Hukum Mempelajari  Haid Bagi Wanita dan pria

Hukum Mempelajari Haid Bagi Wanita dan pria

Darah haid adalah darah yang keluar dari setiap rahim wanita setelah ia berumur sejurang-kurangnya 9 tahun, dan keluarnya darah tersebut tidak dikarenakan sakit. Darah haid juga tidak bisa dipisahkan dari karakter setiap wanita anak keturunan ibu Hawa. Haid juga merupakan takdir Allah yang telah ditetapkan kepada setiap wanita. Dan oleh sebab itu agama Islam sangat menuntut kepada umatnya untuk mempelajari dan mendalami ilmu haid. 
Kita semua pasti sudah tahu bahwa permasalahan dalam haid sangat erat hubunganya dengan ibadah yang dilakukan setiap harinya, seperti : shalat, puasa, membaca Al-quran dan ibadah-ibadah wajib lainya. Maka dari pada itu kita setiap wanita dituntut untuk belajar mengenai hukum-hukum haid, agar ibadahnya yang dilakukan sah menurut syara’.
Sebagai contoh kita melaksanakan puasa sedangkan kita tidak dalam keadaan suci (haid), maka puasanya tidak sah bahkan malah berdosa. Dan ketika suami dan istri berhubungan intim, sedangkan istrinya tersebut dalam keadaan tidak suci (haid) maka perbuatan tersebut tidak menjadi pahala bahkan mendapatkan dosa. Dan bagaiman bila belum mengetahui hukumnya? Memang hukum tidak diberatkan kepada orang yang belum tahu, akan tetapi dalam Islam mempelajarinya adalah suatu kewajiban baginya.

Kesalahan
Banyak sekali diatara kita wanita yang kurang memperhatikan hukum-hukum haid, sehingga pemahaman mereka seringkali salah ketika darah keluar dari masa-masa haid (istihadhoh), entah karena malas atau dianggap terlalu sulit, bahkan kalau kita cermati pada anak zaman sekarang jarang yang mau belajar mengenai huku-hukum haid. Padahal bagi setiap wanita diwajibkan untuk faham tentang hukum-hukum yang berkaitan dengan haid.

Hukum yang benar :
Wajib bagi wanita untuk mempelajari tentang hukum-hukum haid, dan bahkan jika dia sudah bersuami, akan tetapi jika suaminya juga tidak mengetahui akan hukum-hukum haid,  maka ia wajib keluar rumah untuk bertanya kepada para ulama.

Keterangan :
Wajib atas setiap seorang wanita untuk belajar ilmu yang dibutuhkan dari hukum-hukumnya haid, istihadoh dan nifas. Dan jika suaminya itu orang yang pandai maka wajib atas suaminya untuk mengajari isterinya, dan jika tidak pandai maka seorang wanita diperbolehkan keluar untuk bertanya kepada ulama’ (orang yang tahu ilmu tersebut), bahkan hukumnya wajib keluar, dan haram atas suaminya melarangnya, terkecuali suami mau bertanya dan memberikan kabar (memberi pelajaran) kepada isterinya. Dan jika demikian, maka bagi istri sudah dicukupka dengan hal itu, dan dia tidak diperbolehkan keluar (belajar) pada majelis dzikir atau belajar ilmu yang baik kecuali dengan mendapat ridho dari suaminya tersebut.

Demikianlah pembahasan mengenai hukum belajar ilmu haid bagi para wanita, semoga menjadi wawasan baru bagi wanita yang masih awam tentang hukum-hukum haid. Mohon maaf apabila ada kesalahan dan jika bermanfaat silhkan bisa di share…

Wallahu Alam Bissowab

Advertisement

Baca juga:

Blogger
Disqus
Pilih Sistem Komentar

No comments