February 9, 2018

pembagian najis dan cara mensucikanya

Najis menurut bahasa artinya kotoran, sedangkan menurut istilah najis adalah suatu kotoran yanf harus di hindari dan wajib dibersihkan oleh setiap orang islam apabila dia mengenainya. Di dalam ajaran islam sendiri ada beberapa pembagian najis mulai dari najis yang ringan sampai najis yang berat dan dari setiap najis tersebut berbeda-beda cara mensucikanya. Dalam hal ini najis sangat berpengaruh dalam ibadah shalat, dan apabila terkena najis maka shalatnya tidak akan sah sebelum disucikan. Bagi setiap muslim harus benar-banar mengetahui pengertian najis dan cara mensucikanya, dan jika orang tersebut terkena najis bias mensucikan najis dengan caranya masing-masing yang telah ditentukan oleh ajaran agama islam.
Di dalam islam najis terbagi menjadi 7 macam, atau hal yang tergolong dan masuk ke dalam najis. Ke 7 macam najis tersebut antara lain : bangkai, (kecuali bangkainya manusia, ikan dan belalang), Nanah, Darah, sesuatu yang keluar dari kubul dan dubur, babi anjing, minuman keras seoerti arak dll, dan yang ketujuh bagian binatang yabg terpisah karena dipotong dan sebagainya selagi hewan tersebut masih hidup.
Sedangkan pembagian najis dalam islam terbagi menjadi 3 macam, yaitu :

1. Najis Mukhafafah, menurut bahasa mukhaffah artinya ringan, sedangkan menutrut istilah yaitu najis yang masih tergolong ringan kelasnya, contoh najis mukhaffah yaitu, Air kencing laki-laki yang belum berumur 2 tahun dan belum pernah makan Sesutu kecuali air susu dari ibunya. Cara mensucikan/membersihkan najis mukhaffah adalah dengan cukup memercikan air ke tempat  atau badan yang terkena najis tersebut.
2. Najis Muttawasitah, pengertian najis muttawasitah adalah najis yang tergolong sedang kelasnya/tingkatanya. Contoh dari najis muttawasitah adalah kotoran yang keluar dari kubul dan dubur manusia ataupun binatang, kecuali barang cair sperti Air mani, tulang, bangkai, bulunya, keculai bangkai manusia, ikan dan belalang. Adapun cara mensucikan najis muttawasitah adalah dengan cara dicuci atau dibasuh dengan air dzat najis tersebut sudah hilang  yaitu bau, warna dan rasanya udah benar-benar hilang. Atau bias dengan cara dicuci sebanyak 3 kali.
3. Najis mughaladzah. Menurut bahasa mughaladzah artinya berat, sedangkan menurut istilah yaitu najis yang sudah tergolong berat kelasnya, contoh najis mughaladzah yaitu najis Anjing dan Babi serta keturunyanya. Hal ini juga sudah di sebutkan dalam firman Allah Swt dalam surat Al-An’am ayat 145. Adapun cara mensucikan najis mughladzah tersebut yaitu sengan cara di basuh sebanyak 7x, dan dari 7x basuhan tersebut salah satunya harus menggunakan debu/tanah karena dengan debu bias dapat menghilangkan dzat yang ada pada najis tersebut.

Demikianalah penjelasan berbagai macam najis dan tata cara mensucikanya, semoga bermanfaat bagi saya maupun khalayak umum atau yang membaca.

Walllahu A’alam Bisowab….

Artikel Terkait


EmoticonEmoticon