February 4, 2019

Apakah Doa Wanita Haid Di kabulkan? dan Bagaimana Hukumnya

Haid sendiri adalah siklus ritin yang di alami wanita, lebih jelasnya adalah darah yang keluar dari rahim wanita ketika sudah baligh dan belum memasuki usia monopause (masa berhentinya haid semasa hidupnya) adapun paling sedikit masa haid yaitu 1 hari 1 malam dan paling lama 7 hari selebihnya di sebut darah istihadoh (darah kotor). Dalam Islam ada pembahsan khusus mengenai wanita yang sedang haid ini.

Sumber gambar medsoskini.blogspot.com

Akan tetapi yang menjadi sebuah pertanyaan adalah apakah wanita haid masih bisa berdo'a meskipun dirinya dalam keadaan tidak suci? Dalam Islam sudah di terangkan bahwasanya orang yang sedang haid tidak boleh melakukan ibadah-ibadah wajib sebelum darah tersebut berhenti seperti sholat, puasa, memegang mushaf al quran dan ibadah yang lainnya. Sedangkan adab ketika berdoa salah satunya adalah dalam keadaan yang suci dari hadast, najis dan tentunya di anjurkan untuk berwudhu terlebih dahulu.

Tidak semua ibadah di larang ketika wanita haid. Wanita yang sedang haid yang di larang dalam ibadah-ibadah tertentu saja. Adapun ibadah yang di larang adalah sebagi berikut :

الحائض تفعل جميع العبادات إلا الصلاة والصيام والطواف بالكعبة والاعتكاف في المسجد
Artinya :
"Wanita haid boleh melakukan semua bentuk ibadah kecuali : Sholat, puasa, towaf di ka'bah dan i'tikaf di masjid." (Fatwa Islam No : 26753)

Boleh Bredoa Ketika Dalam Keadaan Haid

Tidak ada masalah bagi wanita yangs sedang haid untuk membaca doa-doa. Menurut pendapat yang shahih wanita yang sedang haid juga di perbolehkan untuk membaca Al quran akan tetapi tidak boleh menyentuh mushaf Al quran tersebut. Contoh : Membaca surat yang ada pada Al quran yang sekiranya kita hafal. Tidak ada nash yang shahih yang menjelaskan tentang larangan untuk membaca Al quran, dalil tersebut hanya berlaku bagi orang yang junub saja sampai dia sudah mandi besar baru boleh membaca.

Berdoa adalah layaknya orang yang berdzikir, sebagaimana layaknya orang yang junub di perbolehkan untuk berdzikir, maka status wanita yang sedang haid lebih ringan kondisinya. Mereka di perbolehkan berdzikir atau berdo'a.

Sebagaimana dalam sebuah keterangan Imam Baz pernah di tanya mengenai hukum membaca doa ketika haji bagi wanita yang sedang haid. Beliau lalu menjawab :

لا حرج أن تقرأ الحائض والنفساء الأدعية المكتوبة في مناسك الحج
Artinya :
"Tidak masalah, wanita haid atau nifas untuk membaca doa-doa dalam buku manasik haji." (Fatwa Islamiyah, 1/239).

Tata Cara Bedoa Ketiak Haid

Tidak ada tata cara untuk berdoa bagi wanita yang sedang haid, sama persisi dengan berdoa pada umumnya. Akan tetapi lebih di utamakan untuk memperhatikan adab-adab yang di ajarkan oleh Rasulullah Saw agar doa tersebut lebih mudah di kabulkan oleh Allah (mustajab) Misalnya di awali dengan memuji kepada Allah Swt, lalu tidak lupa untuk bersholawat kepada Nabi Saw dan di tutup dengan umul kitab.

Itulah penjelasan mengenai hukum wanita yang sedang haid apakah di perbolehkan untuk berdoa atau tidak. Semoga bermanfaat

Artikel Terkait


EmoticonEmoticon