Hukum Menjual Makanan Pada Siang Bulan Ramadhon

Hukum Menjual Makanan Pada Siang Bulan Ramadhon

Puasa merupakan rukun iman yang ke empat setelah zakat. Ibadah yang satu ini hukumnya wajib bagi setiap muslim maupun muslimah. Boleh meninggalkanya jika dengan ketentuan yang sudah di jelaskan dalam syariat agama Islam. Bahkan sejak kecil anak-anak pun di latih untuk bisa mengerjakan puasa. Puasa sendiri banyak sekali macam-macamnya, ada puasa wajib, puasa sunnah, puasa nadzar dan lain sebagainya.

Kemudian yang menjadi pertanyaan banyak orang apakh boleh menjual makanan pada saat siang bulan ramadhan?

Jika kita lihat banyak orang atau warung-warung yang buka pada saat siang bulan ramadhan, bahkan hal ini sudah lumrah di kalangan masyarakat sekitar kita. Sebenarnya masih banyak jalan lain untuk mencari rezeki selain dengan menjual makanan di saat siang bulan ramadhan. Lalu bagaimana hukumnya menurut islam sendiri, yuk kita simak ulasan berikut ini.

kesalahan

Pada zaman sekarang banyak kita jumpai di pinggiran jalan selama bulan romadhon banyak warung makan yang tetap enjoy dibuka, dengan alasan warung tersebut menyediakan terhadap orang yang lapar atau yang tidak berpuasa, atau menyediakan mereka yang tidak beragama Islam, padahal menjual makanan pada saat siang bulan ramadhan hukumnya haram walau dengan alasan apapun. Dengan merekan berjualan pada bulan siang bulan ramadhan maka akan membantu orang berniat untuk membatalakan puasanya.

Hal ini sesuai dengan pengalaman banyak orang yang membatalkan puasanya dikarenakan banyak warung yang buka pada siang bulan ramadhan (gara-gara inilah berjualan pada siang ramadhan bisa mengacu ke madharat atau dosa). Dan perbuatan seperti ini merupakan dosa yang besar, karena secara tidak langsung si penjual makanan secara langsung telah membuat orang membatalkan puasanya.


Hukum yang benar

Diharamkan menjual makanana pada siang hari dibulan ramadhan, jika menyakini atau bahkan memiliki dugaan yang kuat, bahwa pembeli akan memakan makanan tersebut pada siang hari, katrena yang demikian ini termasuk maksiat (membantu perbuatan maksiat).

Keterangan dalam kitab tuhfatul muhtaj halaman 317 :

“Seperti halnya sesuatu yang duharamakan adalah, setiap tashoruf yang bisa menimbulkan maksiat, dan diharamkan pula orang Islam yang mukallaf memberikan makanana pada orang kafir di siang bulan romadhon. Begitu pula haram hukumnya, menjual makanan jika si penjual mengetahui (yakin) atau menduga, bahwa pembeli akan memakan makanan tersebut pada siang hari, sebagaimana yang difatwakan oleh guru kita Al-Syihab Al-Romli, karena itu termasuk menolong terhadap kemaksiatan, berdasarkan pendapat yang kuat, bahwa orang-orang kafir semuanya itu dituntut menjalankan furu’u al-syari’ah.”

Demikinalah mengenai pembahsan menjual makanan pada saat siang bulan ramadhan dan semoga bisa menjadikan wawasan bagi kita semua. Semoga bermanfaat
Advertisement
Blogger
Disqus
Pilih Sistem Komentar

No comments