Showing posts with label berita islam. Show all posts
Showing posts with label berita islam. Show all posts

March 4, 2018

Kontroversi Tentang Fatwa “Rokok Haram” di Indonesia

Rokok kembali jadi kontroversi belakangan ini, karena belum lama ini kalangan ulama muhammadiyah mengeluarkan fatwa haram rokok. Namun munculnya fatwa haram rokok itu tak seheboh kasus century walaupun sempat diwarnai demo beberapa saat lalu di jakarta oleh kalangan petani tembakau, menolak fatwa haram tersebut. Jika kita lihat selama ini kalangan ulama memang gencar mengharamkan rokok, sebelum Muhammadiyah MUI pun juga sempat mengeluarkan fatwa yang serupa, karena kesadaran akan bahaya rokok, bahkan pemerintah pun juga tak ketinggalan merespon hal tersebut dengan membuat ruang khusus merokok namun masih sebatas di instansi publik.

Memang ada segi positif dan negatif terkait hal ini, segi positifnya masyarakat yang tidak merokok atau yang tergolong perokok pasif paling tidak selamat dari bahaya rokok, karena ada yang mengatakan perokok pasif mendapatkan dampak negatif yang lebih banyak dari pada perokok aktif. Segi negatifnya jika fatwa ini benar-benar diterapkan di Indonesia, dengan aturan perundang-undangan dari pemerintah, maka akan berimbas dengan membludaknya angka pengangguran karena otomatis para petani tembakau akan kehilangan pekerjaan mereka, dan nampaknya kalangan ulama belum melihat hal yang satu ini.

Pemerintah pun nampaknya juga berfikir ulang seribu kali untuk benar-benar melarang peredaran rokok di Indonesia, karena ada yang mengatakan rokok menyumbang devisa yang cukup besar untuk negara ini. Rokok dilarang namun cukainya yang mencapai sekitar 22, 3 triliun untuk tahun ini malah diperhitungkan atau barangkali diharapkan mencapai 26 triliun bagi yang berkepentingan di tahun mendatang.

Ia dilarang dan mengganggu kesehatan, namun di sisi lain pemerintah pun sepertinya masih mengharapkan dana cukai yang cukup besar dan instan dari hasil cukai rokok ini. Komisi VII DPR mengharapkan agar cukai rokok dapat dimanfaatkan untuk mendanai kampanye Indonesia sehat. Jadi, diharapkan 50% dari cukai rokok itu dialokasikan untuk kesehatan. Dengan demikian kompensasi yang proposional atas biaya kesehatan yang dibebankannya dapat dilakukan secara berkeadilan dan hal ini dapat dibicarakan lebih lanjut.

Dari hasil kesimpulan Raker Kesra komisi VII DPR dengan Menkes dr. Achmad Sujudi, MHA. Menurut Sujudi, biaya kesehatan dan cukai rokok itu suatu alternatif yang dipikirkan. Karena rokok sesuatu yang buruk, karena itu seharusnya cukai diberikan pada kesehatan, walau tidak semua. Menurutnya ini baru wacana. Namun ia berharap nanti bisa menjadi peraturan yang tetap. Karena jatahnya hanya 5%, namun diharapkan nanti bisa menjadi 50% dana cukai rokok yang dialihkan untuk kesehatan.

Menaggapi fatwa “Rokok Haram” ini terdapat banyak pendapat yang tidak setuju dengan fatwa tersebut karena hal Ini akan lebih banyak menimbulkan dampak negatif bagi bangsa ini.
Menanggapi hal ini MUI NTB minta agar masalah fatwa haram merokok dipertimbangkan kembali dan ditinjau ulang sebab menyangkut sosial ekonomi masyarakat di Lombok yang merupakan penghasil terbesar tembakau Virginia di Indonesia.

Tidak hanya petani pemilik lahan tetapi juga 140 ribu buruh tani penanam tembakau sehingga memiliki kontribusi mengurangi pengangguran. Menurut Gus Dur, fatwa haram merokok akan menciptakan banyak pengangguran.

Gus Dur menjelaskan, larangan haram yang digunakan sebagai dasar MUI untuk mengeluarkan fatwa dianggap tidak sesuai. “Karena MUI tidak melihat secara luas. Merokok itu tidak haram, melainkan sunah !!” ujarnya. Sebelumnya, pendapat senada diungkapkan Ketua PBNU KH Said Aqil Siroj. Menurutnya, hukum haram merokok justru akan lebih banyak dampak buruknya. Ia menjelaskan, tidak ada satupun ulama di dunia, termasuk ulama Syiah, yang memfatwakan rokok dengan hukum haram.

Hanya para ulama Wahabi yang memberikan hukum terhadap hal itu. Dampak buruk lainnya jika rokok diharamkan adalah dari sisi ekonomi. Fatwa tersebut jelas akan membunuh para buruh pabrik rokok, juga para petani tembakau, yang kebanyakan mereka juga kalangan nahdliyin (warga NU). Kang Said menduga, MUI tampak tak memperhatikan sisi tersebut yaitu dampak yang begitu besar itu kayaknya tidak dipikirkan oleh MUI.

Komunitas pondok pesantren tidak pula ketinggalan menanggapi fatwa haram merokok. Kalangan ponpes besar di Jawa Timur menolak MUI yang mengeluarkan fatwa mengenai larangan merokok. KH. Sholahuddin Wahid mengatakan “Saya yakin akan lebih banyak menimbulkan mudarat (dampak negatif) daripada manfaatnya kalau masalah merokok itu disikapi MUI dengan mengeluarkan fatwa”. Dampak negatif tersebut menurut dia di antaranya adalah terganggunya kebutuhan ekonomi masyarakat, bisa dibayangkan, berapa ratus ribu orang akan kehilangan pekerjaan.

Belum lagi pada lapisan masyarakat lainnya, seperti pedagang rokok dan petani tembakau yang akan kena dampaknya. Oleh sebab itu, dia menyarankan MUI agar dalam menyikapi masalah rokok yang sudah meracuni anak-anak dan remaja itu melalui pesan yang bijak. “Akan sangat bagus, kalau disampaikan dalam bentuk imbauan melalui media massa.

MUI bisa bekerja sama dengan praktisi periklanan, bagaimana pesan tersebut bisa efektif diterima masyarakat”. Senada dengan pendapat di atas, KH Miftachul Akhyar mengatakan bahwa tidak ada satupun dalil Al-Quran maupun Hadits yang mengharamkan rokok bahkan dari empat madzab yang ada juga tidak ada yang menyatakan haramnya merokok. Beliau menambahkan sesuatu yang tidak diatur dalam AlQuran, Haditz maupun belum ada ijma maupun kiasnya (pendapat ulama) maka barang itu memiliki hukum Aslu fil asyak yang artinya barang yang belum ada hukumnya berarti mubah.

Jadi siapapun itu berhak untuk merokok atau tidak merokok. Menurut KH Miftachul Akhyar dalil ushul fiqh yang berbunyi aslu fil asyak sendiri setidaknya mengandung konsekuensi bisa makruh, halal maupun haram. Ada yang ketagihan rokok, kalau tidak merokok dia malah tidak konsentrasi dan tidak bisa kerja. Untuk orang ini berarti merokok malah diharuskan.

















February 21, 2018

Pengertian puasa sunah dan macam-macamnya beserta dalilnya

Puasa Sunnah adalah puasa puasa yang dalam pelaksanaanya tidak diwajibkan, akan tetapi sangat dianjurkan dan waktu pelaksanaanya juga pada waktu-waktu tertentu. Namun ada juga puasa sunnah yang dapat dilaksanakan pada waktu-waktu kapan saja.

Prinsip  puasa sunnah, yaitu tidak boleh berpuasa secara berturut-turut tanpa berbuka sama sekali. Selain itu, pahala puasa juga hanya Allah SWT yang mengetahuinya.Adapun puasa sunnah adalah amalan yang dapat melengkapi kekurangan amalan wajib. Selain itu pula puasa sunnah dapat meningkatkan derajat seseorang menjadi wali Allah yang terdepan (as saabiqun al muqorrobun) dan lewat amalan sunnah inilah seseorang akan mudah mendapatkan cinta Allah.

Akan tetapi dalam praktiknya puasa sunah sendiri lebih sulit dilakukan dari pada puasa wajib, sebab kalau puasa wajib kita merasa terpaksa dalam menjalankanya. Namun apapun bentuk puasa baik itu sunah maupun wajib jika sudah di niati sebaik mungkin pasti akan terlaksana, karena semua itu kembali dari niat masing-masing orang.

Adapun macam-macam puasa sunah adalah sebagai berikut :

1. Puasa 6 hari dalam bulan syawwal

 Puasa sunnah yaitu puasa yang dilaksanakan setalah hari raya idul fitri atau pada tanggal 2 syawwal, yang dilakukan secara berurutan atau secara acak selama masih didalam bulan syawwal.Diriwayatkan dari Abu Ayyub al-Anshari Radhiyallahu anhu, bahwasanya Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
مَنْ صَامَ رَمَضَانَ ثُمَّ أَتْبَعَهُ سِتًّا مِنْ شَوَّالٍ كَانَ كَصِيَامِ الدَّهْرِ.
“Barangsiapa berpuasa Ramadhan, kemudian dikuti dengan berpuasa enam hari di bulan Syawwal, maka ia seperti berpuasa setahun.”

Namun Imam Maliki dalam hal ini berbeda pendapat,menurutnya puasa syawal termasuk hal yang makruh.hal ini di khawatirkan masyarakat berkeyakinan bahwa puasa itu dianggap atau termasuk puasa ramadhan,sehingga mereka mewajibkan diri mereka sendiri dan menyalahkan orang yang tidak mengerjakanya.Jadi anggapan makruh ini adalah syadz ad-dzara`i(tindakan pencegahan).Namun bagaimanapun hadis shahih tentang puasa syawal ini lebih kuat dibanding pendapat imam maliki.
2. Puasa Arafah

Diriwayatkan dari Abu Qatadah Radhiyallahu anhu, ia berkata :

,سُئِلَ رَسُوْلُ اللهِ j عَنْ صَوْمِ يَوْمِ عَرَفَةَ، فَقَالَ: يُكَفِّرُ السَّنَةَ الْمَاضِيَةَ وَالْبَاقِيَةَ. وَسُئِلَ عَنْ صَوْمِ يَوْمِ عَاشُوْرَاءَ، فَقَالَ: يُكَفِّرُ السَّنَةَ الْمَضِيَةَ
.
“Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah ditanya tentang puasa hari ‘Arafah, beliau menjawab, ‘Ia menghapus dosa-dosa setahun yang lalu dan yang akan datang.’ Beliau juga ditanya tentang puasa hari ‘Asyura, beliau menjawab, ‘Ia menghapus dosa-dosa tahun lalu.”

Yang diamaksud puasa arafah adalah puasa pada tanggal 9 dzulhijjah.puasa ini terbilang sebagai puasa paling afdhal karena pada hari itu jamaah haji sedan meakukan wukuf di padang arafah dengan mengenakan pakaian ihram,menghususkan dirinya untuk beribadah kepada Allah.
Menurut jumhur ulama puasa arafah hanya di sunnahkan kepada orang yang tidak sedang melakukan ibadah haji.Sedangkan orang yang sedang melakukan badah haji justru di makruhkan,karena dikhawatirkan akan mengurangi semangat mereka pada saat wukuf.

3. Puasa hari ‘Asyura (tanggal 10 Muharram)

Dari Abu Hurairah Radhiyallahu anhu, ia berkata, “Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
أَفْضَلُ الصِّيَامِ بَعْدَ رَمَضَانَ شَهْرُ اللهِ الْمُحَرَّمُ وَأَفْضَلُ الصَّلاَةِ بَعْدَ الفَرِيْضَةِ صَلاَةُ اللَيْلِ
.
“Sebaik-baik puasa setelah puasa bulan Ramadhan adalah puasa pada bulan Allah, bulan Muharram dan sebaik-baik shalat setelah shalat fardhu adalah shalat malam.”
Zaman dahulu puasa ini dikerjakan oleh orang-orang yahudi.Ketika rasulullah datang ke madinah beliau juga menggikuti orang-orang yahudi berpuasa,bahkan menyuruh sahabat untuk melakukan juga.Namun utuk membedakan dengan orang yahudi Rasulullah menyuruh untuk melakukan puasa di hari sebelumnya juga yaitu tanggal 9 dzulhijjah.

4. Puasa bulan Sya’ban

   Aisyah radhiyallahu ‘anha mengatakan :

لَمْ يَكُنِ النَّبِىُّ - صلى الله عليه وسلم - يَصُومُ شَهْرًا أَكْثَرَ مِنْ شَعْبَانَ ، فَإِنَّهُ كَانَ يَصُومُ شَعْبَانَ كُلَّهُ

“Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak biasa berpuasa pada satu bulan yang lebih banyak dari bulan Sya’ban. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa berpuasa pada bulan Sya’ban seluruhnya.” (HR. Bukhari no. 1970 dan Muslim no. 1156)
Rahasia di balik puasa ini sebagaimana di jelaskan oleh riwayat yang bersumber dari usamah bin zaid yang mengatakan:”Wahai Rasulullah aku belum pernah melihat engkau berpuasa satu bulan sebagai mana engkau berpuasa di bulan sya`ban.Nabi menjawab:”bulan ini adah bulan yang di apit oleh bulan rajab dan ramadhan yang dilalaikan banyak orang .Ia adalah bulan yang padanya di angkat segala amalku,karenanya aku berpuasa”.

5. Puasa hari Senin dan Kamis

Puasa hari Senin dan Kamis adalah puasa sunnah yang dilakukan setiap hari senin dan kamis. Afdhalnya puasa senin kamis ini yaitu berpuasa pada hari senin dan dikuti dengan puasa pada hari kamisnya.Nabi sangat bersungguh sungguh dalam melakukan puasa senin dan kamis.Hal ini memang karena hari tersebut adalah saat amal manusia diserahkan kepada Allah.
Menurut riwayat lain pada hari sein dan kamispintu pintu surga dibuka.Allah mengampuni setiap dosa hamba yang tidak mengandug syirik dan ada unsur permusuhan anara dua muslim.
Diriwayatkan dari Usamah bin Zaid Radhiyallahu anhuma, dia berkata, “Sesungguhnya Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam selalu berpuasa pada hari Senin dan Kamis, manakala beliau ditanya tentang hal tersebut, beliau menjawab:
إِنَّ أَعْمَالَ اْلعِبَادِ تُعْرَضُ يَوْمَ الإِثْنَيْنِ وَالْخَمِيْسِ.
“Sesungguhnya amal-amal hamba dihadapkan (kepada Allah) pada hari Senin dan Kamis.”

6. Puasa Tiga Hari di Setiap Bulan

Diantara sekian banyak puasa ada puasa tiga hari tiap-tiap bulan yang disebut Ayam al-biydh .Allah memberikan balasan satu kebaikan denga sepuluh keabaikan.jadi tiga hari puasa sama halnya puasa tigapuluh hari.
Berdasarkan riwayat dari Abu Dzarr Radhiyallahu anhu, dia berkata bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
يَا أَبَا ذَرٍّ, إِذَا صُمْتَ مِنَ الشَّهْرِ ثَلاَثَةَ أَيَّامٍ فَصُمْ ثَلاَثَةَ عَشْرَةَ وَأَرْبَعَ عَشْرَةَ وَخَمْسَ عَشْرَةَ.
“Wahai Abu Dzarr, jika engkau ingin puasa tiga hari dari suatu bulan, maka puasalah pada hari ketiga belas, empat belas, dan lima belas.”
Anjuran puasa tiga hari tiap-tiap bulan ini dalam masing masing riwayat berbeda beda.Hal ini menegaskan bahwa adanya puasa ini tidak kaku,sehingga setiap muslim boleh berpuasa di setiap bulan baik awal bulan,pertengahan maupun akhir bulan.

Sebenarnya masih banyak lagi macam-macam puasa sunah, dan insya Allah akan dijelaskan pada artikel berikutnya, demikian pembahasan mengenai macam-macam puasa sunah dan semoga bermanfaat bagi khalayak umum. Amien..

February 20, 2018

7 macam darah istihadoh yang wajib diketahui wanita

Sebelum membahas mengenai macam-macam darah istihadaoh alangkah baiknya sedikit mengulas tentang pengertian istihadoh itu sendiri. Istihadoh secara bahasa berarti mengalir, sedangkan menurut istilah istihadoh adalah darah yang keluar dari Rahim perempuan selama masih dalam waktunya haid dan nifas. Sedangkan perempuan yang mengeluarkan darah istihadoh disebut mustahadoh.
Darah kuat (dihukumi haid)
Darah lemah (dihukumi istihadoh)
Adapun macam-macam darah  istihadoh yaitu ada 7 macam :


1. Mubtadiah mumayizah
Yang disebut mubtadiah mumayizah yaitu seorang perempuan yang pertama kali haid dan bisa membedakan apa itu warna-warna darah yang keluar.

2. Mubtadiah ghoiru mumayizah
Yaitu seorang perempuan  yang pertama kali haid dan tidak bisa membedakan macam-macam warna darah.

3. Mu’tadah mumayizah
Yaitu seorang perempuan yang sudah pernah haid dan suci, dan perempuan tersebut  bisa membedakan warna-warna darah.

4. Mu’tadah ghoiru mumayizah dzakiroh liadatiha qodron wawaktan
Yaitu seorang perempuan yang sudah pernah haid dan suci akan tetapi tidak bisa membedakan warna-warna darah namun ingat lama serta awal keluarnya darah haid.

5. Mu’tadah ghoiru mumayizah nasiyan liadatiha qodron wawaktan
Yaitu seorang perempuan yang sudah pernah haid dan suci akan tetapi tidak bisa membedakan warna-warna darah dan dia tidak ingat lama serta awal keluarnya darah haid (lupa semua antara lamanya haid dan keluarnya kapan)

6. Mu’tadah ghoiru mumayizah dzakirot lil qodri dunal wakti
Yaitu seorang perempuan yang sudah pernah haid dan suci akan tetapi hanya ingat lamanya haid dan tidak ingat kapan mulainya darah haid tersebut.

7. Mu’tadah ghoiru mumayizah dzakiroh lil wakti dunal qodri
Yaitu seorang perempuan yang sudah pernah haid dan suci akan tetapi hanya ingat mulainya haid dan tidak ingat lamanya darah haid yang keluar.

Semua macam istihadoh yang ada 7macam tersebut mempunyai hukum sendiri-sendiri yang sangat perlu kita pelajari bahkan wajib bagi seorang perempuan untuk mempelajarinya, agar bisa membedakan antara darah haid dan istihadoh. Mengenai hukum-hukum istihadoh antara 1-7 insya allah akan di bahas pada artikel yang selanjutnya. Semoga bermanfaat. Amienn…

February 19, 2018

Hukum Ziarah Kubur dan Dalilnya

Melakukan suatu amalan atau ibadah baik itu wajib maupun sunnah merupakan salah satu aktivitas seoramg muslim. Salah satunya adalah ziarah kubur, di mana hal ini ulama banyak yang berbeda pendapat tentang di perbolehkanya atau tidak tentang ziarah kubur.

Ziarah kubur  sendiri menurut bahasa adalah berkunjung. Sedangkan menurut istilah adalah tindakan mengunjungi orang yang sudah meninggal seraya untuk mendoakan. Adapun tujuan ziarah kubur sendiri adalah untuk mengingatkan kita tentang kematian. Adapun orang yang mau mengingat kematian adalah salah satu ciri-ciri orang yang cerdik.

Sebagai mana pada hadist yang di riwayatkan oleh At Tabrani sebagi berikut : "Aku (umar) pernah menghadap Rasulullah Saw sebagai orang yang  ke sepuluh yang datang, lalu salah satu kaum Anshor bediri seraya bertanya : "Wahai Nabi Allah, siapakah orang yang paling cerdik dan paling tegas? "Beliau menjawab, "(adalah) mereka yang banyak mengingat kematian dan paling siap menghadapinya. Mereka itulah manusia-manusia cerdas. Mereka pergi (mati) dengan harga di di dunia dan kemulian akhirat." (H.R At Tabrani di sahihkan al-Munzir)

Pada masa awal Islam, Rasullah SAW memang melarang umat Islam untuk melakukan ziarah kubur, karena khawatir umat Islam akan menyembah kuburan. Setelah akidah umat Islam kuat, dan tidak ada kekhawatiran untuk berbuat syirik, Rasullah SAW membolehkan para sahabatnya untuk melakukan ziarah kubur. Rasullah SAW bersabda :

عَنْ بُرَيْدَةَ قَالَ رَسُوْلُ اللهِ : قَدْ كُنْتُ نَهَيْتُكُمْ عَنْ زِيَارَتِ اْلقُبُوْرِ فَقَدْ أُذِنَ لِمُحَمَّدٍ فِى زِيَارَةِ قَبْرِ أُمّهِ فَزُوْرُوْهَا فَإِنَّهَا تُذَ كِّرُ اْلَاخِرَةَ ( رواه الترمذى , . ٩٧ )
“Dari Buraidah, ia bekata, Rasullah SAW bersabda, “Saya pernah melarang kamu berziarah kubur. Tapi sekarang, Muhammad telah diberi izin untuk berziarah ke makam ibunya. Maka sekarang, berziarahlah! Karena perbuatan itu dapat mengingatkan kamu pada akhirat”. (HR. Al-Tirmidzi[970]).

Kemudian kaitannya dengan hadits Nabi yang secara tegas menyatakan larangan perempuan berziarah kubur :

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ أَنَّ رَسُوْلَ اللهِ : لَعَنَ زَوَّارَاتِ الْقُبُوْرِ ( رواه احمد, ٨۰٩٥)
“Dari Abu Hurairah RA bahwa sesungguhnya Rasullah SAW melaknat wanita yang berziarah kubur”. (HR. Ahmad [8095]).

Menyikapi hadits ini ulama menyatakan bahwa larangan iu telah dicabut menjadi sebuah kebolehan berziarah baik bagi laki-laki dan perempuan. Imam al-Tarmidzi menyebutkan dalam kitab al-Sunan :
“Sebagian Ahli ilmu mengatakan bahwa hadits itu diucapkan sebelum Nabi SAW membolehkan untuk melakukan ziarah kubur. Setelah Rasullah SAW membolehkannya, laki-laki dan perempuan tercakup dalam kebolehan itu”. (Sunan al-Tirmidzi, [976]).

Ketika berziarah, seseorang dianjurkan untuk membaca al-Qur’an atau lainnya. Sebagaimana sabda Rasullah SAW :

عَنْ مَعْقِلِ بْنِ يَسَارٍ قَاَلَ . قَالَ رَسُوْلُ اللهِ : اِقْرَؤْوْا عَلَى مَوْتِا كُمْ يَسٍ (رواه أبو داود, ٢٧١٤)
“Dari Ma’qil bin Yasar, ia berkata, Rasullah SAW bersabda, “Bacalah surat Yasin pada orang-orang mati di antara kamu”. (HR. Abu Dawud [2714]).

 Dalam kitab Nahjal Al-Balghah hl.394-396 di sebutkan sebuah hadist yang artinya :

"Rasulullah ziarah ke makam syuhada' (orang-orang yang mati syahid) dalam perang uhud dan makam keluarga Baqi' beliau (rasulullah) mengucapkan salam dan mendoakan mereka atas amal-amal yang telah mereka kerjakan." (H.R Muslim dan Ibnu Majah)

Sedangkan dalam kitab Ianatut Thalibin juz II hlm.142 juga di jelaskan yang artinya :

Hadist riwayat Hakim yang di riwaytkan Abu Hurairah, Rasulullah Saw bersabda : "Siapa ziarah ke makam orang tuanya setiap hari jumat, Allah pasti akan mengampuni dosa-dosanya dan mencatat sebagai bukti baktinya kepada orang tua."

Dalil-dalil ini membuktikan bahwa ziarah kubur itu memang dianjurkan. Terlebih jika yang di ziarahi itu adalah makam para wali dan orang shaleh. Ibnu Hajar al-Haitami pernah ditanya tentang berziarah ke makam para wali pada waktu tertentu dengan melakukan perjalanan khusus ke makam mereka. Beliau menjawab : berziarah ke makam wali adalah ibadah yang disunnahkan. Demikan pula dengan perjalanan ke makam mereka”. (Al –Fatwa al-Kubra, Juz II, Hal 24).

Berziarah ke makam wali dan orang-orang shaleh telah menjadi tradisi para ulama salaf. Di antaranya adalah Imam al-Syafi’i mencontohkan berziarah ke makam Laits bin Sa’ad dan membaca al-Qur’an sampai khatam di sana (al-Dzakhirah al-Tsaminah, hal. 64). Bahkan diceritakan bahwa Imam Syafi’i jika ada hajat, setiap hari beliau berziarah ke makam Imam Abu Hanifah. Seperti pengakuan beliau dalam riwayat yang shahih :

“Dari Ali bin Maimun, berkata : “Aku mendengar Imam al-Syafi’i berkata, “Aku selalu bertabarruk dengan Abu Hanifah dan berziarah mendatangi makamnya setiap hari. Apabila aku memiliki hajat, maka aku shalat dua raka’at, lalu mendatangi makam beliau, dan aku mohon hajat itu kepada Allah SWT di sisi makamnya, sehingga tidak lama kemudian hajatku terkabul”. (Tarikh Baghdad, Juz 1, hal. 123).

Demikianlah mengenai hukum ziarah kubur dan dalilnya yang bisa anda ketahui, dan dengan ziarah kubur juga bisa meningkatkan keimanan kita kepada Allah Swt. Semoga bermanfaat






February 10, 2018

7 amalan rasulullah yang harus dijaga

Amalan sunnah yaitu amalan yang yang apabila di lakukan mendapatkan pahala dan apabila di tinggalkan tidak mendapatkan apa-apa atau tidak berdosa.

Alangkah lebih sempurnanya iman dan ketaqwaan seseorang apbila ia gemar melakukan amalan-amalan sunnah. Setiap manusia bahkan telah mengetahui bahwasanya Allah menyuruh kepada manusia untuk senantiasa berbuat baik atau beramal saleh.

Sebenarnya ada banyak amalan-amalan atau kebiasaan yang di lakukan Rasulullah setiap harinya, akan tetapi di sini kami hanya akan membahas bebrapa saja yang menurut para jumhur ulama adalah amalan-amalan yang lebih utama di bandingkan amalan yang lainya.
Adapun kebiasaan-kebiasaan rasulullah yang dilakukan setiap hari dan bahkan yang patut kita contoh adalah sebagai berikut :

1. Merutinkan shalat tahajud
Shalat tahajud sendiri adalah shalat yang dilakukan pada waktu sepertiga malam, dan lebih utamanya jika di lakukan  setelah bangun tidur. Adapun rakaat atau bilangan dari shalat tahajud paling minim yaitu 2 rakaat dan maksimalnya tidak ada batasan. Rasulullah sangat menganjurkan shalat tahajud, bahkan diantara shalat sunnah yang lainya shalat tahajud kedudukanya lebih utama. Dan pada waktu sepertiga malam adalah waktu-waktu yang bagus untuk kita berdoa kepada Allah Swt.

2. Shalat duha

Nabi SAW bersabda :
“Pada pagi hari setiap persendiankalian di wajibkan sedekah, dan setiap ucapan tasbih itu bernilai satu sedekah, setiap bacaan tahmid itu sedekah, satu ucapan tahlil bernialai satu sedekah, satu ucapan takbir bernialai satu sedekah, memerintah yang mak’ruf satu seekah, mencegah yang munkar satu sedekah, dan semua itu bisa di ganti dengan dua rakaat shalat duha.” (HR Muslim)
3. Shalat berjamaah

Siapa yang tidak tahu pahala dari shalat berjamaah, Rasulullah bersabda bahwasanya shalat berjamaah pahalanya lebih besar atau 27 derajat dari shalat sendirian.

4. Shalat rawatib

Shalat rawatib sendiri adalah shalat yang mengiringi shalat fardhu, atau biasa di sebut dengan shalat sunnah qabliyah dan shalat sunnah ba’diyah.

Dalam sebuah hadis disebutkan :
“Tidaklah seorang hamba melakukan shalat sunah dengan ikhlas setiap hari sebanyak 12 rakaat melainkan Allah pasti akan membangunkan rumah di syurga.” (HR Muslim)

5. Membaca Al-quran

Membaca Al-quran adalah merupakan dzikir terbaik yang akan mendatangkan banyak kebaikan bagi yang membacanya. Bahkan satu huruf dalam Al-quran pahalanya 10 kali lipat. Bahkan janji Rasulullah bahwa orang yang gemar membaca Al-quran, besok di hari akhir Al-quran akan memberi syafaat kepada setiap pembacanya.

6. Menjaga kondisi agar tetap suci

Mengenai tentang suci ini, Rasulullah pernah bersabda “Siapa yang berwudhu dan membaguskan wudhunya, maka kesalahanya akan keluar dari jasadnya, bahkan akan keluar dari ujung kukunya”. (HR Muslim)

7. Melanggengkan istighfar

Barang siapa yang gemar membaca istigfar maka dosanya akan di hapus oleh Allah SWT.

Itulah bebrapa amalan-pamalan sunah yang setiap hari Rasulullah kerjakn dan patut kita contoh dalam kehidupan setiap hari. Dan semoga bermanfaat bagi para pembaca. Wassalam..

December 8, 2017

6 Etika Berhubungan badan Dalam Islam

Saahabat muslim yang dimuliakan Allah. Agama islam merupakan agama yang sangat manusiawi, karena sesuai dengan fitrah manusia. Dalam agama Islam semua macam aspek kehidupan manusia setiap harinya sudah dejelaskansecara baik dan komplit tentunya. Tetapi semua itu kembali pada manusianya sendiri, apakah mau mempelajarinya atau tidak. Salah satunya adalah berhubungan intim, yang dalam hal ini sudah dijelaskan pula dalam Islam dan sudah diatur mengenai adab dan tata caranya secara detail, baik itu sebelum melakukan hubungan intima tau sesudahnya.Ini dia 6 tata cara berhubungan intim yang perlu diketahui oleh orang Islam, terutama yang sudah menikah ataupun yang belum. Dengan menerapkan tata cara ini tentunya hubungan intim yang dilakukan oleh masing-masing pasangan  tidak hanya memenuhi kebutuhan seksual semata, tetapi juga akan bernilai di sisi Allah Swt dan tentunya melaksanakan sunah-sunah Rasulullah Saw.
Adapun 6 tata cara hubungan intim tersebut adalah sebagai berikut :

1.Bersuci terlebih dahulu
Setiap manusia memang sudah fitrahnya menyukai tentang kebersihan. Tetapi kebersihan yang diinginkan manusia tidak hanya tentang kebersihan secara fisik saja, tetapi juga tentang kebersihan jasmani dan rohani. Begitu pula ketika berhubungan intim kebersihan badan perlu diperhatikan sebelum berhubungan intim. Dianjurkan pula sebelum melakukan hubungan intim membersihkan kebutuhan fisik, contohnya : mandi, sikat gigi dan lain sebagainya. Tetapi tidak hanya kebutuhan fisik saja dalam islam juga dianjurkan untuk terlebih dahulu berwudhu, karena dengan wudhu akan bisa menenangkan hati dan jiwa kita senantiasa terjaga kesucianya.

2.Shalat 2 rakaat
Mejalankan shalat 2 rakaat sebelum berhubungan intim merupan hal yang dianjurkan dalam Islam untuk setiap pasangnaya. Anjuran ini terutama untuk pengantin baru atau orang yang pertama kali akan melakukan hubungan intim. Sebagaiman yang telah dijelaskan dalam atsar sahabat Abdullah bin Ma’ud Radiyallahu’ Anhu yang menasihati kepada setiap pengantin baru untuk melakukan shalat 2 rakaat terlebih dahulu sebelum melakukan hubungan intim ketika malam pertama.

3.Berdandan  bagi kedua pasangan
Salah satu kondisi yang membuat pasangnya akan menjadi lebih terangsang adalah dimana pasangnya terlihat lebih cantik dan menarik. Begitupun dengan wanita akan lebih menyukai pasangnya yang lebih bersih dan menarik tentunya. Adapun sebaik-sebaik isteri adalah yang mampu menggairahkan pasangnya.

4.Hubungan intim ditempat yang tertutup
Dalam hal ini Islam sangant menganjurkan kepada setiap pasangnya ketika ingin melakukan hubungan ditempat yang tertutup. Ruangan tersebut harus tidak boleh kelihatan oleh orang lain tanpa terkecuali, walaupun itu keluarga bahkan anaknya sendiri. Selain untuk menjaga kehormatan setiap pasangan juga agar tidak menimbulkan dosa karena terlihat aurat oleh orang lain. Dan sunahnya lagi ketika berhubungan intim harus memakai tutup atau selimut agar tidak seperti hewan melata.

5.Mencuci kemaluan dan berwudhu jika mau mengulangi lagi
Kebanyakan manusia tidak jarang setelah melakukan hubungan intim yang pertama dan sudah ejakulasi, pria kembali naik syahwatnya hal ini wajar saja dan tidak ada larangnya. Namun sebelum memulainya lagi cucilah kemaluan terlebih dahulu dan berwudhu. Sebagaiman sabda Rasulullah Saw dalam sebuah hadisnya :
“jika salah satu diantara kalian mendatangi isterinya, lalu ingin mengulangi lagi maka hendaklah berwudhu”.  (HR. Muslim)

6.Mandi besar (Jinabat)
Yang terakhir ini adalah bila mana sesudah melakukan hubungan intim maka mandi besar adalah setiap keharusan bagi suami maupun isteri. Bahkan merupak kewajiban yang harus dilakukan setiap pasangnya setelah melakukan hubungan intim.

Itulah bebrapa tata cara hubungan intim dalam Islam yang perlu diketahui oleh setiap muslim, dan tentunya bisa menerapkan ketika mau berhubungan intim. Semoga bermanfaat dan mohon maaf bila ada kesalahan itu datangnya dari saya sendiri dan bila ada kebenaran semata-mata hanya milik Allah Swt.

Wallahu Alam Bisowab