Waktu-waktu yang dianjurkan untuk berhubungan intim (jima’) dalam Islam

Waktu-waktu yang dianjurkan untuk berhubungan intim (jima’) dalam Islam

Sebenarnya waktu atau hari dalam Islam baik semuanya, tetapi ada beberapa waktu yang lebih utama dari pada waktu yang lainya, jika kita melakukan waktu-waktu yang telah dianjurkan oleh Rasulullah maka kita akan mendapatkan keturunan yang baik  dan tentunya sempurna apa yang kita inginkan. Tetapi disini manuasia hanya ikhtiyar saja dan yang menentukan hasilnya adalah Allah Swt.
Inilah beberapa waktu yang Rasulullah anjurkan ketika mau berhubungan intim (jima’) :

1. Malam jumat
Barang siapa yang melakukan berhubungan intim (jima’)pada malam jumat setelah isya yang akhir, maka sesungguhnya diharapkan anakmu nanti akan menjadi orang yang terkemuka dikehidupan nantinya.
2. Hari jumat setelah asar
Jika kamu berhubungan intim (jima’) setelah shalat asar, maka Allah Swt akan mengkaruniakan bagimu anak yang terkenal (masthur dan alim)
3. Malam kamis
Jika kamu berhubungan intim (jima’) pada malam kamis, maka akan mengkaruniakan bagimu anak yang bijaksana atau seorang yang alim dikalangan orang-orang yang alaim.
4. Matahari ditengah langit
Jika kamu berhubungan intim (jima’) ketika matahari ditengah langit, maka Allah Swt senantiasa akan mengkaruniakan kepada kamu berdua seorang anak yang tidak akan dihampiri syaitan sehingga ia berubah (tua) dan menjadi orang yang faqih serta Allah Swt akan melimpahkan rizki kepadanya dan akan selamat dunia akhirat.
5. Malam selasa
Jika kamu  melakukan hubungan intim (jima’) kepada istrimu pada malam selasa, maka Allah akan memberi kepada kamu berdua anak yang mendapat nikmat mati syahid dan akan terhindar dari azab api neraka.
6. Malam senin
Barang siapa yang melakukan hubungan intim (jima’) kepada istrinya pada malam senin, maka sesungguhnya jika Allah Swt mengkaruniakan anak bagimu, ia akan menjadi anak yang berpegang teguh kepada kitab Allah dan akan ridha terhadap pemberian dari Allah SWt.

Waktu-waktu yang dianjurkan ketika berhubungan intim (jima’) tersebut  adalah wasiat Rasulullah terhadap sahabat Ali sebelum Rasulullah wafat.

Wallahu Alam Bissowab.

Advertisement

Baca juga:

Blogger
Disqus
Pilih Sistem Komentar

No comments