January 26, 2019

Hukum Menghina Pemimpin Dalam Pandangan Islam

Di era zama sekarang banyak orang yang dengan mudahnya menghina seorang pemimpin. Dalam Islam sendiri hal yang demikian ini sangat dilarang. Jelas kiranya hala ini sangat menyelisihi petunjuk Nabi dalam mengingkari penguasa dan merupakan sumber dari segala fitnah atau kerusakan sepanjang sejarah. Ketika pempin tersebut sudah terpilih menjadi kepala negara atau sebagainya maka sifat harus menyakini bahwasanya pemimpin tersebut terpilih semata-mata takdir Allah subhanahu wata'ala. Sebagai mana firman Allah sebagai berikut :

وَكَذلِكَ نُوَلِّيْ بَعْضَ الظَّالِمِيْنَ بَعْضًا بِمَا كَانُوْا يَكْسِبُوْنَ. (الأنعام : 129)
Artinya :
Demikianlah kami jadikan sebagaian orang-orang yang zalim itu menjadi pemimpin bagi sebagian yang lain disebabkan apa yang mereka usahakan." (Qs Al Anam : 29)

 Foto by Muslimmoderat.net
Ibnu Hajar Al Asqalani juga menjelaskan bahwasanya menghina pemimpin itu tidak boleh, beliau memberi nama dengan "Al Qaadiyah". Al Qaadiyah sendiri artinya adalah memberontak secara halus. Rasulullah sendiri juga pernah bersabda yang diriwatakan oleh Imam Tirmidzi :

مَنْ أَهَانَ السُّلْطَانَ أَهَانَهُ اللهُ. رواه الترمذي وقال: حديث حسن

Artinya : "Barang siapa yang menghina penguasa atau pemimpin, maka Allah akan menghinakanya (menghina dia)." (HR Tirmidzi) dan berkata "hadist hasan"

Dari hadist diatas menjelakan bahwasanya :
  •  Larangan menghina atau menghujat seorang pemimpin  
  • Adapaun maksud dari pemimpin diatas adalah orang yang memiliki kekuasaan dan mempunyai tanggung jawab atas apa yang di pimpinya seperti : Khalifah, presiden, gubernur, bupati dan seterusnya.
  • Barang siapa yang menghina seorang pemimpin maka Allah akan menghinakanya (menghina dia) karena orang tersebut telah berusaha menghina pemimpin yang telah diberi kemuliaan dan amanah oleh Allah.
  • Tidak itu di dunia saja Allah juga akan menghinakan orang yang menghina pemimpin kelak di akhirat, karena hakikatnya dia telah durhaka kepada Allah. (kitab riyadhus salihin 3/124)
Akan tetapi jika pemimpin tersebut salah terus bagaimana sikap kita?

Walaupun pemimpin tersebut salah, tetap tidak boleh menghina. Adapaun cara yang lebih baik adalah dengan menasehatinya dengan cara yang lebih baik dan di doakan agar supaya pemimpin tersebut kembali ke jalan yang benar. Dengan menghina seorang pemimpin juga akan mengakibatkan kemungkaran yang lebih besar, maksudnya ketika ada seseorang menghina pemimpin pasti akan menimbulkan dampak buruk bagi orang lain, orang lain pun terkadang malah ikut-ikutan menghina pemimpin tersebut.

Sebagai seorang muslim kita wajib untuk menaati seorang pemimpin, baik itu pemimpin dalam rumah tangga, bupati, gubernur sampai pemimpin negara. Sebagai mana Allah berfirman dalam surat An-Nisa' ayat 59.
يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوٓا۟ أَطِيعُوا۟ ٱللَّهَ وَأَطِيعُوا۟ ٱلرَّسُولَ وَأُو۟لِى ٱلْأَمْرِ مِنكُمْ
 
Artinya : "Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan Rasul-Nya dan ulil amri diatara kamu." (An-Nisa :59)
 
Rasulullah juga bersabda dalam hadistnya yang artinya:
 
"Barang siapa yang membenci sesuatu dari pemimpinya, maka hendaklah bersabar, karena sesungguhnya orang yang keluar dari (kepemimpina) pemimpinya maka ia mati dalam keadaan jahiliyah." (Mutafaqunalaih)

Menghina atau mencela seorang pemimpin karena kita tidak suka, atau dalam upaya untuk mencari kesalahan-kesalahan yang ada pada pemimpin tersebut maka hal yang demikian itu merupakan perbuatan yang "fasiq", dan tidak di benarkan dalam Islam. Fasiq sendiri adalah orang yang keluar keluar dari ketaatan terhadap Allah dan Rasul-Nya.

Adapun sikap kita jika ada seorang pemimpin yang zalim maka hendaknya ia :
  • Mendoakan para pemimpin agar di beri kebaikan dan agar selalu benar dalam perkataan dan perbuatan.
  • Mendoakan para pemimpin agar senantiasa mendapat taufiq dari Allah serta terhindar dari keburukan.
Dari penjelasan diatas kesimpulanya bahwasanya menghina atau mencela pemimpin itu sangar tidak boleh. Karena sebagi umat Islam kita harus selalu menaati siapapun yang menjadi pemimpin, dengan catatan pemimpin tersebut selalu menjalankan sifar amanah dan menjalankanya tanggung jawab sebagi seorang pemimpin sesuai dengan ketentuan yang telah di tetapkan sebelumnya.




Artikel Terkait


EmoticonEmoticon