March 10, 2019

Bahaya Bagi Orang yang Selalu Enggan Untuk Membayar Hutang

Manusia sebagai mahluk sosial tidak luput dengan yang namanaya hutang piutang.  Namun ketika sudah punya uang untuk melunasinua maka segeralah bayar hutang tersebut. Agama Islam menekan kepada bahwa yang namanya hutang adalah ketika ia dalam keadaan darurat saja, namun jika dalam tidak keadaam darurat maka sebisa mungkin tidaklah untuk berhutang. Akan tetapi terkadang realitanya dalam kehidupan meskipun punya hutang mereka malah mendahulukan untuk membeli kebutuhan yang kurang manfaat dari pada untuk membayar hutang.
Jika sengaja untuk menunda untuk membayar hutang padahal mereka mampu ini merupakan suatu kedzaliman.

Nabi Muhamad Saw bersabda,
ﻣَﻄْﻞُ ﺍﻟْﻐَﻨِﻰِّ ﻇُﻠْﻢٌ ، ﻓَﺈِﺫَﺍ ﺃُﺗْﺒِﻊَ ﺃَﺣَﺪُﻛُﻢْ ﻋَﻠَﻰ ﻣَﻠِﻰٍّ ﻓَﻠْﻴَﺘْﺒَﻊْ
Artinya :
"Penundaan (pembayaran hutang dari) seorang yang kaya adalah sebuah kedzaliman, mka jika salah seorang diantara kalian dipindahkan kepada seorang yang kaya maka ikutilah"

Dari hadist diatas menjelaskan bahwa orang yang menunda untuk membayar hutang padahal ia telah mampu untuk melunasinya. Sedangkan bagi yang masih dalam keadaan kesusahan dan belum mampu untuk membayarnya, maka islam memberikan keringanan kepadanya.

Bagi yang masih sering menunda untuk membayar hutang, Awas perbuatan ini biasa membahayakan anda baik itu di dunia maupun di akhirat !

1. Orang yang belum membayar hutang sampai mati, maka akan dikurangi amalnya

مَنْ مَاتَ وَعَلَيْهِ دِينَارٌ أَوْ دِرْهَمٌ قُضِيَ مِنْ حَسَنَاتِهِ ، لَيْسَ ثَمَّ دِينَارٌ وَلاَ دِرْهَمٌ
Artinya :
"Barang siapa yang mati, sedangkan masih punya hutang satu dinar atau satu dirham, maka hutang tersebut akan dilunasi dengan amal kebaikanya (diakhirat nanti), karena disana sudah tidak ada lagi dinar atau dirham." (HR Ibnu Majah)

2. Ruhnya tertahan untuk masuk syurga
نَفْسُ الْمُؤْمِنِ مُعَلَّقَةٌ بِدَيْنِهِ حَتَّى يُقْضَى عَنْهُ
Artinya :
"Ruh seorang mukmin digantungkan pada hutangnya hingga ia melunasinya." (HR Tirmidzi)

Pada hadist diatas menerangkan bahwa jika seseorang mati namun hutangnya belum dibayar maka belum dapat ditentukan statusnya, apakah dia selamat ataukah binasa sampai diketahui bahwa hutang tersebut sudah dilunasinya.

3. Orang yang berhutang dan berniat untuk tidak melunasi, akan bertemu dengan Allah dengan status sebagai pencuri.
ﺃَﻳُّﻤَﺎ ﺭَﺟُﻞٍ ﻳَﺪَﻳَّﻦُ ﺩَﻳْﻨًﺎ ﻭَﻫُﻮَ ﻣُﺠْﻤِﻊٌ ﺃَﻥْ ﻻَ ﻳُﻮَﻓِّﻴَﻪُ ﺇِﻳَّﺎﻩُ ﻟَﻘِﻰَ ﺍﻟﻠَّﻪَ ﺳَﺎﺭِﻗًﺎ
Artinya :
"Siapa saja yang berniat berhutang dan berniat untuk tidak melunasinya, maka dia akan bertemu Allah (pada hari kiamat) dalam status sebagi pencuri."

Melihat dari keterangan beberapa hadist diatas, sungguh celaka bagi orang yang ketika mati masih dalam keadaan membawa hutang. Mereka akan di siksa oleh Allah samai benar-benar hutang tersebut sudah di anggap dibayar. Ternyata dengan hutang perbuatan tersebut akan di bawa sampai akhirat.

Maka dari itu bagi kalian atau siapa saja yang masih punya hutang segerelah untuk melunasinya. Karena mati seseorang tidak ada yang mengetahui, dan dosa hutang sangat besar siksanya.

Demikinalah mengenai bahaya akibat bagi orang yang selalu enggan untuk membayar hutang akan tetapi sebenarnya sudah mampu untuk membayrnya. Semoga bermanfaat

Artikel Terkait


EmoticonEmoticon