September 2, 2018

Jelaskan Pengertian Nikah Menurut Islam?

Nikah sendiri menurut bahasa berati menghimpun atau mengumpulkan, sedangkan menurut istilah atau menurut Islam adalah suatu ikatan lahir batin antara seorang laki-laki dan perempuan yang bukan muhrim sebagai suami istri denagn bertujuan untuk membangun atau membina rumah tangga yang bahagia sesuai denga ridha Allah SWT.
Sedangkan menurut undang-undang No 1 tahun 1974 tentang hal pernikahan, pernikahan yaitu ikatan lahir batin antara seorang pria dan wanita sebagai pasangan suami istri dengan bertujuan membentuk rumah tangga (keluarga) yang bahagia dan kekal dengan berdasarkan tuhan yang maha esa.

Hukum Nikah

Hukum menikah sendiri adalah sunah muakad, akan tetapi bisa berubah tergantung kondisi dan niat seseorang. Jika niatnya nikah itu dengan diniatkan sebagai usaha untuk menghindari perzinaan maka hukumnya sunah. Akan tetapi jika diniatkan dengan hal yang buruk maka hukumnya makruh bahkan haram.

Adapun dalil Al quran yang menjekaskan tentang pernikahan yaitu pada surat Ar rum 30:21


وَمِنْ ءَايَٰتِهِۦٓ أَنْ خَلَقَ لَكُم مِّنْ أَنفُسِكُمْ أَزْوَٰجًۭا لِّتَسْكُنُوٓا۟ إِلَيْهَا وَجَعَلَ بَيْنَكُم مَّوَدَّةًۭ وَرَحْمَةً ۚ إِنَّ فِى ذَٰلِكَ لَءَايَٰتٍۢ لِّقَوْمٍۢ يَتَفَكَّرُونَ
Artinya :
"Dan diantara tanda-tanda kekuasaanya ialah Dia menciptakan untukmu istri-istri dari jenismu sendiri, supaya kamu cendrung dan merasa tentram kepadanya, dan dijadikan diantaramu rasa kasih sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang befikir" ( Ar rum 30:21)

Dalil lain ada pada surat (Ar-ra'du : 38)

وَ لَقَدْ اَرْسَلْنَا رُسُلاً مّنْ قَبْلِكَ وَ جَعَلْنَا لَهُمْ اَزْوَاجًا وَّ ذُرّيَّةً
Artinya :
"Dan kami telah mengutus beberapa Rasul sebelum kamu dan kami memberikan kepada mereka istri-istri dan keturunan-keturunan" (Ar-ra'du : 38)

Dan diperkuat lagi oleh hadist Nabi yang berbunyi :

عَنِ ابْنِ مَسْعُوْدٍ قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ ص: يَا مَعْشَرَ الشَّبَابِ مَنِ اسْتَطَاعَ مِنْكُمُ اْلبَاءَةَ فَلْيَتَزَوَّجْ، فَاِنَّهُ اَغَضُّ لِلْبَصَرِ وَ اَحْصَنُ لِلْفَرْجِ. وَ

 مَنْ لَمْ يَسْتَطِعْ فَعَلَيْهِ بِالصَّوْمِ فَاِنَّهُ لَهُ وِجَاءٌ. الجماعة
Artinya :
"Dari Ibnu Mas'ud ia berkata : Rasulullah Saw bersabda. "Hai para pemuda, barang siapa diantara kamu yang sudah mampu menikah, maka nikahlah, karena sesungguhnya nikah itu dapat menundukan pandangan dan lebih menjaga kemaluan. Dan barang siapa yang belum mampu, maka hendaknya ia berpuasa, karena berpuasa itu baginya (menjadi) pengekar syahwat". (HR Jamaah)

Rukun nikah

Rukun nikah yaitu hal-hak yang garus dipenuhi agar pernikahan tersebut menjadi sah. Rukun nikah sendiri dalam Islam ada 5 yaitu sebagai berikut :

1. Ada mempelai yang akan menikah

2. Ada wali yang akan menikahkan

3. Ada ijab dan qabul dari wali dan mempelai laki-laki 

4. Ada 2 saksi dari pernikahan tersebut

5. Tanpa adanya paksaan

Syarat nikah

Adapaun syarat nikah itu sendiri ada 3 :

1. Calon suami telah baligh dan berakal

2. Calon istri yang halal untuk dinikahi

3. Lafal ijab dan qabul harus bersifat selamanya.

Ijab sendiri artinya menyatakan suatu dengan perkataan. Sedangkan qabul artinya menerima. Ijab qabul artinya menyatakan sesuatu kepada lawan bicaranya atau dalam hal ini calon istrinya, dan kemudian calon istrinya menyatakan menerima

4. 2 orang saksi

5. Adanya wali

Itulah penjelasan mengenai pengertian nikah menurut Islam, hukum nikah, syarat nikah, dan rukun nikah. Agar pernikahan tersebut bisa terlaksan harus melakukan hal-hal yang sudah dijelaskan diatas.

Artikel Terkait


EmoticonEmoticon