January 31, 2019

Pengertian Manaqib dan Manfaatnya Bagi yang Mau Mengamalkan

Manaqib secara bahasa dapat diartikan sebagai kebaikan sifat. Sedangkan ada sebagian orang yang mengartikan sebagi sesuatu yang dapat mengandung keberkahan. Kata manaqib sendiri adalah bentuk jamak dari manaqabah yang artinya adalah cerita kebaikan dan akhlak terpuji oleh seseorang. Membaca manaqib berati membaca cerita kebaikan atau akhlak terpuji seseorang yang soleh. Manaqib sendiri memuat riwayat hidup para pemimpin tarekat, serta dengan nasihat dan karomah yang di milikinya
 
Kitab manaqib yang populer di Indonesia khususnya dunia Islam adalah manaqib Syekh Abdul Qadir Al jailani. Syekh Abdul Qadir Al jailani sendiri adalah seorang ulama besar ilmu fiqih yang sangat di hormati oleh kaum sunni dan sudah di anggap wali dalam dunia tarekat dan sufisme dan pendiri tarekat Qadariyah. Abdul Qadir Al jailani adalah berasal dari Persia. Syekh Abdul Qadir Al jailani lahir pada hari Rabu tanggal 1 Romadhon tahun (1077-1166 M). Syekh Abdul Qadir Al jailani juga di juluki sebagi sultonil Aulia'.

Membaca manaqib sendiri adalah suatu bagian yang tidak bisa di pisahkan dari umat Islam, khususnya di Indonesia. Biasanya yang melakukan tradisi pembacaan manaqib sendiri adalah di kalangan dunia pesantren dan kampung-kampung. Pembacaan manaqib biasanya di lakukan pada malam jumat atau tanggal 11 setaip bulan Hijriyah yang biasa di sebut dengan (sewelasan). Atau dalam acara sperti walimatul tasmiyah, memasuki rumah baru dan acara-acara yang lainnya.

Dalam pembacaan manaqib biasanya di lakukan oleh para ustadz atau tokoh yang di anggap mempunyai wawasan yang luas mengenai agama Islam, sedangkan yang jamaah lainnya dengan khusu' mendengarkan seraya memuji Allah dengan kalimat yang ada pada Asmaul Husna.

Dari sini bisa di simpulkan bahwasanya membaca manaqib adalah sesuatu hal yang sangat baik. Karena hal ini bisa menambah kecintaan kepada beliau, yang mana beliau adalah seorang wali Allah dan bahkan beliau di juluki sebagi sultonul Aulia'. Barang siapa yang mencintai wali Allah berati dia juga mencintai Allah. Sebagai mana firman Allah dalam Quran surat Lukman ayat 15 yang artinya :

"Dan ikutilah orang yang kembali kepada-Ku, kemudian kepada-Ku lah ia kembali, maka ku-beritakan kepadamu apa yang telah kamu ajarkan"

Tafsir Al Qurtuby menjelaskan : Kembali kepada-Ku (Allah) yaitu kembali kepada jalan para nabi dan orang-orang soleh. Dengan demikian dengan kita mengikuti orang-orang sholeh, ulama, dan para aulia' merupakan anjuran Allah dan Rasul-Nya. Dalam surat Yunus ayat 62 juga di jelaskan.

أَلَآ إِنَّ أَوْلِيَآءَ ٱللَّهِ لَا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلَا هُمْ يَحْزَنُونَ
Artinya :
"Ingatlah, sesungguhnya wali-wali Allah itu tidak ada ke khawatiran terhadap mereka dan tidak pula mereka bersedih hati". (QS Yunus : 62)

Jadi dengan kita mengadakan atau mengikuti pembacaan manaqib insya Allah merupakan salah satu jalan untuk memperoleh rahmat dan karunia dari Allah. Sebab dengan manaqib ini kita bisa mengenal sifatsifat yang di mliki oleh wali Allah yang mana tujuanya adalah akhirat dan patut kita teladani.

Adapun manfaat orang yang mau mengamlakan manaqib sendiri adalah bisa memperoleh keberkahan dalam kehidupan baik itu jasmani maupun rohani, dunia maupun akhirat namun yang memberi-Nya tersebut tetap Allah, Manaqib sendiri adalah sebagai wasilah atau jalan.

Selain itu juga ada bebrapan manfaat lain, di antaranya adalah :
  • Di lapangkan rizkinya.
  • Agar bisa mendapatkan ilmu laduni.
  • Agar tidak kehabisan uang.
  • Agar laris jualannya
  • Agar masayarakat mudah insaf atau sadar.
  • Bisa mengobati segala macam penyakit
  • Mahabbah husus.
Dan masih banyak manfaat lain yang bisa di dapatkan.

Demikinalah mengenai seklumit pengertian manaqib dan manfaatnya bagi siapa saja yang mau mengamlkannya. Dan semoga bermanfaat.

Artikel Terkait


EmoticonEmoticon