March 4, 2019

Pengertian Kafir dan Macam-Macamnya

Kata kafir sudah tidakak asing lagi bagi kalangan umat Muslim. Kata kafir berasal dari kata kufur yang berarti ingkar, menolak atau menyembunyikan kebaikan yang telah diterima  bahkan mengingkari kebenaran yang sudah ada. Istilah ini merujuk pada orang yang telah menutup atau mengingkari syariat yang telah dibawa oleh Nabi Muhamad Shallahhu 'Alaihi Wasallam.
Sedangkan ditinjau menurut bahasa arti kafir sendiri adalah tidak selamnya bagi orang yang non muslim saja, karena ada penggunaan kata kafir atau pecahan dari kata kafir yaitu kufur yang bermakna ingkar tidak sampai seorang tersebut keluar dari keislamanya. Dalam hal ini contohnya : kufir nikmat yaitu orang yang tidak mampu atau pandai dalam mensyukuri nikmat yang telah diberikan oleh Allah.

Secara istilah sendiri kafir adalah orang tang menentang dan menolak akan kebenaran dari Allah Swt yang mana telah disampaikan oleh pada Rasulnya, sedangkan secara singkat kafir adalah kebalikan dari iman.

Kata-Kata Kafir Dalam Al-Quran

Dalam Al-Quran sendiri penggunaan kata kafir digunakan berbeda-beda, diantaranya :
Dalam Q.S Al-Baqarah ayat 6
إِنَّ الَّذِينَ كَفَرُوا سَوَاءٌ عَلَيْهِمْ أَأَنْذَرْتَهُمْ أَمْ لَمْ تُنْذِرْهُمْ لَا يُؤْمِنُونَ
Artinya :
"Sesungguhnya orang-orang kafir, sama saja bagi mereka, kamu beri peringatan atau tidak kamu beri peringatan, mereka tidak juga akan beriman. (Q.S Al-Baqarah ayat 6)
 
Dalam Q.S Al-Baqarah ayat 156 juga disebitkan 
فَٱذْكُرُونِىٓ أَذْكُرْكُمْ وَٱشْكُرُوا۟ لِى وَلَا تَكْفُرُونِ
Artinya :
"Karena itu, ingatlah kamu kepada-Ku niscaya pula aku ingat kepadamu, dan bersyukurlah kepada-Ku dan janganlah kamu mengingkari nikmat (Ku)."  ( Q.S Al-Baqarah ayat 156)
 
Dalam Q.S Al-Hadid ayat 20
 
 اعْلَمُوا أَنَّمَا الْحَيَاةُ الدُّنْيَا لَعِبٌ وَلَهْوٌ وَزِينَةٌ وَتَفَاخُرٌ بَيْنَكُمْ وَتَكَاثُرٌ فِي الْأَمْوَالِ وَالْأَوْلَادِ ۖ كَمَثَلِ غَيْثٍ أَعْجَبَ الْكُفَّارَ نَبَاتُهُ ثُمَّ يَهِيجُ فَتَرَاهُ مُصْفَرًّا ثُمَّ يَكُونُ حُطَامًا ۖ وَفِي الْآخِرَةِ عَذَابٌ شَدِيدٌ وَمَغْفِرَةٌ مِنَ اللَّهِ وَرِضْوَانٌ ۚ وَمَا الْحَيَاةُ الدُّنْيَا إِلَّا مَتَاعُ الْغُرُور
Artinya :
"Ketahuilah bahawasanya kehidupan dunia ini hanyalah permainan dan suatu yang melalaikan, perhiasan dan bermegah-megah antara kamu serta berbangga-banggaan tentang banyaknya harta dan anak, seperi hujan yang tanam-tanamannya mengagumkan para petani (kuffar). (Q.S Al-Hadid ayat 200).
 
Macam-Macam Kafir
 
Dalam sarah kitab Safinatun Najah karya Syaikh Nawawi Al Bantani diterangkan bahwasanya kafir itu terbagi menjadi 4 macam.
 
1. Kafir Inkar yaitu orang yang tidak mengenal Allah dan tidak mau mengakui-Nya.
2. Kafir Juhud yaitu orang yang mengenal Allah dengan hatinya, namun tidak mau mengakui/mengikrarnya dengan lidahnya seperti iblis.
3. Kafir Nifaq yaitu orang yang mau beriqrar dengan lisan namun tidak mempercayai dalam hatinya.
4. Kafir 'Inad yaitu orang yang mengenal Allah dalam hatinya, dan mengakui dengan lidahnya, namun tidak mau melaksankan ajaran-Nya seperti Abu Tahlib.

Merujuk pada keberagaman makna kafir yang disebutkan dalam Al-Quran, kafir terbagi menjadi beberapa golongan dinataranya adalah :
 
1. Kafir Harbi
 
Adalah orang-orang kafir yang memerangi Allah dan Rasulullah dengan berbuat makar diatas muka bumi. (Q.S mahmud : 4)
 
2. Kafir Dzimmi
 
adalah orang kafir yang tunduk pada penguasa islam dan membayar jizyah/upeti atau kalu zaman sekarang bisa juga disebut dengan pajak. (Q.S At-Taubah : 29).
 
3. Kafi Muahad
 
Adalah orang kafir yang tinggal di Negara kafir, yang ada perjanjian damai dengan orang islam. (Q.S Al-Anfal : 58).
Nabi Saw juga bersabda : Barang siapa yang membunuh seorang muahid maka tidak akan mencium bau syurga." (H.R Bukhari).
 
4. Kafir Musta'man
 
Adalah orang kafir yang masuk ke Negara Islam dan mendapat jaminan keamanan dari pemerintah. (Q.S At-Taubah : 6).
 
Penyebutan kata kafir sendiri tidak selamnya mempunyai makan yang berakhlak buruk, jahat, dan sifat kotor lainnya. Dan tidak juga melecehkan nilai-nilai kemanusian karena sejatinya manusia adalah ciptaan Allah dan di mata Allah semua manusia itu sama dan saudara. Akan tetapi penyebutan kata kafir sendiri adalah dalam segi keimanan seseorang dimana kafir sendiri tidak mau mengimani Allah dan Rasulnya dan selalu mengingkari janji-janjinya.
 
Pada zaman dahulu Rasulullah ketika berinteraksi dengan orang-orang yahudi, orang musyrik, kafir, quraisy yang mana mereka tergolong orang kafir, akan tetapi Rasulullah tidak menyebutkanya dengan kata "Ya Kafir" beliau menyebut misalnya dengan yahudi, nasrani, quraish bahkan ketika mengirim surat ke Raja Romawi kuno beliau mengunakan kata-kata "ya adhimu ruum".

Intinya bahwasanya tidak semua orang yang selain non muslim itu disebut dengan kafir, dan umat Islam sendiri juga sangat toleransi terhadap agama lain.

Demikianlah mengenai pengertian kafir dan macam-macamnya yang bisa saya sedikit utarakan dan semoga bisa bermanfaat bagi khalayak umum. Dan apabila ada kesalahan dalam penulisan maupun penjelasan saya mohon maaf sebesar-besarnya.

Artikel Terkait


EmoticonEmoticon