May 20, 2019

Pengertian Fidyah dan Tata Cara Melakukan Atau Pembayarannya

Fidyah sendiri menurut bahasa adalah tebusan, sedangkan mneurut istilah fidyah adalah harta tebusan yang dipersembahkan karena Allah akibat kelalaian dalam ibadah, sebagai kafarat atas kelalaian dalam ibadah tersebut. Arti lain adalah apabila dia memberikan tebusan kepada seseorang, maka orang tersebut bisa menyelamatkannya. Di dalam kitab fiqih sendiri fidiyah disebut dengan istilah "ith'am" yang artinya adalah memberi makan. Adapaun fidyah ayang akan dibahas pada kali ini adalah sesutau yang harus diberikan kepada fakir miskin yaitu berupa makanan atau bahan pokok seperti beras sebagai pengganti karena telah meninggalkan puasa.
Secara umum fidiyah terbagi menjadi dua macam yaitu berupa takaran mud dan ada juga yang berupa dam. Adapun fidyah yang berupa mud adalah fidyah puasa orang tua, fidyah karena mengakhirkan qadha, mencabut satu helai rambut saat ihram memotong satu kuku. Sedangkan fidyah yang berupa dam adalah karena beeburu hewan di tanah haram, bersenggama saat ihram, memakai wangian, mencukur rambut, memakai pakaian dijahit, meninggalkan ihram di miqat, dan lain sebagainya yang biasanya berhubungan dengan ibadah haji.

Membayar fidyah sendiri diterapakan berdasarkan jumlah hari yang ditinggalakan saat puasa. Setiap satu hari orang tidak berpuasa dikarenakan adanya udzur maka orang tersebut wajib membayar fidyah kepada satu orang fakir miskin. Sedangkan untuk teknis pembaranya sendiri adalah tergantung keluasan masing-masing setiap orang. Bila orang tersebut nyaman dengan memberikan fidyah setiap hari kepada fakir miskin silahakan dilakukan, akan tetapi misal orang tersebut nyaman dengan memberikan sekaligus dalam satu bulan maka hal ini juga tidak apa-apa. Yang terpenting adalah jumlah takaranya tersebut tidak kurang dari yang telah ditetapakan atau menurut sayariat yang sudah ditetapkan. Sehingga dapat diambil kesimpulan bahwa pembayarn fidyah hanya diberikan kepada fakir miskin seperti halnya zakat fitrah.

Besaran Fidayah dan Orang yang Wajib Membayarnya

Menurut Nabi Muhammad SAW sendiri bentuk fidyah sendiri yaitu berupa makanan, biasanya adalah makanan pokok yang mana makanan tersebut setiap negara pasti berbeda anatara negara satu dengan yang lainnya. Adapun jenis makanan poko sendiri boleh berupa makanan yang siap makan atau yang berupa bahan mentah keduanya sah-sah saja, karena memanag tidak ada aturan khusus mengenai keduannya.

Ukuran Fidyah

Untuk ukuran fidyah sendiri mengenai seberapa jumlah yang harus dikeluarakan dalam hal ini ulama memilki perbedaan pendapat yang berbeda. Untuk penjelasanya dibawah ini :

1. Satu Mud

Sebagian ulama seperti Imam Syafi'i, Imam Maliki dan Imam Nawawi menetapkan bahwa ukuran fidyah yang harus dikeluarkan kepada setiap fakir miskin adalah 1 mud gandum atau bahan pokok lain, hal ini sesuai dengan ukuran mud Nabi Muhammad SAW. Adapun maksud mud sendiri adalah telapak tangan yang ditengadahkan ke atas untuk menampung makanan. Mud sendiri adalah ukuran atau volume bukan ukuran berat. Untuk ukuran mud pada zaman sekarang ini yaitu kisaran 675 gram atau 0,688 liter.

2. Dua Mud Atau Setengah Sha'

Sebagian ulama yang lain seperi Abu Hanifah berpendapat 1/2 sha' atau 2 mud gandum dengan ukuran mud Rasulullah SAW atau sama halnya dengan setengah sha' kurma atau tepung. Atau setara dengan memberi makan siang dan malam hingga kenyang satu orang baik itu fakir maupun miskin. Ualam yang lain berpendapat bahwa satu sha' setara dengan 1,5 kh dari makanan pokok.

3. Sat Sha'

Untuk ukuran satu sha' sendiri adalah pendapat dari kalangan Hanafiyah seperti Imam Alkasani. Bahwa satu sha' itu setara dengan 4 mud atau sama dengan zakat fitrah yang dibayarkan.

Orang yang Harus Membayar Fidyah

Adapaun untuk orang-orang yang harus membayar fidyah sendiri karena tidak bepeuasa adalah sebagai berikut :

1. Orang yang sakit dan sudah ditetapkan secara umum bahwa sulit untuk sembuh lagi.

2. Orang yang sudah tua atau lemah yang mana sudah tidak kuat untuk berpuasa lagi.

3. Wanita yang sedang hamil atau menyusui. Apabila ketika berpuasa mengkhawatirkan kesehatan anak yang sedang dikandung atau disusui tersebut. Mereka wajib membayar fidyah saja menurut sebagian ulama, namun menurut Imam Syafi'i mereka disamping membayar fidyah juga wajib untuk mengqadha puasanya. Namun sebagian ulama yang juga ada yang berpendapat tidak membayar fidyah akan tetapi cukup dengan mengqadha saja.

Cara Pembayaran Fidyah

Untuk cara pembayarn fidyah sendiri sebagai mana yang telah dijelaskan diatas tadi fidyah diberikan kepada fakir miskin sesuai dengan jumlah hari yang ditinggalakan, yakni satu fidyah untuk satu hari satu orang fakir atau miskin yang mana pemberiannya dapat dilakukan sekaligus. Misalkan orang tersebut tidak melakukan puasa satu bulan atau 30 hari maka orang tersebut cukuo membayar 30 porsi makanan kepada 30 orang fakir atau miskin saja.

Lalu yang menjadi pertanyaan bolehkan membayar fidyah dengan bentuk uang?

Menurut jumhur ulama mewajibkan dalam membayar fidyah yaitu berupa makanan, baik itu makanan siap saji maupun makanan pokok sesuai dengan Al-quran. Namun untuk madzhab Hanafiyah memperbolehkan membayarkan nilainya. Yang baik yang mana? lebih baik mengambil pendapat jumhur ulama akan tetapi jika dengan mengeluarkan fidyah sejumlah nilaianya lebih mendatangkan maslahat atau kebaikan maka hal ini diperbolehkan.

Itulah mengenai pengertian fidyah dan tata cara melakukan fidyah tersebut. Semoga bisa menjadi wawasan bagi orang yang belum faham mengenai fidyah. Apabila ada kesalah atau pengertian yang kurang pas atau hal lain bisa tinggalkan komentar. Semoaga bermanfaat




Artikel Terkait


EmoticonEmoticon