December 12, 2018

Wajib baca! Begini Cara Mbah Malik Ajari Habib Luthfi Cintai NKRI

Mbah Malik adalah  salah satu sosok ulama yang sangat disegani didareah purwokerto dan sekitarnya. Mbah Malik juga menjabat sebagai mursyid Thoriqoh Naqsabandiyah pada masanya. Dan salah satu murid beliau yang terkenal adalah maulana Habib Luthfi Bin Ali Bin Hasyim Bin Yahya dari Pekalongan.
Semasa hidupnya beliau mbah Abdul Malik memiliki amalan wirid yang sangat besar, yaitu membaca Al-quran dan sholawat. Setelah selesai shalat dhuhur berjamaah dengan para santrinya beliau selalu istiqamah membaca shalawat mulai dari pukul 12.30 sampai jam 13.30 wib. Beliau juga dikenal sebagai ulama yang memiliki sifat sbar, zuhud, tawadhu' dan sifat-sifat kemulian yang menunjukan ketinggian akhlak yang melekat pada diri beliau.

Pada Suatu hari tepanya yaitu pada tanggal 17 Agustus mbah Malik mengajak Habib Luthfi melakukan perjalanan ke Pekalongan dengan mengendarai mobil milik pak suyuti. Beliau berangkat dari kediaman sekitar pukul antara jam 08-09 wib. Setelah melakukan perjalanan dan memasuki kawasan pemalang tepatnya yaitu antara bantar bolang dan randu dongkal dan pada zaman dulu kawasan itu masih berupa alas belantara, kemudian beliau meminta kepada pak suyuti untuk berhenti di tengah alas dan menyuruh untuk memilih tempat yang redup yang bisa untuk istirahat.

Setelah sampai detempat yang redup dan enak untuk istirahat mbah malik menggelar tikar dan mengeluarkan tremos berisi air. Sambil istirahat mbah Malik merokok, pada zaman dulu masih jarang rokok mbah malik membuat rokok sendiri atau bahasa jawanya ngelinting atau meracik rokok sendiri.

Setelah jam menunjukan pukul 10 kurang 10 menit rokoknya dimatikan, Beliau menyuruh kepada Habib Luthfi dab pak suyutu untuk mendekat dengan beliau. Kemudian mbah malik melakukan tawasul kepada para ulama, sesepuh dan pejuang kemerdekaan Indonesia. Ketika mbah malik masih melakukan tawasul Habib Luthfi kebingungan dengan apa yang dilakukan oleh mbah Malik karena semua ulama, sesepuh dan pejuang 45 semuanya dikirimi fatikhah semua.

Ketika waktu menunjukan tepat pukul 10 wib, mbah malik terdiam sebentar seraya beliau berdoa/mendoakan para pejuang 45. Setelah selesai berdoa, Habib Luthfi selaku santri belaiu bertanya kepada mbah malik, "Mbah ada apa si" bayangan habib Luthfi mungkin akan terjadi sesuatu yang membahayakan. Kemudian mbah malik menjawab "Begini Bib dan pak yuti, ini kan waktu menunjukan pukul 10, dulu tepat pada pukul 10 pak Karno dan bung Hata membacakan proklamasi" kemudian mbah malik menjelaskan kembali maksut dari yang dilakukan tadi yaitu menghormati jasa para pahlawan yang telah memerdekaan bangsa Indonesia.

Subhanallah, sudah sejauh itu ternyata mbah malik mengajarkan penanaman untuk menghormati para pahlawan dan mencintai NKRI. Lantas yang menjadi pertanyaaan, sudah seberapa kita mencinta NKRI dibandingkan ulama terdahulu seperti mbah malik?

Begitulah yang dilakukan oleh guru mursyid Toriqah Naqsabandiyah Mbah Malik kepada Habib Luthfi, tentang bagaimana menghargai dan mencintai NKRI. Cara sederhana namun hikmah yang dapat diambil sangat luar biasa sekali.

Sumber : (Ceramah Habib Luthfi Bin Yahya dalam sutau majlis)

Artikel Terkait


EmoticonEmoticon