Inilah 4 perkara yang bisa membatalkan wudhu

Inilah 4 perkara yang bisa membatalkan wudhu

Wudhu adalah salah satu sarana untuk membersihkan diri dari hadast kecil. Wudhu sendiri merupakan serangkaian ibadah yang tidak bisa dipisahhkan dengan shalat, bisa menjadi batal bila terjadi bebrapa hal yang dapat membatalkanya. Orang yang tidak tidak suci atau yang batal wudhunya maka tidak diperbolehkan melakukan shalat dan ibadah lain yang menuntut kesucian dari hadast kecil bila akan mengerjakanya.

Sebelum melaksanakan ibadah shalat pastikan terlebih dahulu kita dalam keadaan suci. Baik itu suci dari najis maupun suci dari hadst. Adapun hadast sendiri ada 2 macam, yaitu hadst kecil dan hadst besar. Hadst kecil dibersihkan dengan  wudhu sedangkan hadast besar dibersihkan dengan cara mandi wajib.


Dalam ilmu fiqih sendiri perkara yang membatalkan wudhu disebut Nawaqidhul wudhu (pembatal-pembtal wudhu). Menurut ulama syafi'iyah dan sebagian ulama yang lain berpendapat bahwasanya ada 4 perkara yang bisa membatalkan wudhu sehingga seseorang dalam keadaan hadast.

Adapun keempat perkara yang bisa membatalkan wudhu berikut ini penjelasanya :

1. Keluarnya sesuatu dari salah satu dua jalan (qubul dan dubur) selain sperma. Sebagaimana firman allah dalm surat Al maidah ayat 6
أَوْ جَاءَ أَحَدٌ مِنْكُمْ مِنَ الْغَائِطِ
Artinya : "Atau salah satu diantara kalian telah datang dari kamar mandi"

Apapun perkara atau hal yang keluar dari lubang depan (qubul) atau lubang belakang (dubur) baik itu berupa kotoran maupun air kencing, barang suci ataupun barang yang najis, basah ataupun kering itu semua bisa membatalkan wudhu, sedangkan apabila yang keluar adalah sperma maka tidak membatalkan wudhu, hanya saja orang yang keluar sperma maka wajib mandi wajib.
2. Hilangnya akal karena tidur, gila atau yang lainya

Hal ini sesuai dengan hadist Rasulullah SAW yang di riwayatkan oleh Abu dawud :

فَمَنْ نَامَ فَلْيَتَوَضَّأْ
Artinya : "Barang siapa yang tidur maka berwudhulah"

Orang yang dalam keadaan tidur, gila maka wudhunya batal. Karena mereka telah kehilangan akal pikiranya.
Pengecualian : Ketika seseorang tidur, akan tetapi tidurnya tersebut dalam keadaan menetapkan pantatnya ke bumi maka wudhunya tidak batal. Posisi tidur yang seperti itu bisa diibaratkan dengan bila anda tidur dalam keadaan duduk dimana keadaan pantat dalam posisi menekan ke tempat duduk dan tidak memungkinkan keluarnya angin (kentut), kecuali dengan posisi merubah pantat. Maka hal yang sedimikian itu tidak membatalkan wudhu.

3. Bersentuhan antara kulit laki-laki dan perempuan yang sama-sama telah tumbuh besar (sudah baligh) dan bukan mahramnya dan tanpa penghalang

Sebagaiman firman Allah dalam surat Al maidah ayat 6 :
أَوْ لَامَسْتُمُ النِّسَاءَ
Artinya : "atau kalian telah menyentuh perempuan"

Intinya bahwa ketika laki-laki dan perempuan bersentuhan maka wudhunya batal, kecuali mahramnya dan jika bersentuhanya dengan ada penghalang maka wudhunya tidak batal.
4. Menyentuh kelamin atau lubang dubur manusia dengan menggunakan bagian dalam telapak tangan atau bagian dalam jari.

Wudhu menjadi batal apabila menyentuh kelamin atau lubang dubur manusia, baik yang disentuh tersebut masih hidup atupun sudah mati, baik itu milik orang lain atau milik sendiri, anak kecil maupun besar dan menyentuhnya tersebut dengan sengaja atau tidak sengaja. Akan tetapi yang batal wudhunya hanya orang yang menyentuh adapun orang yang disentuh tidak batal wudhunya.

Wudhunya tidak batal apabila dalam menyentuhnya menggunakan selain dengan bagian telapak tangan dan bagian dalam dan jari-jari, dan meyentuhnya ada penghalangnya contoh kain dan yang disentuh adalah selain kelamin manusia yaitu hewan.

Itulah beberapa hal atau perkara yang bisa membatalkan wudhu. Ketika seseorang mau mengerjakan shalat akan tetapu tidak mempunyai wudhu maka shalatnya tidak sah, kedua ibadah tersebut mempunyai keterkaitan yang sangat erat.
Advertisement

Baca juga:

Blogger
Disqus
Pilih Sistem Komentar

No comments