Salah persepsi mengertikan mahrom yang tidak dapat membatalkan wudhu

Salah persepsi mengertikan mahrom yang tidak dapat membatalkan wudhu

Kesalahan :
Banyak sekali orang yang mengartikan mahram (atau saudara) yang tidak membatalkan wudhu, sebagian orang memahami ketika masih ada hubungan saudara, meskipun jauh tidak membatalkan wudhu, sebagaimana sepupu, istrunya saudara dan lain sebagainya. Padahal mereka semua bukan mahram yang dimaksud dalam bab nawaqidul wudhu.

Hukum yang benar :
Yang dimaksud mahram dalam bab wudhu adalah, seseorang yang haram untuk dinikahi dikarenakan ada hubungan nasab, susuan, atau mahram karena ikatan kekeluargaan melalui hal pernikahan. Sedangkan bagi mereka yang masih halal untuk dinikahi, yang artinya tetap membatalkan wudhu.
Keterangan lain dalam kitab fiqih islamijuz 1 halaman 388 (maktabah syamilah)
Yang dimaksud mahram dalam wudhu adalah, seseorang yang haram dinikahi dikarenakan adanya hubungan nasab, susuan, atau mahram karena ikatan kekeluargaan melalui hubungan pernikahan. Sedangkan anak laki-laki dan wanita yang masih kecil dan belum mensyahwati secara umumnya menurut pandangan orang yang memiliki watakatau tabiat yang sehat maka tidak membatalkan wudhu.

Dalam hal ini tidak dibatasi dengan anak yang masih berusia tujuh tahun atau bahkan lebih, dikarenakan bedanya anak dengan sebab perbedaan besar kecilnya anak itu sendiri, dan sebab tidak diduga kuat bisa mensyahwati. Dan orang yang masih dalm satu mahram, baik mahram dikarenakan nasab, tunggal susuan atau bahkan karena adanya ikatan kekeluargaan melalui perkawinan, seperti ibu seorang istri itu tidak membatalkan wudhu, karena tidak ada dugaan kuat bisa mensyahwati.

Demikianlah pembahasan mengenai masih banyaknya orang awam yang salah persepsi mengenai mengartikan mahram yang tidak membatalkan wudhu. Dan semoga bermanfaat.. amien

Advertisement
Blogger
Disqus
Pilih Sistem Komentar

No comments