January 23, 2019

Pengertian Tarekat Dalam Islam dan Macam-Macamnnya

Tarekat menurut bahsa artinya jalan, yang berasal dari bahasa Arab yaitu "Tariq" yang artinya jalan, tata cara atau metode. Sedangkan menurut istilah menurut ulama tasawuf tarekat adalah perjalanan dari seorang saliq (pengikut tarekat) menuju Tuhan dengan melalui jalan mensucikan diri dan perjalanan yang ditempuh tersebut secara rohani.

 foto by viva.co.id
Sedangkan menurut Syekh Muhammad Amin Al-Kurdi Al-Iribi dalam kitab Tanwirul Qulub adalah beramal dengan cara syariat dengan memilih jalan yang azimat (berat) daripada yang rukhsoh (ringan), cara mengamlakan syariat dan menhayati apa itu syariat dan menjauhkan diri dari hal-hal yang bersifat bisa melalaikan, menjauhkan diri dari semua larangan syariat baik lahir maupun batin, melaksanakan segala perintah Allah baik itu fardhu maupun sunnah dengan semampunya, meninggalkan semua larangan-larangan Allah baik itu haram, makruh dan mbubah (sia-sia) dan melaksanakn semua. Yang semua ini di bawah bimbingan seorang mursyid tarekat yang arif dan yang telah mencapai maqamnya dan sudah benar-banar layak menjadi seorang mursyid (guru).

Dari definisi diatas maka dapat disimpulkan bahwasnayatarekat adalah beramal dengan cara sesuai syariat agama islam dengan mengerjakan segala perintah Allah baik itu yang sifatnya fardhu (wajib) maupun yang sunnah, meninggalkan larangan baik itu yang haram, makruh dan mubah yang semua hal tersebut dengan bimbingan seorang mursyid (guru) tarekat yang bertujuan untuk menunjukan jalan yang aman dan tentunya yang selamat menuju sang khalik (Allah).

Adapun posisi mursyid tarekat sendiri adalah seperti seorang supir yang hafal akan jalan yang akan ditempuh, sehingga jika kita mendapat bimbingan kita tidak akan tersesat kepada jalan yang tidak sesuai dengan syariat islam. Mursyid tarikat sendiri tidak hanya membimbing dalam hal lahiriah saja, akan tetapi juga secara batiniah, bahkan harus bisa berfungsi sebagai alat mediasi antara seorang salik/murid dengan Allah Swt dan Rasulullah Saw. Mursyid juga harus bertanggung jawah terhadap para muridnya dalam hal kehidupan lahiriah dan rohaniah dalam kehidupan sehari-harinya dan dia menjadi perantara (washilah) antara sang murid dengan Allah dalm hal ibadahnya.

Maka dari pada itu seorang yang ingin atau bahkan sudah menjadi mursyid tarekat harus memiliki ilmu yang cukup sempurna baik itu dalam segi syriat maupun segi hakikat. Dan untuk menjadi seorang mursyid bukanlah perkara yang mudah dan diperlukan syarat-syarat tertentu yang mencerminkan sikap orang tua yang mempunyai kepribadian atau akhlak yang baik dan budi pekerti yang luhur.

Pada intinya bahwasanya tarikat adalah jalan seorang salik (pengikut tarikat) menuju jalan Allah Swt yaitu dengan cara menyucikan diri, atau jalan yang ditempuh oleh seseorang dengan tujuan agar lebih bisa mendekatkan diri kepada Allah Swt.

Aliran-aliran tarikat sendiri ada berbagai macam diantaranya adalah sebagai berikut :

1. Tarikat Qadiriyah
2. Tarikat Syadziliyah
3. Tarikat Naqsabandiyah
4. Tarikat Khalwatiyah
5. Tarikat Syatiriyah
6. Tarikat Rifaiyah
7. Tarikat Qadiriyah wa Naqsabandiyah
8. Tarikat Sammaniyah
9. Tarikat Akmaliyah
10. Tarikat Sanusiyah
11. Tarikat Wahidiyah
12. Tarikat Ni'matullahi
13. Tarikat Chistiyah
14. Tarikat Mawlawiyah

Walaupun beragam macam tarikat yang ada namun semua itu memiliki kesamamaan tertentu. Yang intinya untuk lebih bisa mendekatkan diri kepada sang khalik yaitu Allah Swt. Namun setiap tarikat memiliki amalan yang berbeda-beda.

Pertanyaanya apakah tarikat itu penting?
Kalau dibilang penting ya penting karena dengan tarikat bisa lebih mendekatkan diri kepada Allah, dan ibadah yang akan dijalani akan lebih khusu'.

Demikinalah mengenai arti atau pengertian dari tarikat dan macam-macamnya. Semoga bisa bermanfaat.

Artikel Terkait


EmoticonEmoticon