santri wajib tahu!! pengertian mabni, mu'rob dan pembagianya

santri wajib tahu!! pengertian mabni, mu'rob dan pembagianya

A. Pengertian I’rob
اَلإِعرَابُ هُوَ تَغْيِرُ أَوَا خِرِ اْلكَلِمِ لاِخْتِلاَ فِ العَوَا مِلِ الدَّا خِلَةِ عَلَيْهَا لَفْظًا أَوْ تَقْدِ يرًا
irob adalah perubahan di akhir kalimat di sebabkan masuknya amil yang berbeda-beda,pembahasan secara lafdhiy atau taqdiry.
    Contoh:
“huruf akhir dalam lafadz زَيد   sebelum kemasukan amil di baca waqaf yaitu tidak di I’robi juga tidak di mabnikan ,tidak di baca rofa’ juga tidak di baca selainnya. Tetapi setelah kemasukan lafadz جَاءَ   (amil yang menuntut ma’mul di baca nashob), maka di ucapkan جَاءَ زَىدٌ  . atau semisal amil jar  (amil yang mengerjakan ma’mul / majrur),maka di ucapkan رَأَيتُ زَيدًا  . perubahan akhir inilah yang di namakan I’rob.
a) Pengertian perubahan lafdzon dan taqdiran
Perubahan lafadz
Yaitu perubahan dalam ucapan,bisa di rasakan dan bisa dilihat dalam tulisannya.
Contoh : جَاءَ زَيدٌ , رَآيتُ زَيدًا , مَرَرْتُ بِزَيدٍ
Perubahan taqdir
Yaitu perubahan hanya di kira-kirakan,tidak ada perubahan dalam ucapan,tidak bisa dirasakan dan di lihat.
Contoh: جَاءَ مُوسى , رَاَيتُ مُو سَى ,مَرَرتُ بِمُوسى
b) Pengertian amil
Yaitu sesuatu (sebangsa lafadz atau dikira-kirakan),yang bisa menghasilkan suatu makna (seperti ma’na fa’liyyah atau idlofah) dan menuntut wujudnya I’rob.
Contoh :  جَاءَdalam susunan  جَاءَ زيدٌ

B. Pembagian I’rob
I’rob di bagi menjadi empat :
I’rob rofa’
I’rob nashob
I’rob jer
I’rob jazm
4 I’rob tersebut yang bisa masuk didalam kalimah isim hanya ada 3,yaitu:
I’rob rofa’
I’rob nashob
I’rob jer
I’rob jazm tidak bisa masuk didalam kalimah isim.
4 I’rob tersebut yang bisa masuk alamat fiil hanya ada 3 :
I’rob rofa’
I’rob nashob
I’rob jazm
I’rob jer tidak bisa masuk pada kalimat fiil.
C. Alamat- alamat I’rob
1. I’rob rofa’ mempunyai 4 alamat,yaitu :
Dhammah
Wawu
Alif
Nun
a. Harokat dhammah menjadi alamat I’rob menempat pada empat tempat yaitu:
1) Isim mufrad
Yaitu kalimah isim yang menunjukan makna tunggal baik itu laki-laki maupun perempuan.
Contoh :جَاءَ زَيدٌ
2) Jamak taksir
Yaitu kalimah isim yang menunjukan makna banyak laki-laki atau perempuan dan berubah dari kalimat mufradnya.
Contoh :جَاءَ رِجَالٌ
3) Jamak muannas salim
Yaitu kalimah isim yang menunjukan makna perempuan banyak dan tidak berubah dari mufradnya serta akhiranya kalimah tersebut di tambahi alif dan ta’
Contoh:  مُسْلِمَاتٌ جَائَتْ
4) Fiil mudhari yang tidak bertemu dengan شَيئٌ
Fiil mudhari’ yaitu kalimah yang menunjukan makna perbuatan seseorang dab disertai dengan zaman hal (waktu yang sedang dilakukan) atau zaman isti’bal (waktu yang akan dilakukan).
Contohيَضْرِبُ , يَفْعُلُ  :
b. Huruf wawu menjadi alamat I’rab rofa’ yaitu menempat pada dua tempat yaitu :
-Jamak mudzakar salim
yaitu kalimah isim yang menunjukan makna laki-laki banyak dan tidak berubah dari mufradnya serta akhirannya di tambahi wawu dan nun ketika tingkah rofa’ dan di tambah ya dan nun ketika tingkah nashob dan jer.
Contoh : جَاءَ زَيدُوْنَ
- Asma’ul khomsah
Yaitu kalimah isim yang jumlahnya ada 5 yaitu اَبٌ,اَحٌ ,حَمٌ ,فَمٌ ,ذُ و
Contoh :  جَاءَ اَبُوكَ
c. Aliif menjadi tanda I’rob rofa’ bertempat khusus pada isim tasniyah, isim tasniyah ialah isim yang menunjukan makna dua yang akhirannya ditambahi alif dan nun ketika tingkah rofa’ atau ya nun dalam tingkah nashob dan jer dan bisa di pisah.
Contoh :زَيْدَا نِ  جَاءَ
d. Nun menjadi alamat I’rob rofa’ terletak pada fiil mudhori yang bertemu dengan adapun ada 3 :
- Dhomir alif tasniyah                             نِ                    يَفْعَلاَ
- Dhomir wawu jamak                                    يَفْعَلُونَ
- Dhomir ya muanasah mukhotobah          تَفْعَلِينَ

2. Tanda tanda I’rob nashob ada lima yaitu :
- Fathah
- Alif
- Kasroh
- Huruf ya
- Membuang nun.
1) Fathah
Harakat fathah menjadi tanda I’rob nasob berada di tiga tempat yaitu:
a. Kalimat isim
Yaitu kalimat yang menunjukan makna benda,
Contoh : رَاَيتُ زَيدًا
b. Jamak taksir
 Yaitu kalimah isim yang menunjukan makna banyak laki-laki atau perempuan dan berubah dari kalimat mufradnya.
Contoh: رَاَيْتُ رِجَا لاً
c. Fiil mudhori yang kemasukan amil nashib dan tidak bertemu dengan شَيئ
Contoh :يَضْرِبَ  لَنْ
2) Alif
Alif menjadi alamat I’rob bertempat pada asmaul khomsah ,jadi apabila ada asmaul khomsah yang beri’rob nasob maka tandanya dengan alif,yang menjadi ganti dari pada fathah.
Contoh : رَاَيتُ اَبَا كَ ,وَاَخَا كَ
3) Harakat kasroh
Harakat kasrah menjadi tanda I’rob nasob bertempat pada jamak muannas salim
Contoh : رَاَيْتُ الْمُسْلِمَا تِ
4) Ya
Ya menjadi alamat I’rob nashob bertempat pada dua tempat yaitu
Isim tasniyah
Yaitu isim tasniyah ialah isim yang menunjukan makna dua yang akhirannya ditambahi alif dan nun ketika tingkah rofa’ atau ya nun dalam tingkah nashob dan jer dan bisa di pisah.
Contoh : رَاَيْتُ الْمُسْلِمَينِ
Jamak mudzakar salim
yaitu kalimah isim yang menunjukan makna laki-laki banyak dan tidak berubah dari mufradnya serta akhirannya di tambahi wawu dan nun ketika tingkah rofa’ dan di tambah ya dan nun ketika tingkah nashob dan jer.
Contoh : رَاَيتُ الْمُؤْ مِنِيْنَ
5) Membuang nun menjadi tanda I’rob nashob bertempat pada af’alul khomsah (fiil-fiil yang lima) yang ketika tingkah rofa’ dengan menggunakan tetapnya nun .
Contoh : اَنْ يَضْرِبَا
3. I’rob jer mempunyai tanda-tanda ada tiga ,yaitu :
- Kasroh
- Ya
- Fathah
1) Kasrah menjadi tanda I’rob jer terletak pada tiga tempat yaitu:
a. Isim mufrad
Yaitu kalimah isim yang menunjukan makna tunggal baik itu laki-laki maupun perempuan.
Contoh : فِى الْمَسْجِدِ
b. Jamak taksir
Yaitu kalimah isim yang menunjukan makna banyak laki-laki atau perempuan dan berubah dari kalimat mufradnya.
 Contoh : بِرِجَالٍ
c. Jamak muannas salim
Yaitu kalimah isim yang menunjukan makna perempuan banyak dan tidak berubah dari mufradnya serta akhiranya kalimah tersebut di tambahi alif dan ta’
Contoh :     بِمُسْلِمَا تٍ
2) Ya
Huruf ya menjadi tanda I’rob jer ada di dalam tiga tempat :
a. Asmaul khomsah
b. Yaitu kalimah isim yang jumlahnya ada 5 yaitu اَبٌ,اَحٌ ,حَمٌ ,فَمٌ ,ذُ
Contoh : مَرَرتُ بِاَ بِيْكَ
c. Isim tasniyah
Yaitu isim tasniyah ialah isim yang menunjukan makna dua yang akhirannya ditambahi alif dan nun ketika tingkah rofa’ atau ya nun dalam tingkah nashob dan jer dan bisa di pisah.
Contoh : بِزَيدَانِ ,زَيدَينِ  مَرَرتُ
d. Jamak mudzakar salim
yaitu kalimah isim yang menunjukan makna laki-laki banyak dan tidak berubah dari mufradnya serta akhirannya di tambahi wawu dan nun ketika tingkah rofa’ dan di tambah ya dan nun ketika tingkah nashob dan jer.
Contoh : زَيدِينَ
3) Fathah
Fathah menjadi tanda I’rob jer terdapat pada kalimat-kalimat isim yang tidak menerima tanwin (isim ghairu munsharif).
Contoh : مَرَرتُ بِاَحْمَدَ
4. I’rob jazm mempunyai dua tanda :
- Sukun
- Membuang
a. Sukun
Sukun menjadi tanda I’rob jazm bertempat pada fiil mudhari shahihul akhir, yaitu fiil mudhari yang huruf akhirnya bukan berupa huruf illat.
Contoh : لَمْ يَحْضُرْ زَيْدُ
Lafazh يَحْضُر di baca jazm karena kemasukan amil yang menjazmkan yaitu  لَمْ, alamat jazmnya ditandai sukun karena berada pada fiil mudhori yang sohih akhir.
b. Membuang
Membuang menjadi tanda I’rob jazm ada pada dua tempat :
1. Fiil mudhari mu’tal akhir
Yaitu fiil mudhari yang akhirnya berupa huruf illat.
Contoh : لَمْ يَرْمِ
2. Fiil-fiil yang rofa’nya dengan menetapkan nun.
Ini,berada pada fiil mudhori yang bertemu alif dhomir tasniyah,wawu dhomir jama’dan ya muannasah mukhotobah (af’alul khomsah).
Contoh : يَرْجِعَا   لَمْ asalnya يَرجِعَا ن
Di baca jazm karena kemasukan amil yang menjazmkan yaitu لَمْ alamat jazm nya di tandai dengan membuang huruf nun karena berada pada af’alul khomsah.




Advertisement

Baca juga:

Blogger
Disqus
Pilih Sistem Komentar

No comments