Fungsi Pondok Pesantren dan Jenis-Jenisnya

Fungsi Pondok Pesantren dan Jenis-Jenisnya

Pesantren pada masa yang paling awal (masa Syaikh Maulana Malik Ibrohim) berfungsi sebagai tempat pusat pendidikan dan penyiaran agama Islam, kedua fungsi ini bergerak saling menunjang, pendidikan dapat dijadikan bekal dalam mengumandangkan dakwah sedangkan dakwah itu sendiri bisa dimanfaatkan sebagai sarana dalam membangun sistem pendidikan. Oleh karena itu, menurut Ma’shum, fungsi pesantren semula mencangkup tiga aspek yaitu fungsi religius (Diniyyah), fungsi sosial (Ijtimaiyyah), dan fungsi edukasi (Tarbiyyah). Ketiga fungsi ini masih berlangsung hingga sekarang.

Dengan adanya pondok pesantren santri dapat melatih diri dengan ilmu-ilmu yang praktis, seperti ketrampilan bahasa Arab, tahfizd Al-qur’an dan ketrampilan agama lainnya, sedangkan bagi kyai atau ustadz dapat memudahkan kontrol terhadap santri, termasuk kemudahkan memproteksi santri dari budaya luar yang tidak kondusif.

Dalam pondok berlangsung sitem pembelajaran secara keseluruhan, ini merupakan fase penting dalam proses pembinaan akhlak bagi kader umat di masa depan. Oleh karena itu, tidak berlebihan jika dikatakan bahwa pondok pesantren merupakan lembaga pendidikan pertama mengembangkan lingkungan hidup dalam arti mengembangkan sumber daya manusia dari segi moral dan akhlaknya. Maka eksistensi pondok pesantren sangat erat kaitanya dengan kepentingan seseorang santri dalam menimba ilmunya secara mendalam terhadap seorang kyai.


Jenis-Jenis Pondok Pesantren

Pesantren sekarang ini dapat di bedakan menjadi dua macam, yaitu pesantren tradisional dan pesantren modern. Sistem pendidikan pesantren tradisional sering disebut sistem salaf, yaitu sistem yang tetap mempertahankan pengajaran kitab-kitab Islam klasik sebagai inti pendidikan di pesantren. Sedangkan pondok pesantren modern merupakan sistem pendidikan yang berusaha mengintegrasikan secara penuh sistem tradisional dan sistem sekolah formal (seperti madrasah).

Dhofier memandang dari perspektif keterbukaan terhadap perubahan-perubahan yang terjadi, kemudian membagi pesantren menjadi kategori yaitu pesantren salafi dan khalafi. Pesantren salafi tetap mengajarkan pengajaran kitab-kitab Islam klasik sebagai inti pendidikanya, penerapan sistem madrasah untuk memudahkan sistem sorogan yang dipakai dalam lembaga-lembaga pengajian bentuk lama, tanpa mengenalkan pengajaran pengetahuan umum, sedangkan pesantren khalafi telah memasukan pelajaran-pelajaran umum dalam madrasah-madrasah yang dikembangkan atau membuka tipe-tipe sekolah umum di dalam lingkungan pondok pesantren.

Pondok pesantren mengalami variasi dilihat dari orientasi dan strategi pembelajaranya, ada tiga kategori pondok pesantren yaitu diantaranya:

1)    Pondok Pesantren Salafiyah
Pondok pesantren salafiyah merupakan jenis pondok pesantren yang berorientasi mengajarkan pengetahuan agama sepenuhnya (tafaquh fi addin), dengan metode sorogan/bandungan. Pondok pesantren salafiyah sering dikategorikan sebagai pondok pesantren tradisional karena menekankan pada pengajaran kitab kuning.

2)    Pondok Pesantren Kholafiyah
Pondok pesantren kholafiyah yang juga sering disebut pondok pesantren modern merupakan jenis pondok pesantren yang menyelenggarakan pendidikan formal klasikal yang mengajarakan pengetahuan umum.

3)    Pondok Pesantren Kombinasi
Pondok pesantren merupakan jenis Pondok pesantren baik salafiyah maupun khalafiyah ditambah degan jenis yang berorientasi pada peberdayaan masyarakat sekitar.

 Cukup sekian mengenai pembahasan fungsi pondok pesantren dam jenis-jenis, semoga bisa menjadi wawasan bagi para pembaca.


Advertisement
Blogger
Disqus
Pilih Sistem Komentar

No comments