Hukum nikah siri dalam pandangan islam

Hukum nikah siri dalam pandangan islam

Secara bahasa arti dari nikah siri adalah nikah rahasia, kata siri sendiri berasal dari bahasa arab yang artinya diam-diam atau rahasia. Sedangkan menurut istilah nikah siri adalah pernikahan yang sifatnya secara rahasia atau diam-diam, tidak dicatat dikantpr urusan agama dan terkadang tidak disertai wali sahnya. Nikah siri sendiri hukumnya sah menurut agama akan tetapi tidak sah menurut hukum negara.

Bahkan terkadang ada yang beranggapan bahwa nikah siri adalah nikah yang tanpa adanya pihak wali dari pihak istri. Maka yang beranggapan demikian itu hukumnya tidak sah menurut agama maupun secara hukum tatanan negara. Karena sayarat dari nikah sendiri salah satunya adalah adanya wali atau yang mewakilinya dari.


Agama Islam sendiri tidak menyuruh untuk melakukan nikah siri, bahkan ini bukianlah adat bagi umat Islam. Pada zaman Rasulullah SAW, beliau tidak pernah mencontohkan untuk melakukan nikah siri. Akan tetapi sebaliknya bahwa beliau Rasulullah SAW menyuruh untuk merayakan atau walimah dengan memotong seekor kambing. Tapi jika orang tersebut tidak mempunyai harta untuk membeli seekor kambing maka tidak apa-apa dan boleh menghidangkan makanan dengan seadanya. Yang terpenting dalam hal nikah tetap melakukan walimah dengan tjuan memperkenalkan kedua pasangan pengantin kepada warga masyarakat setempat.

Pandangan Islam tentang nikah siri

1. Nikah siri tanpa datang ke KAU hukumnya sah

Nikah siri yang dilakukan dengan tanpa pencatatan dari kantor urusan agama (KAU) dianggap sah menurut beberapa ulama. Dengan catatan harus memenuhi rukun nikah dalam Islam dan syarat pernikahan dalam Islam.

2. Nikah siri tanpa wali hukumnya tidak sah

Pada era zaman sekarang ini banyak sekali yang melakukan nikah siri tanpa adanya wali dari pihak perempuan. Hal ini banyak terjadi karena tidak mendapatkan persetujuan baik itu dari keluarga laiki-laki maupun dari pihak keluarga perempuan, dan akhirnya banyak yang memutuskan untuk nikah siri tanpa adanya wali atau biasa yang disebut dengan kawin lari. Adapun hukum nikah siri tanpa adanya wali dari pihak perempuan atau kawin lari dalam Islam sendiri jelas tidak sah menurut agama.

Hukum nikah siri menurut ulama

Beberapa ulama mengeluarkan fatwa atau pendapatnya mengenai hukum nikah siri ini, diantaranya :
a. Ulama Fiqih

Mayoritas dari ulama fiqih sendiri berpendapat bahwa hukum dari nikah siri sendiri tidak sah. Sebab nikah sendiri ini tidak pernah dicontohkan oleh Nabi Muhamamad SAW dan bahkan tidak ada dalilnya, dan resiko nikah sendiri dapat menimbulkan fitnah dari masyarakat karena pernikah tersebut dilakukan secara diam-diam.

b. Madzhab Syafi'iyah

Menurut pendapat madzhab Syafi'i sendiri hukumnya tidak sah, karena dengan nikah sendiri dapat mengundang fitnah baik itu dari pihak laki-laki maupun dari pihak perempuan.

c. Madzhab Maliki

Madzhab mailiki juga berpendapat bahwa hukum nikah siri tidak sah. pernikahan ini masih bisa dibatalkan, akan tetapi jika pasangan sudah melakukan hubungan badan maka pelaku dapat memperoleh hukuman rajam dengan adanya atau telah diakui oleh 4 orang saksi.

d. Madzhab Hanafi

Madzhab Hanafi pun tidak tidak memperbolehkan nikah siri, dan hukumnya tidak sah.

e. Madzhab Hambali

Adapaun madzhab Hambali mengambil hukum yang berbeda dari pada Madzhab yang lain, nikah siri yang dilakukan sesuai dengan syariat agama Islam dan telah memenuhi rukun nikah maka sah dilakukan. Akan tetapi hukumnya makruh yaitu apabila dikerjakan tidak apa-apa dan apabila ditinggal mendapat pahala.

Pada imtinya, bahwasanya nikah siri sangat tidak dianjurkan dalam agama Islam, banyak dampak negatifnya  dan bukanlah ajaran agama Islam. Dan bahkan rasulullah sendiri tidak mencontohkan untuk malakukan nikah siri ini. Untuk mendapatkan keluarga yang sakinah mawadah, warahmah sebaiknya nikah dilakukan dengan cara sesuai syariat agama Islam yang sudah ditentukan.



Advertisement

Baca juga:

Blogger
Disqus
Pilih Sistem Komentar

No comments