Rukun Mandi Wajib Dan Tata Caranya Sesuai Dengan Ajaran Islam

Rukun Mandi Wajib Dan Tata Caranya Sesuai Dengan Ajaran Islam

Berbicara mengenai ibadah dalam hal ini yaitu mandi wajib pasti ada yang namanya rukun tertentu yang harus terpenuhi oleh seseorang dalam mengerjakan suatu ibadah, jika rukun tersebut tidak terpenuhi maka mandi wajibnya tidak akan sah dan orang tersebut masih dianggap memiliki hadsat dan secara otomatis tidak boleh melakukan aktivitas-aktivitas tertentu.
Hadats sendiri dalam Islam dibagi menjadi dua macam, yaitu hadsat besar dan hadats kecil, dimana kedua hadast tersebut dapat disucikan dengan cara yang berbeda-beda yang telah diajarkan dalam syariat agama Islam. Hadats kecil atau yang diakibatkan karena bisa hal-hal yang bisa membatalkan wudhu dapat disucikan dengan cara berwudhu, sedangkan hadast besar yang diakibatkan karena keluar sperma, haid, nifas, bersetubuh dapat disucikan dengan cara mandi jinabat atau mandi wajib.

Adapu rukun mandi besar sendiri terbagi menjadi dua macam, sebagai mana yang dijelaskan oleh Syekh Salim bin Sumair Alhadrami dalam kitab "Safinatun Naja" yakni Niat dan meratakan air ke seluruh tubuh, dalam kitab tersebut beliau menuliskan :
فروض الغسل اثنان النية وتعميم البدن بالماء

Artinya : "Fardhu atau rukunya mandi ada dua, yakni niat dan meratakan air ke seluruh tubuh"

Namun dalam keterangan lain rukun mandi wajib sendiri ada yang menyebutkan tiga macam, adapun yang ketiga tersebut menghilangkan najis yang ada pada tubuh.

1. Niat

Yang pertama yaitu niat menghilangkan hadats besar atau niat mandi wajib. Niat sendiri dilakukan bersama dengan menyiramkan air ke seluruh anggota badan, anggota badan yang pertama kali disiram ini boleh yang manapun, baik itu bagian atas, bagian tengah, atau bagian bawah. Letak niat sendiri didalam hati bukan hanya dalam lisan saja, adapun melafalkan niat sendiri hukumnya sunnah. Jika niat mandi wajib dilakukan tidak dalam siraman yang pertama maka wajib mengulanginya kembali.

Niat mandi besar sendiri tidak harus dengan menggunakan bahasa arab, namun yang lebih utama dengan menggunakan bahasa arab, yang terpenting ia benar-benar niat untuk menghilangkan hadast besar. Adapun niat mandi besar sendiri ada;ah sebagai berikut :

Niat mandi wajib Jinabat
نَوَيْتُ غُسْلَ الْجَنَابَةِ لِرَفْعِ الْحَدَثِ الْأَكْبَرِ فَرْضًا لِلّٰهِ تَعَالٰى

Artinya : "Saya niat mandi jinabat untuk menghilangkan hadast besar, fardhu karena Allah ta'ala"

Niat mandi wajib Haid atau Nifas


نَوَيْتُ اْلغُسْلَ لِرَفْعِ الْحَيْضِ atau  لِرَفْعِ النِّفَاسِ
 
Niat mandi wajib junub
نَوَيْتُ اْلغُسْلَ لِرَفْعِ اْلحَدَثِ الْأَكْبَرِ


2. Meratakan air keseluruh tubuh

Artinya yaitu wajib untuk mengalirkan atau meratakan air ke seluruh tubuh, bila ssedikit aja ada anggota badan yang belum terkena air maka mandi wajib yang dilakukan belum dianggap sah dan orang tersebut masih dianggap mempunyai hadast dan orang tersebut dilarang melakukan aktivitas-aktivitas yang dilarang seperti sholat, tawaf, membaca Al-quran dan lain sebagianya.

Maka dari pada itu dalam melakukan mandi besar harus berhati-hati agar jangan sampai ada anggota badan yang belum terkena air, dan menyela-nyela anggota bada yang sekiranya perlu disela-sela contohnya dalam hal ini yaitu menyela-nyela rambut baik itu rambut kepala maupun rambut selain kepala, menyela-nyela telinga, selakangan, dan lain sebagainya.

Tata cara mandi besar

Berikut ini urutan atau tata cara mandi besar yang baik dan benar :

1. Mencuci kedua tangan dengan sabun sebelum melakukan mandi besar.

2. Menumpahkan air dari tangan kanan ke tangan kiri.

3. Mencuci kemaluan baik kemaluan depan atau kemaluan belakang.

4. Membersihkan najis yang ada pada tubuh.

5. Berwudhu terlebih dahulu, dan menurut jumhur ulama ini merupakan sunnah dalam mandi besar.

6. Menyiram kepala dengan 3 kali siraman.

7. Membersihkan selurh anggota badan.

8. Mencuci kaki.

Itulah pembahasan mengenai rukun mandi besar dan tata caranya yang perlu anda ketahui, sehingga dalam melakukan mandi besar tidak ada kesalahan dan dianggap sudah sah. Semoga bermanfaat.
Advertisement

Baca juga:

Blogger
Disqus
Pilih Sistem Komentar

No comments