June 21, 2019

Dahsatnya Tawassul Kepada Syekh Abdul Qadir Jailani

Tawassul sendiri adalah mendekatkan diri kepada Allah dengan cara melaksanakan ketaaatan kepada-Nya, beribadah kepada-Nya serta tidak lupa mengikuti ajaran Rasul-Nya serta mengamalkan segalam macam amalan yang dicintai dan dirodhai-Nya. Untuk lebih jelasnya kita melakukan suatu ibadah kepada Allah dengan mengharap ridho-Nya dan syurgan-Nya Allah, namun dalam kita menjalankan atau berdoa kepada Allah tidak langsung meminta kepada Allah langsung, namun lewat perantara para orang-orang yang dianggap dekat dengan mereka, seperti para nabi, sahabat, tabi'in, salafunassolihin, para wali Allah dan lain sebagainya.
Nah pada kali ini saya akan membahas mengenai dahsatnya tawussul kepada Syekh Abdul Qadir Jailani, Siapa sih Syekh Abdul Qadir Jailani sendiri?

Syekh Abdul Qadiri Jailani sendiri adalah salah satu wali Allah atau biasa disebut sebagai Syultonul Aulia (rajanya para wali). Dimana beliau pernah mengatakan "Barang siapa yang punya hajat kepada Allah bertawaullah (membuat lantaran) kepada-Ku, maka Allah pasti akan mengabulkanya", maka dengan jalan tawassul inilah kebanyak orang yang berhaluan Ahlusunnah Waljamaah melakukan tawassul kepada Syekh Abdul Qadir Jailani dalam berbagai hajat, seperti 7 bulanan orang hamil, walimatul tasmiyah dan lain-lain, yaitu dengan pembacaan manaqib yang mana dalam manaqib tersebut menceritakan kisah-kisah teladan dari beliau.

Dikisahkan ada sebuah wanita yang hendak pulang kerumahnya, lalu ditengah perjalanan tersebut wanita didatangi oleh seklompotan perampok, kemudian wanita tersebut memanggil-manggil nama Syekh Abdul Qadir Jailani "Ya Syekh Abdul Qadir Jailani tolonglah aku" padahal pada zaman itu Syekh Abdul Qadir Jailani sudah wafat, namun tak disangka-sangka sandal yang biasa dipakai Syekh Abdul Qadir Jailani menghantam ke wajah seklompotan perampok tersebut, akhirnya perampok tersebut ketakutan.

Disamping kisah diatas juga masih banyak kisah-kisah yang menceritakan berbagai karomah yang dimiliki beliau, seperti bisa menghidupkan orang yang sudah meninggal dunia dan masih banyak yang lain.

Dari cerita diatas sungguh dahsyat sekali tawassul kepada Syekh Abdul Qadir Jailani, padahal beliau sudah meninggal dunia namun masih bisa menolong orang yang masih hidup. Namun terkadang masih juga banyak orang yang tidak mempercayai akan pentingnya tawassul lebih-lebih tawassul kepada orang yang sudah meninggal dunia. Ada juga yang bilang tawassul adalah perbuatan yang musyrik. Namun jika kaji lebih dalam sebenarnya suatu ibadah itu tergantung pada niatnya, jika niatnya tidak melenceng dari syariat Islam itu diperbolehkan.

Demikian mengenai dahsatnya bertawassul kepada Syekh Abdul Qadir Jailani. Namun disamping bertawassul kepada Syekh Abdul Qadir Jailani yang lebih utama lagi adalah bertawassul kepada Nabi Muhammad SAW. Bahkan ketika kita berdoa, dalam pembukaan doa tersebut didahuli dengan bertawassul kepada Nabi.





Artikel Terkait


EmoticonEmoticon