Pengertian puasa sunah dan macam-macamnya beserta dalilnya

Pengertian puasa sunah dan macam-macamnya beserta dalilnya

Puasa Sunnah adalah puasa puasa yang dalam pelaksanaanya tidak diwajibkan, akan tetapi sangat dianjurkan dan waktu pelaksanaanya juga pada waktu-waktu tertentu. Namun ada juga puasa sunnah yang dapat dilaksanakan pada waktu-waktu kapan saja.

Prinsip  puasa sunnah, yaitu tidak boleh berpuasa secara berturut-turut tanpa berbuka sama sekali. Selain itu, pahala puasa juga hanya Allah SWT yang mengetahuinya.Adapun puasa sunnah adalah amalan yang dapat melengkapi kekurangan amalan wajib. Selain itu pula puasa sunnah dapat meningkatkan derajat seseorang menjadi wali Allah yang terdepan (as saabiqun al muqorrobun) dan lewat amalan sunnah inilah seseorang akan mudah mendapatkan cinta Allah.

Akan tetapi dalam praktiknya puasa sunah sendiri lebih sulit dilakukan dari pada puasa wajib, sebab kalau puasa wajib kita merasa terpaksa dalam menjalankanya. Namun apapun bentuk puasa baik itu sunah maupun wajib jika sudah di niati sebaik mungkin pasti akan terlaksana, karena semua itu kembali dari niat masing-masing orang.

Adapun macam-macam puasa sunah adalah sebagai berikut :

1. Puasa 6 hari dalam bulan syawwal

 Puasa sunnah yaitu puasa yang dilaksanakan setalah hari raya idul fitri atau pada tanggal 2 syawwal, yang dilakukan secara berurutan atau secara acak selama masih didalam bulan syawwal.Diriwayatkan dari Abu Ayyub al-Anshari Radhiyallahu anhu, bahwasanya Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
مَنْ صَامَ رَمَضَانَ ثُمَّ أَتْبَعَهُ سِتًّا مِنْ شَوَّالٍ كَانَ كَصِيَامِ الدَّهْرِ.
“Barangsiapa berpuasa Ramadhan, kemudian dikuti dengan berpuasa enam hari di bulan Syawwal, maka ia seperti berpuasa setahun.”

Namun Imam Maliki dalam hal ini berbeda pendapat,menurutnya puasa syawal termasuk hal yang makruh.hal ini di khawatirkan masyarakat berkeyakinan bahwa puasa itu dianggap atau termasuk puasa ramadhan,sehingga mereka mewajibkan diri mereka sendiri dan menyalahkan orang yang tidak mengerjakanya.Jadi anggapan makruh ini adalah syadz ad-dzara`i(tindakan pencegahan).Namun bagaimanapun hadis shahih tentang puasa syawal ini lebih kuat dibanding pendapat imam maliki.
2. Puasa Arafah

Diriwayatkan dari Abu Qatadah Radhiyallahu anhu, ia berkata :

,سُئِلَ رَسُوْلُ اللهِ j عَنْ صَوْمِ يَوْمِ عَرَفَةَ، فَقَالَ: يُكَفِّرُ السَّنَةَ الْمَاضِيَةَ وَالْبَاقِيَةَ. وَسُئِلَ عَنْ صَوْمِ يَوْمِ عَاشُوْرَاءَ، فَقَالَ: يُكَفِّرُ السَّنَةَ الْمَضِيَةَ
.
“Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah ditanya tentang puasa hari ‘Arafah, beliau menjawab, ‘Ia menghapus dosa-dosa setahun yang lalu dan yang akan datang.’ Beliau juga ditanya tentang puasa hari ‘Asyura, beliau menjawab, ‘Ia menghapus dosa-dosa tahun lalu.”

Yang diamaksud puasa arafah adalah puasa pada tanggal 9 dzulhijjah.puasa ini terbilang sebagai puasa paling afdhal karena pada hari itu jamaah haji sedan meakukan wukuf di padang arafah dengan mengenakan pakaian ihram,menghususkan dirinya untuk beribadah kepada Allah.
Menurut jumhur ulama puasa arafah hanya di sunnahkan kepada orang yang tidak sedang melakukan ibadah haji.Sedangkan orang yang sedang melakukan badah haji justru di makruhkan,karena dikhawatirkan akan mengurangi semangat mereka pada saat wukuf.

3. Puasa hari ‘Asyura (tanggal 10 Muharram)

Dari Abu Hurairah Radhiyallahu anhu, ia berkata, “Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
أَفْضَلُ الصِّيَامِ بَعْدَ رَمَضَانَ شَهْرُ اللهِ الْمُحَرَّمُ وَأَفْضَلُ الصَّلاَةِ بَعْدَ الفَرِيْضَةِ صَلاَةُ اللَيْلِ
.
“Sebaik-baik puasa setelah puasa bulan Ramadhan adalah puasa pada bulan Allah, bulan Muharram dan sebaik-baik shalat setelah shalat fardhu adalah shalat malam.”
Zaman dahulu puasa ini dikerjakan oleh orang-orang yahudi.Ketika rasulullah datang ke madinah beliau juga menggikuti orang-orang yahudi berpuasa,bahkan menyuruh sahabat untuk melakukan juga.Namun utuk membedakan dengan orang yahudi Rasulullah menyuruh untuk melakukan puasa di hari sebelumnya juga yaitu tanggal 9 dzulhijjah.

4. Puasa bulan Sya’ban

   Aisyah radhiyallahu ‘anha mengatakan :

لَمْ يَكُنِ النَّبِىُّ - صلى الله عليه وسلم - يَصُومُ شَهْرًا أَكْثَرَ مِنْ شَعْبَانَ ، فَإِنَّهُ كَانَ يَصُومُ شَعْبَانَ كُلَّهُ

“Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak biasa berpuasa pada satu bulan yang lebih banyak dari bulan Sya’ban. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa berpuasa pada bulan Sya’ban seluruhnya.” (HR. Bukhari no. 1970 dan Muslim no. 1156)
Rahasia di balik puasa ini sebagaimana di jelaskan oleh riwayat yang bersumber dari usamah bin zaid yang mengatakan:”Wahai Rasulullah aku belum pernah melihat engkau berpuasa satu bulan sebagai mana engkau berpuasa di bulan sya`ban.Nabi menjawab:”bulan ini adah bulan yang di apit oleh bulan rajab dan ramadhan yang dilalaikan banyak orang .Ia adalah bulan yang padanya di angkat segala amalku,karenanya aku berpuasa”.

5. Puasa hari Senin dan Kamis

Puasa hari Senin dan Kamis adalah puasa sunnah yang dilakukan setiap hari senin dan kamis. Afdhalnya puasa senin kamis ini yaitu berpuasa pada hari senin dan dikuti dengan puasa pada hari kamisnya.Nabi sangat bersungguh sungguh dalam melakukan puasa senin dan kamis.Hal ini memang karena hari tersebut adalah saat amal manusia diserahkan kepada Allah.
Menurut riwayat lain pada hari sein dan kamispintu pintu surga dibuka.Allah mengampuni setiap dosa hamba yang tidak mengandug syirik dan ada unsur permusuhan anara dua muslim.
Diriwayatkan dari Usamah bin Zaid Radhiyallahu anhuma, dia berkata, “Sesungguhnya Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam selalu berpuasa pada hari Senin dan Kamis, manakala beliau ditanya tentang hal tersebut, beliau menjawab:
إِنَّ أَعْمَالَ اْلعِبَادِ تُعْرَضُ يَوْمَ الإِثْنَيْنِ وَالْخَمِيْسِ.
“Sesungguhnya amal-amal hamba dihadapkan (kepada Allah) pada hari Senin dan Kamis.”

6. Puasa Tiga Hari di Setiap Bulan

Diantara sekian banyak puasa ada puasa tiga hari tiap-tiap bulan yang disebut Ayam al-biydh .Allah memberikan balasan satu kebaikan denga sepuluh keabaikan.jadi tiga hari puasa sama halnya puasa tigapuluh hari.
Berdasarkan riwayat dari Abu Dzarr Radhiyallahu anhu, dia berkata bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
يَا أَبَا ذَرٍّ, إِذَا صُمْتَ مِنَ الشَّهْرِ ثَلاَثَةَ أَيَّامٍ فَصُمْ ثَلاَثَةَ عَشْرَةَ وَأَرْبَعَ عَشْرَةَ وَخَمْسَ عَشْرَةَ.
“Wahai Abu Dzarr, jika engkau ingin puasa tiga hari dari suatu bulan, maka puasalah pada hari ketiga belas, empat belas, dan lima belas.”
Anjuran puasa tiga hari tiap-tiap bulan ini dalam masing masing riwayat berbeda beda.Hal ini menegaskan bahwa adanya puasa ini tidak kaku,sehingga setiap muslim boleh berpuasa di setiap bulan baik awal bulan,pertengahan maupun akhir bulan.

Sebenarnya masih banyak lagi macam-macam puasa sunah, dan insya Allah akan dijelaskan pada artikel berikutnya, demikian pembahasan mengenai macam-macam puasa sunah dan semoga bermanfaat bagi khalayak umum. Amien..

Advertisement
Blogger
Disqus
Pilih Sistem Komentar

No comments