April 6, 2019

Ibunda Rasulullah Bukanlah Seorang yang Kafir

Rasulullah SAW merupaka utusan Allah SWT atau bisa disebut Nabi terakhir, dan setelah beliau tidak ada Nabi lain. Beliau dilahirkan dari rahim seorang ibu yang bernama Aminah dan seorang bapak yang bernama Abdullah. Secara nasab sendiri antara Abdullah dan Aminah bertemu pada "Qusay". Tradisi negara Arab sendiri selalu mencatat baik silsilah keluarganya.

Saat Nabi Muhammad masih dalam kandungan ayahandanya meninggal dunia, dan disusul ketika beliau masih kecil ibundanya juga meninggal dunia. Jadi Nabi Muhammad sehak kecil sudah menjadi seorang yatim piatu. Kemudian beliau diasuh oleh kakeknya yang bernama Abdul Muthalib. Namun tidak lama kemudian kakeknya pun menyusul inu dan bapaknya meninggal dunia. Nabi Muhammad kemudia diasuh oleh paman beliau yang bernama Abu Thalib hingga dewasa.

Orangtua Rasulullah SAW disebut sebagai ahlul fatroh. Yakni golongan yang hidup di zaman kekosongan Nabi "kepaten obor kenabian". Nabi yang terakhir turun di Makkah dan sekitarnya ialah Nabi Ismail AS.

Setelah sekian abad, maka ajaran dan syariat sudah hilang. Mereka yang tidak menyembah berhala disebut ahlul fatroh. Mereka tetap percaya kepada Allah. Mereka adalah golongan penganut ajaran Nabi Ibrahim AS. Hanya tidak menjalankan syariat apapun, karena memang tidak tahu ilmunya. Salah satu diantara mereka ialah orangtua Rasulullah SAW.

Dari sini kita bisa tahu dungunya Wahhabi Radikal. Jika orangtua Rasulullah saja dengan seenak nafsunya dikafir-kafirkan, maka jangan heran jika pada batas tertentu, mereka akan mengkafirkan siapapun hanya karena beda golongan.

Habib Umar bin Hafidz-Yaman pernah berkata : "Jikalau Sayyidatina Aminah tidak selamat (masuk neraka), maka seluruh yang ada di dunia ini tidak akan selamat."

Bahkan disaat kampanye, dengan teganya memfitnah orangtua dari manusia terbaik, kekasih Gusti Allah SWT. Dijadikan pembenaran secara membabi buta.

Waspadalah !! Waspada Wahhabisme Merajalela !!

Jangan lupa kumandangkan selalu sholawat asyghil dalam berbagai kesempatan, jangan pernah lengah. Jangan sampai keluarga kita diracuni faham takfiri yang mengerikan ini. Karena manfaat sholawat asghilin sendiri salah satunya adalah agar terhidar dari kejahatan orang-orang yang dzalim.

"Sholawat Asghilin"

Allohumma sholli 'ala Sayyidina Muhammad,
Wa asyghilidz dzoolimiin bidz-dzolimiin.

Wa akhrijnaa min baynihim saalimiin,
Wa 'alaa alihi wa Shohbihii Ajma'in.

Demikianlah mengenai penjelasan bahwasanya Ibunda Rasulullah bukanlah seorang yang kafir, namun beliu adalah penganut ajaran Nabi Ibrahum hanya tidak menjalankan syariat apapun namun tetap mengimani Allah SWT. Semoga bermanfaat

Artikel Terkait


EmoticonEmoticon