untuk siapakah wanita berhias diri???

untuk siapakah wanita berhias diri???

Wanita boleh saja berhias diri, karena itu merupakan tabiaat dari seorang wanita yang sangat sulit untuk ditinggalkan. Tetapi terkadang wanita salah menerapkanya dalam hal berhias. Terkadang wanita berhias hanya untuk menyombongkan kecantikan atau kemewahan kepada semua orang, mereka tidak sadar bahwa sebenarnya berhias dalam Islam hanya diperbolehkan hanya di hadapan orang-orang tertentu saja. Banyak wanita ketika mau bepergian atau keluar dari rumah mereka berhias dengan semaksimal mungkin, akan tetapi sebaliknya ketika wanita tersebut di hadapan suaminya sendiri hanya biasa-biasa saja atau bahkan tidak berhias. Sebenarnya kecantikan yang dimiliki oleh seorang wanita hanya untuk suaminya belaka bukan untuk di pamerkan kepada orang lain.
Allah SWT berfirman  dalam surat An-Nur ayat 31 :
“Dan janganlah menampakan perhiasannya kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau putra-putra mereka, atau saudara laki-laki mereja, atau putra-putra saudara perempuan mereka, atau wanita-wanita Islam, atau budak-budak yang mereka miliki, atau pelayan laki=laki yang tidak memiliki keinginan (terhadap wanita) atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat pada wanita.”
Disebutkan bahwa perhiasan wanita tadi hanya boleh diperlihatkan pada yang disebut dalam ayat tersebut.  Jika dilihat dalam surat An-Nur ayat 31 tersebut perhiasan wanita sperti kalung, cincin, gelang, hingga bedak dan kosmetik yang lainya yang ada di wajah hanya boleh ditampakan kepada orang-orang tertentu saja yaitu :
1. Suami.
2. Ayah wanita dan kakenya ke atas.
3. Ayah mertua dan jalur ke atas.
4. Anak laki-laki wanita atau anak dari suami.
5. Saudara laki-laki sekandung seayah atau seibu.
6. Anak dari saudara laki-laki atau perempuan (keponakan).
7. Wanita muslimah (tetapi sebagian ulam ada yang menyatakan seluruh wanita termasuk non muslim).
8. Hamba sahaya wanita (budak)
9. Laki-laki yang mengikuti wanita yang tidak lagi memliki syahwat kepada wanita tersebut.
10. Anak-anak lain yang belum tamyiz (belum bisa membedakan baik atau buru).
Kesimpulanya adalah selain yang sudah disebutkan tadi maka hukumnya haram jika wanita berhias untuk memamerkan kecantikan kepada orang lain.

Advertisement
Blogger
Disqus
Pilih Sistem Komentar

No comments