May 12, 2019

Hukum Puasa Akan Tetapi Tidak Menjalankan Sholat

Sholat meruapkan rukun islam yang kedua. Sholat merupakan ibadah pokok bagi umat Islam dan hukumnya wajib dikerjakan bagi mereka yang sudah memenuhi syarat. Dijelaskan dalam sebuah hadist bahwasanya amal yang paling pertama dihisab oleh Allah kelak di akhirat nanti adalah amalan sholat. Ketika sholatnya baik maka amal yang lainnya pun baik, sebaliknya jika sholatnya tidak baik maka amal yang lainnya pun tidak baik.
Kemudian yang menjadi banyak pertanyaan adalah bagaimana hukum puasa akan tetapi tidak menjalankan sholat? Apakah puasanya masih dihukumi sah mengingat sholat adalah amalan yang paling utama dan pokok?

Sebelum menjawab pertanyaan ini, kita mestinya tanyakan terlebih dahulu kepada orang yang tidak sholat akan tetapi menajalankan puasa. Kira-kira alasan apa yang menjadikannya tidak menajalankan sholat. Apakah karena mengingkari kewajiban atau karena malas. Sebab kedua alasan tersebut memiliki hukum yang berbeda-beda. Hasan bin Muhammad Al Kaf dalam staqiratus sadidah fi masail mufidah mejelasakan :

له حالتان: فتارة يتركها جحودا وتارة يتركها كسلا: إذا تركها جحودا، أي: معتقدا أنها غير واجبة هو كالمرتد........،  إذا تركها كسلا: وذلك بأن أخرجها عن وقت الضرورة فهو مسلم
Artinya :
"Ada dua kondisi orang yang meninggalakan sholat. Meninggalakan sholat karena mengingkari kewajibannya dan meninggalkan sholat karena alasan malas. Orang yang masuk dalam kategori pertama, maka ia dihukumi murtad. Sementara jika lasanya karena malas, hingga waktunya habis, maka ia masih dikatakan muslim."

Berdasarkan keterangan diatas, orang yang tidak menjalankan sholat karena mengingkari keawajibannya, maka puasanya otomatis batal. Sebab dia sudah dianggap murtad dan keluar dari Islam merupakan salah satu hal yang bisa membatalkan puasa. Sementara jika alasanya karena malsa atau sibuk, maka statusnya masih muslim dan puasanya tidak batal secara esensial. 

Namun kendati puasanya tidak batal secara esensial atau dalam ilmu fiqih tidak dianggap batal dan orang tersebut tidak wajib qadha, namun puasanya hanya menahan rasa haus dan lapar saja dan tidak akan mendapat apa-apa dan pahalanya pun akan berkurang.

Keterangan lain yaitu menurut Syekh Ibnu Ustaimin rahimahullah  dalam fatwa shiyam, hal 87, diatanya menegnai hukum puasa akan tetapi tidak menjalankan sholat?

Beliau menjawab : "Orang yang meninggalakan sholat, puasanya tidak sah dan tidak diterima. Karena orang yang meninggalkan sholat itu kafir dan dianggap murtad (keluar dari islam).
 
Kesimpulanya bahwa orang yang puasa akan tetapi tidak menjalankan sholat itu dapat dikategorikan sebagai muhbitat al-shaum. Dia tidak merusak keabsahan puasa, akan tetapi dia merusak pahal puasa. Sehingga ibadah yang mereka jalankan tidak ada nilainya dihadapan Allah. Wallahu a'ala, bissowab

Demikianlah mengenai hukum puasa akan tetapi tidak menjalankan sholat. Intinya puasanya tetap sah akan tetapi tidak akan mendapat apa-apa uaitu bagaikan orang yang memakai tali pinggang akan tetapi tidak memakai celana. Semoga bermanfaat



Artikel Terkait


EmoticonEmoticon