July 20, 2019

Tata Cara Sholat Subuh Paling Lengkap Dari Takbir Sampai Salam

Sholat subuh termasuk dalam sholat fardhu yang wajib dilakukan oleh setiap musli. Adapun waktu mengerjakan sholat subuh sediri adalah mulai dari terbitnya fajar shodiq (cahaya putih mengarah ke ufuk) sampai dengan terbitnya matahari. Hal ini sesuai dengan Hadist Nabi berikut ini :

وَوَقْتُ صَلَاةِ الصُّبْحِ مِنْ طُلُوعِ الْفَجْرِ مَا لَمْ تَطْلُعْ الشَّمْسُ فَإِذَا طَلَعَتْ الشَّمْسُ فَأَمْسِكْ عَنْ الصَّلَاةِ فَإِنَّهَا تَطْلُعُ بَيْنَ قَرْنَيْ شَيْطَانٍ

Artinya :
"Waktu sholat subuh adalah dari terbitnya fahar sampai sebelum terbit matahari. Maka apabila matahari sudah terbit, berhentilah dari sholat karena matahari itu terbit diantara dua tanduk syaitan."
Karena sholat ini hukumnya wajib maka barang siapa yang meninggalkan sholat ini tanpa alasan sesuai yang sudah diberlakukan dalam syariat Islam maka akan mendapat dosa. Maka siapa saja yang mengaku beriman kepada Allah tidak seharusnya untuk meninggalkan bahkan sampai lalai.

Adapun perintah untuk menjalankan sholat subuh sendiri sudah dijelaskan oleh Allah dalam Al-quran suarat Al-isra' ayat 78 berikut ini :

أَقِمِ الصَّلَاةَ لِدُلُوكِ الشَّمْسِ إِلَى غَسَقِ اللَّيْلِ وَقُرْآَنَ الْفَجْرِ إِنَّ قُرْآَنَ الْفَجْرِ كَانَ مَشْهُودًا
Artinya :
"Dirikanlah sholat dari sesudah matahari tergelincir sampai gelap malam dan dirinkanlah pula sholat subuh. Sesungguhnya sholat subuh ini disaksikan malaikat."

Sebelum menjalankan sholat alangkah baiknya mengetahui terlebih dahulu syarat syah sholat. Adapun syarat sah nya sholat adalah sebagi berikut :

1. Suci dari hadast dan najis

2. Menutup aurat. Untuk aurat laki-laki yaitu mulai dari pusar sampai lutut sedangkan aurat wanita adalah seluruh anggota tubuh kecuali wajah dan telapak tangan.

3.Tempat harus bersih dan suci dari kotoran

4. Sudah masuk waktu sholat

5. Menghadap kiblat

Setelah mengetahui syarat sah sholat selanjutanya mengetahui tata cara sholat subuh yang baik dan benar sebagaimana yang sudah diajarkan Nabi Muhammad salallahu 'alaihi wasallam berikut ini :

1. Niat

Meskipun tidak ada hadist hadist yang soheh mengenai niat yang diucapakan secara lisan, namun untuk Imam Syafi'i dan pengikutnya membolehkan membaca guna agar bisa meneguhkan hati dan fikiran ketika sholat. Niat sendiri dibaca didalam hati sebelum memulai sholat.

Niat Sholat Subuh Sendiri

اُصَلّى فَرْضَ الصُّبْحِ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ اَدَاءً ِللهِ تَعَالَى

Latin : "Usholli fardhol shubhi rok' ataini mustaqbillal qiblati ada'aan lillaahi ta'alaa"

Artinya :
"Saya niat sholat fardhu subuh sebanyak dua rakaat, meghadap kiblat semata-mata karena Allah ta'alaa."

Niat Sholat Subuh Untuk Makmum

اُصَلّى فَرْضَ الصُّبْحِ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ اَدَاءً مَأْمُوْمًا ِللهِ تَعَالَى

Latin : "Usholli fardhol shubhi rok' ataini mustaqbillal qiblati ada'aan ma'muman lillahi ta'alaa"

Artinya :
"Saya niat sholat fardhu subuh sebanyak dua rakaat, meghadap kiblat semata-mata sebagai makmum karena Allah ta'alaa."

Niat Sholat Subuh Untuk Imam

اُصَلّى فَرْضَ الصُّبْحِ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ اَدَاءً إِمَامًا ِللهِ تَعَالَى

Latin : "Usholli fardhol shubhi rok' ataini mustaqbillal qiblati ada'aan imaaman lillaahi ta'alaa"

Artinya :
"Saya niat sholat fardhu subuh sebanyak dua rakaat, meghadap kiblat semata-mata sebagai imam karena Allah ta'alaa."

2. Takbiratul Ikhram

Takbiratul ikhram sendiri yaitu mengangkat kedua tangan ketika awal akan melakukan sholat. Takbiratul ikhram sendiri biasanya dilakukan bersamaan dengan niat didalam hati.

Bacaan Takbiratul Ikhram

Allahhu Akbar اَللّهُ اَكْبَرُ

3.  Membaca Do'a Iftitah

Ada macam-macam bacaan doa iftitah yang bisa anda bacasaat melakukan sholat fardu ataupun sholat sunnah. Namun untuk bacaab doa iftitah yang banyak digunakan oleh banyak orang adalah sebagi berikut ini :

اللهُ اَكْبَرُ كَبِرًا وَالْحَمْدُ لِلهِ كَشِيْرًا وَسُبْحَانَ اللهِ بُكْرَةً وَاَصِيْلًا . اِنِّى وَجَّهْتُ وَجْهِيَ لِلَّذِيْ فَطَرَالسَّمَاوَاتِ وَالْااَرْضَ حَنِيْفًا مُسْلِمًا وَمَا اَنَا مِنَ الْمُشْرِكِيْنَ . اِنَّ صَلَاتِيْ وَنُسُكِيْ وَمَحْيَايَ وَمَمَاتِيْ لِلهِ رَبِّ الْعَا لَمِيْنَ . لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَبِذَ لِكَ اُمِرْتُ وَاَنَ مِنَ الْمُسْلِمِيْنَ

Bacaan Iftitah Latin

Allaahu akbar kabiiraw-walhamdu lillaahi katsiiran, wa subnaanallaahi bukrataw-wa'ashiila. Innii wajjahtu wajhiya lilladzii fatharas-samawaati wal ardha haniifam-muslimaw-wamaa anaa minal musyrikiina. Inna shalaatii wa nusukii wa mahyaaya wa mamaatii lillaahi Rabbil "aalamiina. Laa syariikalahu wa bidzaalika umirtu wa anna minal muslimiina

Artinya :
"Allah Maha Besar dengan sebesar-besarbya. Segala puji yang sebanyak0banyaknya bagi Allah. Maha Suci Allah pada pagi dan petang hari. Aku menghadapkan wajahku kepada Tuhan yang telah menciptakan langit dan bumi dengan kepatuhan dan kepasrahan diri, dan aku bukanlah termasuk orang-orang yang menyekutukan-Nya. Sesungguhnya sholatku, ibadahku, hidup dan matiku hanyalah kepunyaan Allah, Yuhan semesta alam, yang tiada satu pun sekutu bagi-Nya. Dengan semua itulah aku diperintahkan dan aku adalah termasuk orang-orang yang berserah diri (muslim)."

4. Membaca Surat Al-Fatikhah

Setelah selesai membaca doa iftitah selanjutanya adalah membaca surat Al-fatikhah.

5. Membaca Surat Al-Qur'an

Untuk suratnya sendiri bebas mau surat apa saja, sesui dengan apa yang kamu hafal.

6. Ruku'

Setelah membaca surat Al-Quran selanjutnya yaitu ruku', dan ketika mau ruku' sambil mengucapkan kalimat Allahhu Akbar.

Untuk bacaan ruku' sendiri adalah sebagi berikut :

سُبْحَانَ رَبِّىَ الْعَظِيْمِ وَبِحَمْدِهِ
Latin : Subhaa rabbiyal adziimi wabihamdi

Artinya :
"Maha suci Rabku yang maha Agung dan terpuji."

Dibaca sebanyak tiga kali

7. I'tidal

I'tidal sendiri adalah berdiri tegak setelah ruku'. Dan ketika i'tidal mengicapkan kalimat 

"Sami’allahu Liman Hamidah"

Ketika berdiri i'tidal pandangan mata menghadap ke tempat sujud sambil membaca :

رَبَّنَا لَكَ الْحَمْدُ مِلْءَ السَّمَوَاتِ وَمِلْءَ الْأَرْضِ وَمِلْءَ مَا شِئْتَ مِنْ شَيْءٍ بَعْدُ

Rabbana lakal hamdu mil-as-samaawaati wal-al-ardhi wa mil-a maa suik-ta-min syai-im ba'du 

Artinya :
"Ya ya Tuhan kami, bagi-Mu segala puji, sepenuh langit, sepenuh bumi, sepenuh apapun yang Engkau hendaki setelah itu."

8. Sujud

Ketika sujud membaca doa berikut ini, dan dibaca sebanyak tiga kali.

سُبْحَانَ رَبِّيَ اْلاَعْلَى وَبِحَمْدِهِ

Subaana rabbiyal a'la wa bihamdihi

Artinya :
"Maha Suci Tuhan yang maha tinggi dan memujilah kepada-Nya."

9. Duduk diantara Dua Sujud

Setelah sujud yang pertama selesai, maka selanjutnya adalah gerakan duduk diantara dua sujud (iftirasy) yang mana artinya adalah duduk diatas kaki kiri dan posisi kaki kanan berdiri tegak.

Doa ketika duduk diantara dua sujud

رَبِ ّاِغْفِرْلِيِِْ وَارْحَمْنِيْ وَارْفَعْنِيْ وَاجْبُرْنِيْ وَارْزُقْنِيْ وَاهْدِنِيْ وَعَاِفِنيْ وَاعْفُ عَنِّيْ 

Rabbighfirlii warhamnii warfa'nii wajburnii warzuqnii wahdinii wa aafinii wa'fu anii

Artinya :
"Ya Allah, ampunilah aku, kasihanilah aku, cukupilah aku, angkatlah derajatku, berikanlah rezeki kepadaku, berikanlah petunjuk kepadaku, berilah kesehatan padaku dan ampunilah aku."

10. Sujud

Setelah selesai membaca doa duduk diantara dua sujud gerakan selanjutnya adalah sujud kemabali, dan jangan lupa ketika bergerak dari duduk ke sujud sambil membaca "Allahhu Akbar". Dan ketika sujud kembali lagi membaca doa sujud sebanyak tiga kali. Adapun doanya adalah seperti sujud yang pertama tadi.

11. Berdiri Lagi Untuk Melakukan Rakaat yang Ke Dua

Adapun untuk rakaat yang kedua gerakanya sama dengan rakaat yang pertama dan tidak perlu membaca do'a iftitah lagi, langsung Al-fatikhah saja. Dan untuk sholat subuh sendiri biasanya untuk kalangan masayrakat Nahdiyin membaca doa qunut ketika setelah selesai membaca do'a i'tidal.

Untuk bacaan doa qunut adalah sebagi berikut :

اَللّهُمَّ اهْدِنِىْ فِيْمَنْ هَدَيْتَ ,وَعَافِنِى فِيْمَنْ عَافَيْتَ , وَتَوَلَّنِىْ فِيْمَنْ تَوَلَّيْتَ , وَبَارِكْ لِىْ فِيْمَا اَعْطَيْتَ, وَقِنِيْ شَرَّمَا قََضَيْتَ,  فَاِ نَّكَ تَقْضِىْ وَلاَ يُقْضَى عَلَيْكَ , وَاِ نَّهُ لاَ يَذِلُّ مَنْ وَالَيْتَ, وَلاَ يَعِزُّ مَنْ عَادَيْتَ, تَبَارَكْتَ رَبَّنَا وَتَعَالَيْتَ, فَلَكَ الْحَمْدُ عَلَى مَا قَضَيْتَ, وَاَسْتَغْفِرُكَ وَاَتُوْبُ اِلَيْكَ, وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدَنَا مُحَمَّدٍ النَّبِيِّ اْلاُمِّيِّ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ

Doa qunut latin

"Allahummah dinii fii man hadaiit. Wa'aafinii fii man aafaiit. Wa tawallani fi man tawallait. Wa baarrik lii fimaa a'thaiit. Wa qinii syarramaa qashaiit. Fa innaka taqdhii walaa yuqdhaa 'alaiik. Wainnahu laa yadziluu man walaiit. Walaa ya'izzu man 'aadaiit. Tabaa rakta rabbanaa wata 'aalait, Fa lakal-hamdu 'alaa maa qadhaiit, Astaghfiruka wa atuubu ilaiik, wa shallallaahu "alaa sayyidina Muhammadinin-nabiyyil ummiyyi wa'alaa aalihii wa shahbihii wa sallam"

12. Tahiyat Akhir

Setelah sampai dengan sujud yang kedua kemudian gerakan yang terakhir adalah Tahiyat Akhir. Pada saat takhiyat akhir posisi duduk kaki kiri melewati pinggir badan sebelah kanan dan posisi kaki kanan miring.

Sambil duduk takhiyat akhir sambil membaca doa berikut ini :

التَّحِيَّاتُ الْمُبَارَكَاتُ الصَّلَوَاتُ الطَّيِّبَاتُ لِلَّهِ السَّلاَمُ عَلَيْكَ أَيُّهَا النَّبِىُّ وَرَحْمَةُ اللَّهِ وَبَرَكَاتُهُ السَّلاَمُ عَلَيْنَا وَعَلَى عِبَادِ اللَّهِ الصَّالِحِينَ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُولُ اللَّهِ

اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ ، وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ ، كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ ، إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ ، اللَّهُمَّ بَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ ، وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ ، كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ ، وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ ، إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ

Doa Tahiyat Akhir Latin

At tahiyyaatul mubarokaatush sholawaatuth thoyyibaat lillah. Assalaamu 'alaika ayyuhan nabiyyu wa rahmatullahi wa barokaatuh. Assalaamu 'alainaa wa 'alaa 'ibaadillahish sholihiin. Asyhadu alla ilaaha illallaah wa asyhadu anna Muhammadan 'abduhu wa rosuuluh.

Allahumma sholli ala Muhammad wa 'ala aali muhammad kamaa shollaita 'ala Ibroohim wa 'ala aali Ibrohim, innaka hamidun majiid. Allahumma baarik 'ala Muhammad wa 'ala aali Muhammad kamaa baarokta 'ala Ibrojim wa 'ala aali Ibrohimm innaka hamidun majiid 

Sebelum salam dianjurkan pula untuk berdoa agar dilindungi dari 4 perkara yaitu : Siksa jahanam, siksa kubur, penyimpangan ketika hidup dan mati, dan kejelekan Dajjal. Adapun do'anya adalah sebagi berikut ini :

اللَّهُمَّ إِنِّى أَعُوذُ بِكَ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ وَعَذَابِ النَّارِ وَفِتْنَةِ الْمَحْيَا وَالْمَمَاتِ وَشَرِّ الْمَسِيحِ الدَّجَّالِ

Latin :

Allahumma inni a'udzu bika min 'adzabil qobri, wa 'adzabin naar, wa fitnatil mahyaa wal mamaat, wa syarri fitnatil masihid dajjal.

Artinya :
"Ya Allah, aku meminta perlindungan kepada-Mu dari siksa kubur, siksa neraka, penyimpangan ketika hidup dan mati, dan kejelelakan Al Masih Ad Dajjal. (HR Muslim no. 588) 

13. Salam

Gerakan yang terakhir ketika sholat adalah mengucapkan salam. Salam sendiri terbagi menjadi 2 macam yaitu : salam menoleh ke kanan dan salam menoleh ke kiri.

Bacaan Salam Ketika menoleh ke Kanan

اِنِّىْ اَسْأَلُكَ فَوْزًا بِالْجَنَّةِ
Inni As Aluka Fauza Bil Jannah

Artinya :
"Sesungguhnya saya meminta kepada Engkau kemenangan dengan syurga."

Bacaan Salam Ketika Menoleh ke Kiri

اِنِّىْ اَسْأَلُكَ نَجَةً مِنَ النَّارِ وَالْعَفْوَ عِنْدَ اْلحِسَابِ
Inni As Aluka Najatam Minan Nar Wal 'Afwa 'Indal Hisab

Artinya :
"Sesungguhnya saya meminta kepada Engkau untuk selematkan dari Api Neraka, dan pengampunan di hari perhitungan amal."

Demikianlah mengenai tata cara sholat subuh mulai dari takbir sampai dengan salam. Semoga dengan adanya artikel bisa dijadikan wawasan kususnya bagi orang yang belum tahu tentang tata car sholat. Dan semoga kita tergolong orang yang istiqmah untuk menjalankan sholat fardhu.

Artikel Terkait


EmoticonEmoticon