sebaiknya lakukan amalan-amalan sunnah seperti sholat malam, membaca Alquran, berdzikir dan membaca doa malam lailatul qadar.

Dalam sebuah hadist Nabi yang diriwayatkan oleh Imam Tirmidzi, Imam Nasa'i dan Ibnu Majjah, suatu ketika istri Nabi yang bernama Siti Aisyah pernah bertanya kepada beliau perihal doa yang paling baik saat malam lailatul qadar yang mana keutamaanya melebihi seribu bulan. Lantas Nabi menjawab :"Bacalah doa ini,

اللَّهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ تُحِبُّ العَفْوَ فَاعْفُ عَنِّي
Allahumma Innaka 'Afuwun Kariim Tukhibbul Afwa Fa'fu 'Anni

Artinya :
"Ya Allah, sesungguhnya Engkau maha pemaaaf lagi maha mulia, Engkau menyukai ampunan maka ampunilah aku."

Menurut Imam Nawawi dalam kitabnaya Al-Adzkar mejelaskan bahwasanya saat mendapatkan malam lailatul qadar perbanyaklah membaca doa ini, serta perbanyaklah amalan sunnah lain seperti sholat sunnah, berdzikir dan lain sebagainya.

Maka dari pada itu alangkah baiknya jika sejak awal mulai datangnay bulan Ramadahan sudah mulai membaca doa ini agar mendapatkan keistimewaan malam lailatul qadar yang mana sengaja dirahasikan oleh Allah supaya manusia istiqamah untuk beribadah dan beramal baik.

Demikianlah mengenai doa malam lailatul qadar sebagaiman yang dipanjatkan oleh Nabi Muhammad SAW. Semoga kita selalu istiqamah untuk beribadah pada bulan ramadhan dan bulan selain ramadhan. Semoga bermanfaat

May 25, 2019

Niat Puasa Syawal, Tata Cara dan Keutamaannya

Puasa syawal adalah salah satu diantara puasa sunnah yang sangat dianjurkan bagi kaum muslimin. Hukum puasa sunnah syawal sendiri adalah sunnah muakkad atau sunnah yang sangat dianjurkan. Mengenai hukum puasa syawal sendiri yaitu sesuai dengan hadist Nabi Muhammda SAW berikut ini.

مَنْ صَامَ رَمَضَانَ ثُمَّ أَتْبَعَهُ سِتًّا مِنْ شَوَّالٍ كَانَ كَصِيَامِ الدَّهْرِ
Artinya :
"Barang siapa berpuasa di bulan Ramadhan, kemusian mengikutinya enam hari dibulan syawal. maka ia seperti puasa setahum." (HR Muslim)

Sungguh sangat beruntung bagi orang yang mau menjalankan puasa sunnah dibulan syawal ini, karena cukup dengan berpuasa enam hari dibulan syawal pahalanya seperti puasa satu tahun.

Waktu Puasa Syawal

Puasa syawal sendiri dilakukan enam hari dibulan syawal, yaitu mulai tanggal 2 syawal atau setelah sehari hari raya idul fitri. Adapun ketika hari raya sendiri diharmakan untuk berpuasa. Sedangakn untuk tata cara pelaksanaanya menurut Imam Syafi;i dan Hanafi, puasa syawal lebih diutamakan biloa dikerjakan secara berurutan yaitu sejak tanggal 2 syawal sampai dengan tanggal 7 syawal.

Niat Puasa Syawal

Semua telah diketahui dan telah disepakati oleh para ulama bahwasanya niat sendiri letaknya adalah ada didalam hati. Niat tidak harus dengan dilafadzkan, karena melafalkan niat bukanlah termasuk kedalam syarat. Akan tetapi akan lebih baikanya lagi jika keduanya sama-sama dilakukan. Karena dengan melafalakan niat bisa membantu hati dalam menghadirkan niat. 

Nah bagi kalian yang melafalkan niat atau sedang mencari mengenai lafal niat puasa sunnah syawal adalah sebagai berikut :

نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ سِتَةٍ مِنْ شَوَالٍ سُنَّةً لِلّٰهِ تَعَالَى
 Nawaitu shauma ghodin 'ansittatain syawali sunnatal lillahi ta'ala

Artinya ;
"Saya berniat puasa sunnah enam hari bulan syawal karena Allah ta'ala"

Tata Cara Puasa Syawal 

Untuk tata cara puasa sunnah syawal sendiri adalah sebagi berikut :

1. Puasa sunnah syawal dilakukan selama enam hari setelah hari raya idul fitri

2. Lebih utamanya jika dilakukan sehari setelah hari raya idul fitri, namun juga tidak apa-apa jika pelaksanaanya diakhirkan selama masih bulan syawal.

3. Puasa syawal sebaiknya jika dikerjakan secara berurutan yakni sejak tanggal 2 syawal sampai dengan tanggal 7 syawal.

4. Diysahan untuk mengerjakan puasa Qadha terlebih dahulu agar mendapat pahal puasa sunnah syawal yaitu pahalanya sama dengan puasa selama atau tahun penuh.

5. Puasa syawal boleh dikerjakan pada hari jumat atau sabtu.

Keutamaan Puasa Sunnah Syawal

Untuk keutamaanya sebagai mana sudah dijelaskan diatas bahwa pahala bagi orang yang puasa syawal adala seperti puasa satu tahun. Hal ini sebagai mana dalam hadist Nabi berikut ini :

نْ ثَوْبَانَ مَوْلَى رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ- عَنْ رَسُولِ اللَّهِ -صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّهُ قَالَ : مَنْ صَامَ سِتَّةَ أَيَّامٍ بَعْدَ الْفِطْرِ كَانَ تَمَامَ السَّنَةِ :مَنْ جَاءَ بِالْحَسَنَةِ فَلَهُ عَشْرُ أَمْثَالِهَا
Artinya :
"Dari Tsyauban, bekas budak Rasulullah SAW, dari Rasulullah SAW bersabda : "Barnag siapa puasa enam hari dibulan syawal setelah hari raya idul fitri, maka ia telah menyempurnakan puasa setahun penuh. Karena siapa saja yang melakukan kebaikan, maka akan dibalas sepuluh kebaikan semisal." (HR Ibnu Majah Al Hafidz, Abu tahir mengatakan bahwa hadist ini adalah shahih)

Rasulullah SAW juga bersabda dalam bebrapa hadist shahih berikut ini.

مَنْ صَامَ رَمَضَانَ ثُمَّ أَتْبَعَهُ سِتًّا مِنْ شَوَّالٍ كَانَ كَصِيَامِ الدَّهْرِ
Artinya :
"Barang siapa berpuasa dibulan Ramadhan, kemudian mengikutinya enam hari dibulan syawal, maka ia seperti puasa setahun." (HR Muslim)

Demikianlah megenai pembahsan puasa sunnah pada bulan syawal yaitu mulai dari niat, tata car adan keutamaan yang kan diperoleh bagi yang mau mengerjakan pauasa sunnah ini. Semoga bermnafaat


 

May 23, 2019

Sejarah Syi'ah dan Pokok Ajaranya

Mengenai kemunculan syi’ah dalam sejarah terdapat perbedaan dikalangan ahli. Menurut Abu Zahrah, syi’ah mulai muncul pasda masa akhir pemerintahan Usman bin Affaan kemudian tumbuh dan berkembang pada masa pewmerintahan Ali bin Abi Thalib, adapun menurut Watt, syi’ah baru benar-benar. Muncul ketika berlangsung peperangan antara Ali dan Mu’awiyah yang dikenal dengan perang Shiffin. Dalam peperangan ini, sebagai respon atas penerimaan Ali terhadap arbritase yang ditawarkan Mu’awiyah. Pasukan Ali diceritakan terpecah menjadi dua. Satu kelompok mendukung sikap Ali (Syi’ah) dan kelompok mendak sikap Ali (Khawarij).
Kalangan syi’ah sendiri berpendapat bahwa kemunculan syi’ah berkaitan dengn masalah penganti (Khilafah) Nabi SAW. Mereka menlak kekhalifahan Abu Bakar, Umar bin Khathtab, dan Usman bin Affan karena dalam pandangan mereka hanya Ali bin Abi Thalib  yang  berhak mengantikan Nabi SAW. Kepemimpinan Ali dalam pandangan syi’ah tersebut sejalan dengan isyarat-isyarat yang diberikan Nabi SAW, pada masa hidupnya. Pada awal kenabian ketika Muhammad SAW diperintahkan menya,paikan dakwah ke kerabatnya, yang pertama menerima adalah Ali bin Abi Thalib. Diceritakan bahwa Nabi pada saat itu mengatakan bahwa orang yang pertama menemui ajakannya akan menjadi penerus dan pewarisnya. Selain itu, sepanjang kenabian Muhammad, Ali merupakan orang yang luar biasa besar.

Bukti utama tentang sahnya Ali sebagai penerus Nabi adalah peristiwa Ghadir Khumm. Diceritakan bahwa ketika kembali dari haji terakhir, dalam perjalanan dari Mekkah ke Madinah di suatu padang pasir yang bernama Ghadir Khumm. Nabi memilih Ali sebagai pengantinya dihadapan massa yang menyertai beliau. Pada peristiwa itu, Nabi tidak hanya menetapkan Ali sebagai pemimpin umum umat (walyat-i ‘ammali), tetapi juga menjadikna Ali sebagaimana Nabi sendiri, sebagai pelindung (wali) mereka. Namun realitasnya berbicara lain.

Berlawanan dengan harpan mereka, ketika nabi wafata dan jasadnya belum dikuburkan, ada kelompok lain yang pergi ke masjid untuk menentukan pemimpin yang baru karena hilangnya pemimpin yang secara tiba-tiba, sedangkan anggota keluarga nabi dan  beberapa sahabat masih sibuk dengan  persiapan upacara pemakaman Nabi. Kelompok inilah yang kemudian menjadai mayoritas bertindak lebih jauh dan dengan sangat tergesa-gesa memilih pemimpin yang baru dengan alasan kesejahteraan umat dann memcahkan masalah mereka saat itu. Mereka melakukan itu tanpa berunding dahulu dengan ahlul bait, kerabat, atau pun sahabat yang pada saat itu masih mengurusi pemakaman. Mereka tidak memberi tahu sedikitpun. Dengan demikian, kawan-kawan Ali dihdapkan pada suatu hal yang sudah tak bias berubah lagi (faith accomply).

Karena kenyataan itulah muncul suatu sikap dari kalangan kaum  muslimin yang menentanga kekhalifahan dan kaum mayoritas dalam masalah-masalah kepercayaan tertentu. Mereka tetap berpendapat bahwa pengganti nabi dan penguasa keagamaan yang sah adalah Ali. Mereka yakin bahwa semua masalah kerohanian dan agama harus merujuk kepadanya dan mengajak masyarakat mengikutinya. Kaum inilah yang disebut dengan kaum Syi’ah. Namun lebih dari pada itu, seperti yang dikatakan Nasr, sebab utama munculnya Syi’ah terletak pada kenyataan bahwa kemungkinan ini ada dalam wahyu islam sendiri, sehingga mesti diwujudkan.

Perbedaan pendapat dikalangan para ahli mengenai kalangan Syi’ah merupakan sesuatu yang wajar. Para ahli berpegang teguh pada fakta sejarah “perpecahan” dalam Islam yang memang mulai mencolok pada masa pemerintahan Usman bin Affan dan memperoleh momentumnya yang paling kuat pada masa pemerintahan Ali bin Abi Thalib, tepatnya setelah Perang Siffin. Adapun kaum Syi’ah, berdasarkan hadits-hadits yang mereka terima dari ahl al-bait, berpendapat bahwa perpecahan itu sudah mulai ketika Nabi SAW. Wafat dan kekhalifahan jatuh ke tangan Abu Bakar. Segera setelah itu terbentuklah Syi’ah. Bagi mereka, pada masa kepemimpinan Al-Khulafa Ar-rasyidin sekalipun, kelompok Syi’ah sudah ada. Mereka bergerak di bawah permukaan untuk mengajarkan dan menyebarkan doktrin-doktrin syi’ah kepada masyarakat.

Syi’ah mendapatkan pengikut yang besar terutama pada masa dinasti Amawiyah. Hal ini menurut Abu Zahrah merupakan akibat dari perlakuan kasar dan kejam dinasti ini terdapat ahl al-Bait. Diantara bentuk kekerasan itu adalah yang dilakukan pengusaha bani Umayyah. Yazid bin Muawiyah, umpamanya, pernah memerintahkan pasukannya yang dipimpin oleh Ibn Ziyad untuk memenggal kepala Husein bin Ali di Karbala.[12] Diceritakan bahwa setelah dipenggal, kepala Husein dibawa ke hadapan Yazid dan dengan tonkatnya Yazid memukul kepala cucu Nabi SAW. Yang pada waktu kecilnya sering dicium Nabi. Kekejaman seperti ini menyebabkan kebagian kaum muslimin tertarik dan mengikuti mazhab Syi’ah, atau paling tidak menaruh simpati mendalam terhadap tragedy yang menimpa ahl al-bait.

Dalam perkembangan selain memperjuangkan hak kekhalifahan ahl-al bait dihadapan dinasti Ammawiyah dan Abbasiyah, syi’ah juga mengembangkan doktrin-doktrinnya sendiri. Berkitan dengan teologi, mereka mempunyai lima rukun iman, yakni tauhid (kepercayaan kepada kenabian), Nubuwwah (Percaya kepada kenabian), Ma’ad (kepercyaan akan adanya hidup diakhirat), imamah (kepercayaan terhadap adanya imamah yang merupakan ahl-al bait), dan adl (keadaan ilahi). Dalam Ensiklopedi Islam Indonesia ditulis bahwa perbedaan antara sunni dan syi’ah terletak pada doktrin imamah.[14] Meskipun mempunyai landasan keimanan yang sama, syi’ah tidak dapat mempertahankan kesatuannya. Dalam perjalanan sejrah, kelompok ini akhirnya tepecah menjadi beberapa sekte. Perpecahan ini terutama dipicu oleh masalah doktrin imamah. Diantara sekte-sekte syi’ah itu adalah Itsna Asy’ariyah, Sab’iyah. Zaidiyah, dan Ghullat.

Pokok-pokok Ajaran  Syi'ah

Kaum Syi’ah memiliki 5 pokok pikiran utama yang harus dianut oleh para pengikutnya diantaranya yaitu at tauhid, al ‘adl, an nubuwah, al imamah dan al ma’ad.

a. At tauhid

Kaun Syi’ah juga meyakini bahwa Allah SWT itu Esa, tempat bergantung semua makhluk, tidak beranak dan tidak diperanakkan dan juga tidak serupa dengan makhluk yang ada di bumi ini. Namun, menurut mereka Allah memiliki 2 sifat yaitu al-tsubutiyah yang merupakan sifat yang harus dan tetap ada pada Allah SWT. Sifat ini mencakup ‘alim (mengetahui), qadir (berkuasa), hayy (hidup), murid (berkehendak), mudrik (cerdik, berakal), qadim azaliy baq (tidak berpemulaan, azali dan kekal), mutakallim (berkata-kata) dan shaddiq (benar). Sedangkan sifat kedua yang dimiliki oleh Allah SWT yaitu al-salbiyah yang merupakan sifat yang tidak mungkin ada pada Allah SWT. Sifat ini meliputi antara tersusun dari beberapa bagian, berjisim, bisa dilihat, bertempat, bersekutu, berhajat kepada sesuatu dan merupakan tambahan dari Dzat yang telah dimilikiNya.

b. Al ‘adl

Kaum Syi’ah memiliki keyakinan bahwa Allah memiliki sifat Maha Adil. Allah tidak pernah melakukan perbuatan zalim ataupun perbuatan buruk yang lainnya. Allah tidak melakukan sesuatu kecuali atas dasar kemaslahatan dan kebaikan umat manusia. Menurut kaum Syi’ah semua perbuatan yang dilakukan Allah pasti ada tujuan dan maksud tertentu yang akan dicapai, sehingga segala perbuatan yang dilakukan Allah Swt adalah baik. Jadi dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa konsep keadilan Tuhan yaitu Tuhan selalu melakukan perbuatan yang baik dan tidak melakukan apapun yang buruk.Tuhan juga tidak meninggalkan sesuatu yang wajib dikerjakanNya.

c. An nubuwwah

Kepercayaan kaum Syi’ah terhadap keberadaan Nabi juga tidak berbeda halnya dengan kaum muslimin yang lain. Menurut mereka Allah mengutus nabi dan rasul untuk membimbing umat manusia. Rasul-rasul itu memberikan kabar gembira bagi mereka-mereka yang melakukan amal shaleh dan memberikan kabar siksa ataupun ancaman bagi mereka-mereka yang durhaka dan mengingkari Allah SWT. Dalam hal kenabian, Syi’ah berpendapat bahwa jumlah Nabi dan Rasul seluruhnya yaitu 124 orang, Nabi terakhir adalah nabi Muhammad SAW yang merupakan Nabi paling utama dari seluruh Nabi yang ada, istri-istri Nabi adalah orang yang suci dari segala keburukan, para Nabi terpelihara dari segala bentuk kesalahan baik sebelum maupun sesudah diangkat menjadi Rasul, Al Qur’an adalah mukjizat Nabi Muhammad yang kekal, dan kalam Allah adalah hadis (baru), makhluk (diciptakan) hukian qadim dikarenakan kalam Allah tersusun atas huruf-huruf dan suara-suara yang dapat di dengar, sedangkan Allah berkata-kata tidak dengan huruf dan suara.

d. Al-Imamah

Bagi kaun Syi’ah imamah berarti kepemimpinan dalam urusan agama sekaligus dalam dunia.Ia merupakan pengganti Rasul dalam memelihara syari’at, melaksanakan hudud (had atau hukuman terhadap pelanggar hukum Allah), dan mewujudkan kebaikan serta ketentraman umat. Bagi kaum Syi’ah yang berhak menjadi pemimpin umat hanyalah seorang imam dan menganggap pemimpin-pemimpin selain imam adlah pemimpin yang ilegal dan tidak wajib ditaati. Karena itu pemerintahan Islam sejak wafatnya Rasul (kecuali pemerintahan Ali Bin Abi Thalib) adalah pemerintahan yang tidak sah. Di samping itu imam dianggap ma’sum, terpelihara dari dosa sehingga iamam tidak berdosa serta perintah, larangan tindakan maupun perbuatannya tidak boleh diganggu gugat ataupun dikritik.[18]

e. Al-Ma’ad

Secara harfiah al ma’dan yaitu tempat kembali, yang dimaksud disini adalah akhirat. Kaum Syi’ah percaya sepenuhnya bahwahari akhirat itu pasti terjadi. Menurut keyakinan mereka manusia kelak akan dibangkitkan, jasadnya secara keseluruhannya akan dikembalikan ke asalnya baik daging, tulang maupun ruhnya. Dan pada hari kiamat itu pula manusia harus memepertanggungjawabkan segala perbuatan yang telah dilakukan selama hidup di dunia di hadapan Allah SWT. Pada saaat itu juga Tuhan akan memberikan pahala bagi orang yang beramal shaleh dan menyiksa orang-orang yang telah berbuat kemaksiatan.