Kisah Pertemuan Syekh Nawawi Al Bantani dengan Ulama Jawa Di Alas Roban

Kisah Pertemuan Syekh Nawawi Al Bantani dengan Ulama Jawa Di Alas Roban

Siapa yang tak kenal Syekh Nawawi Al-Bantani? Beliau adalah salah satu ulama Indonesia yang sangat disegani tidak hanya di Indonesia saja bahkan samapi di negara Arab tepatnya kota Mekkah. Beliau bayak mengarang kitab-kitab seperti kitab fiqih, kitab, tauhid, dan masih banyak kitab-kitab lain karangan beliau. Beliau juga menjadi Imam Besar di masjidil haram, adapaun gelar Al-Bantani sendiri diperoleh karena asal tempat kelahiranya yaitu desa padaleman, kecamatan Tanara Serang Banten pada 1230 H/1813 M.
Dahulu kala sewaktu Syekh Nawawi pulang ke tanah jawa (banten), syekh Nawawi mengadakan pertemuan dengan para ulama jawa terutama dengan para sahabat beliau sewaktu beliau belajar di kota Mekkah. Diantara sahabat beliau adalah syekh Khalil Bangkalan, syekh Sholeh darat Semarang, Kyai Abdul Karim Kaliwungu dan Kyai Anwar Batang.

Pertemuan tersebut disepakati bersama yang bertempat di Alas Roban kab Batang Jawa Tengah tepatnya yaitu kediaman Kayai Anwar Batang. Adapun maksud pertemuan tersebut dilakukan di Alas Roban yaitu agar tidak diketahui oleh kolonial Belanda, sebab kolonial belanda tidak senang dan tidak segan-segan akan membunuh ketika ada pertemuan-pertemuan yang dilakukan oleh orang pribumi.

Namun walaupun pertemuan itu sudah sangat dirahasiakan akan tetapi kolonial belanda mencium kabar akan adanya pertemuan tersebut. Dan kemudian tentara kolonial belanda dengan bersenjatakan lengkap siap untuk membubarkan pertemuan tersebut dan akan menangkap para ulama. Akan tetapi dengan izin Allah Swt, saat tetntara kolonial belanda sudah sampai ditujuan mereka tidak melihat adanya pertemuan tersebut, Allah Swt menyamarkan penglihatan kolonial belanda lantaran karomah yang dimiliki oleh para ulama tersebut.

Setelah pertemuan tersebut berakhir, kemudian Syekh Nawawi kaget, dan bertanya kepada Syekh Khalil Bangkalan sudah jam berapakah ini, kemudian Syekh Khalil bangkalan menjawab "Sudah hampir jam 3 yai" padahal beliau belum melaksanakn shalat dhuhur. Disaat kebingungan melanda, Syekh Nawawi mengajak kepada Syekh Khalil bangkalan untuk shalat Dhuhur di Mekkah, karena tentunya di mekkah sendiri belum masuk waktu Dhuhur. Syekh Nawawi menyuruh kepada Syekh Khalil untuk memegang tanganya dan memejamkan mata, dan setelah itu mereka sampailah di kota Mekkah dalam waktu sekejap.

Sesampainya di Mekkah ternyata belum masuk waktu shalat Dhuhur, kemudian setelah masuk shalat Dhuhur mereka menjamak antara shalat dhuhur dengan shalat asar.

Itulah diantara karamah yang dimiliki oleh Syekh Nawawi Al-Bantani yang sangat luar biasa.

Wallahu A'lam

Sumber : Ceramah daru KH. Dimyati Rois Kaliwungu (Mustasyar PBNU)
Advertisement
Blogger
Disqus
Pilih Sistem Komentar

No comments