August 5, 2019

Inilah Hukum Tidur Setelah Subuh Menurut Para Ulama



Tidur merupakan salah satu aktivitas atau kebutuhan yang sangat penting bagi kebutuhan manusia dengan tujuan untuk mengistirahtakan jiwa dan raga manusia. Namun dalam pandangan Islam ada beberapa waktu yang dilarang untuk tidur salah satunya adalah tidur setelah sholat subuh.


Tidur setelah subuh memang hal yang sudah biasa dilakukan kebanyakan orang, tidak hanya di dalam negeri saja di luar negeri pun banyak orang yang tidur setelah subuh.


Kemudian yang menjadi petanyaan mengapa tidur setelah subuh tidak diperbolehkan?


Tidur setelah subuh hukumnya makruh karena waktu tersebut adalah saat dibagikannya rizki maka tidak baik tidur waktu itu. Ibnu abbas pernah melihat seorang anaknya yang tidur setelah subuh, beliau berkata : "Bangunkah, apakah engkau tidur di saat rizki dibagikan di dalamnya." Dari sebagian tabi'in mengatakan bahwa sesungguhnya bumi berteriak karena tidurnya orang alim setelah sholat subuh, hal itu disebabkan waktu tsb adalah waktu untuk mencari rizki dan berjalan di dalamnya secara syara' dan adat kebiasaan menurut orang-orang yang berakal.

Sebagaimana Nabi Saw berdoa kepada Allah dan memohon agar umatnya diberikan rezeki di pagi hari. Sebagaimana dalam hadist nabi berikut ini.
  
"Yaa Allah berkahilah ummatku di waktu paginya." (HR Abu Dawud)


Tidur sendiri dibagi menjadi 5 macam.

ﺍﻟﻨﻮﻡ ﺧﻤﺴﺔ ﺍﻧﻮﺍﻉ ﺍﻟﻌﻴﻠﻮﻟﺔ ﻭﻫﻮ ﺍﻟﻨﻮﻡ ﺑﻌﺪ ﺍﻟﻔﺠﺮ ﻳﻮﺭﺙ ﺍﻟﻐﻔﻠﺔﻭﺍﻟﻐﻴﻠﻮﻟﺔ ﻭﻫﻮ ﺍﻟﻨﻮﻡ ﻭﻗﺖ ﺍﻟﻀﺤﻰ ﻳﻮﺭﺙ ﺍﻟﻔﻘﺮ ﻭﺍﻟﻘﻴﻠﻮﻟﺔ ﻭﻫﻮ ﺍﻟﻨﻮﻡ ﻭﻗﺖ ﺍﻻﺳﺘﻮﺍﺀ ﻳﻮﺭﺙ ﺍﻟﻐﻨﻰ ﻭﺍﻟﻜﻴﻠﻮﻟﺔ ﻭﻫﻮ ﺍﻟﻨﻮﻡ ﺑﻌﺪ ﺍﻟﻌﺼﺮ ﻳﻮﺭﺙ ﺍﻟﺠﻨﻮﻥ ﻭﺍﻟﻔﻴﻠﻮﻟﺔ ﻭﻫﻮ ﺍﻟﻨﻮﻡ ﺑﻌﺪ ﺍﻟﻤﻐﺮﻳﺐ ﻳﻮﺭﺙ ﺍﻟﻔﺘﻨﺔ
1. 'Ailulah yaitu tidur setelah fajar, bisa mewariskan lupa.
2. Ghoilulah yaitu tidur di waktu dhuha, bisa mewariskan faqir
3. Qoilulah yaitu tidur di waktu istiwa', bisa mewariskan kaya
4. Kailulah yaitu tidur setelah 'ashar, bisa mewariskan gila
5. Failulah yaitu tidur setelah maghrib, bisa mewariskan fitnah

Dalam hadisnya Umar : "Berhati-hatilah kalian dari tidur di waktu pagi, karena bisa menyebabkan banyaknya uap yang menutupi otak, memutuskan pernikahan dan mengkeringkan tabi'at."

Disamping bisa menghambar rezeki, tidur di waktu pagi atau setelah subuh juga bisa mengganggu kesehatan manusia. Mengapa demikian? Karena tidur di waktu pagi ternyata bisa membuat tubuh menjadi lemas dan juga menimbulkan tidak semangat, sehingga menyebabkan berbagai macam penyakit.

Ibnu Qayyim rahimahuallah pernah berkata : "Banyak tidur dapat menyebabkan lalai dan malas-malasan. Banyak tidur ada yang termasuk dilarang dan ada pula yang dapat menimbulkan bahaya bagi badan. Tidur pagi juga menyebabkan berbagai penyakit badan, diantaranya adalah lemah syahwat." (Zaadul ma'ad, 4/22)

Dan jika ditinjau dari segi medis, tidur diwaktu pagi setelah subuh ternyata juga kurang menyehatkan badan. Pasalnya hal ini tergolong sebagai pola hidup yang tidak sehat dan dapat mengganggu metabolisme tubuh manusia.

Namun jika orang malam harinya begadang dan tidak sempat tidur, maka disarankan kalau mau tidur sebaiknya setelah matahari terbit yaitu sekitar jam 6 pagi sampai jam 7 pagi.

Kitab syarah mandzumatul adab (2/355) karya syeikh muhammad bin ahmad as safarini:

ﻣﻄﻠﺐ : ﻓﻲ ﻛﺮﺍﻫﺔ ﺍﻟﻨﻮﻡ ﺑﻌﺪ ﺍﻟﻔﺠﺮ ﻭﺍﻟﻌﺼﺮ : ﻭﻧﻮﻣﻚ ﺑﻌﺪ ﺍﻟﻔﺠﺮ ﻭﺍﻟﻌﺼﺮ ﺃﻭ ﻋﻠﻰ ﻗﻔﺎﻙ ﻭﺭﻓﻊ ﺍﻟﺮﺟﻞ ﻓﻮﻕ ﺃﺧﺘﻬﺎ ﺍﻣﺪﺩ ‏( ﻭ ‏) ﻳﻜﺮﻩ ‏( ﻧﻮﻣﻚ ‏) ﺃﻳﻬﺎ ﺍﻟﻤﻜﻠﻒ ‏( ﺑﻌﺪ ‏) ﺻﻼﺓ ‏( ﺍﻟﻔﺠﺮ ‏) ﻷﻧﻬﺎ ﺳﺎﻋﺔ ﺗﻘﺴﻢ ﻓﻴﻬﺎ ﺍﻷﺭﺯﺍﻕ ﻓﻼ ﻳﻨﺒﻐﻲ ﺍﻟﻨﻮﻡ ﻓﻴﻬﺎ ، ﻓﺈﻥ ﺍﺑﻦ ﻋﺒﺎﺱ ﺭﺿﻲ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻨﻬﻤﺎ ﺭﺃﻯ ﺍﺑﻨﺎ ﻟﻪ ﻧﺎﺋﻤﺎ ﻧﻮﻣﺔ ﺍﻟﺼﺒﺤﺔ ﻓﻘﺎﻝ ﻟﻪ : ﻗﻢ ﺃﺗﻨﺎﻡ ﻓﻲ ﺍﻟﺴﺎﻋﺔ ﺍﻟﺘﻲ ﺗﻘﺴﻢ ﻓﻴﻬﺎ ﺍﻷﺭﺯﺍﻕ .
ﻭﻋﻦ ﺑﻌﺾ ﺍﻟﺘﺎﺑﻌﻴﻦ ﺃﻥ ﺍﻷﺭﺽ ﺗﻌﺞ ﻣﻦ ﻧﻮﻡ ﺍﻟﻌﺎﻟﻢ ﺑﻌﺪ ﺻﻼﺓ ﺍﻟﻔﺠﺮ ، ﻭﺫﻟﻚ ﻷﻧﻪ ﻭﻗﺖ ﻃﻠﺐ ﺍﻟﺮﺯﻕ ﻭﺍﻟﺴﻌﻲ ﻓﻴﻪ ﺷﺮﻋﺎ ﻭﻋﺮﻓﺎ ﻋﻨﺪ ﺍﻟﻌﻘﻼﺀ . ﻭﻓﻲ ﺍﻟﺤﺪﻳﺚ } ﺍﻟﻠﻬﻢ ﺑﺎﺭﻙ ﻷﻣﺘﻲ ﻓﻲ ﺑﻜﻮﺭﻫﺎ { .
ﻭﻓﻲ ﻏﺮﻳﺐ ﺃﺑﻲ ﻋﺒﻴﺪ ﻗﺎﻝ : ﻭﻓﻲ ﺣﺪﻳﺚ ﻋﻤﺮ ﺭﺿﻲ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻨﻪ } ﺇﻳﺎﻙ ﻭﻧﻮﻣﺔ ﺍﻟﻐﺪﺍﺓ ﻓﺈﻧﻬﺎ ﻣﺒﺨﺮﺓ ﻣﺠﻔﺮﺓ ﻣﺠﻌﺮﺓ { ﻗﺎﻝ : ﻭﻣﻌﻨﻰ ﻣﺒﺨﺮﺓ ﺗﺰﻳﺪ ﻓﻲ ﺍﻟﺒﺨﺎﺭ ﻭﺗﻐﻠﻈﻪ . ﻭﻣﺠﻔﺮﺓ ﻗﺎﻃﻌﺔ ﻟﻠﻨﻜﺎﺡ . ﻭﻣﺠﻌﺮﺓ ﻣﻴﺒﺴﺔ ﻟﻠﻄﺒﻴﻌﺔ
" .

Demikian mengenai hukum tidur setelag subuh. Dan kita sebagi umat Islam hendaknya jangan tidut di waktu pagi atau setelah subuh, dikarenakan bisa mencegah datangnya rezeki dan menggangu kesehatan tubuh manusia.

Waallahu a'lam

August 4, 2019

Wasiat Abah Guru Sekumpul Agar Anak Tidak Tersesat

Abah Guru Sekumpul mempunyai nama lengkap KH. Ahmad ZainiAbdul Ghani (1942-2005) adalah seorang ulama besar dan sosok yang kharismatik yang berasal dari Banjar Kalimantan. Abah Guru Sekumpul sendiri merupakan ulama' yang masih ada ikatan dzuriyah dnegan Rasulullah, beliau mendidik masyarakatdengan sangat santun, sejuk dan mendamaikan hati. Masa hidup beliau dihabiskan untuk mengabdi di masyarakat dan megajar anak-anak. Beliau sangat disayangi oleh masyarkat sekitar.

Kepada muridnya, Abah Guru Sekumpul selalu menngajak agar tidak tersesat. Beliau selalu menuntun murid dan para masyarakat sekitar menuju ajaran-ajaran Nabi Muhammad Saw. Terkait masalah pendidikan beliau berpesan kepada para orang tua. Wasiat Abah Guru Sekumpul sendiri di dasari dengan nilai-nilai rohani dengan tujuan agar anak-anak memegang aqidah ajaran agama Islam.

Berikut ini waiat Abah Guru Sekumpul agar anak tidak tersesat.

1. Jangan Sering di Buat Menangis

Karena kalau anak itu sering menangis atau sedih, otaknya akan sempit ( tidak mau pintar ) buatlah dia ( anak anak kita ) selalu gembira.

 2. Anak Kecil Itu Seperti Wali

( tidak pernah berbuat berdosa )Lalu kenapa dia ( anak anak kita ) sering sakit ...???

Sebab dia memikul dosa orang tuanya( ayah dan ibu ) yang belum bertaubat kepada Allah SWT.Bisa karena dosa yang disengaja atau yang tidak kita sadari dan jangan sampai kita termasuk orang tua yang TEGA terhadap anak kita sendiri.

Jika seperti itu, Sebaiknya kita segera bertaubat kepada Allah SWT dan banyak banyak mengingat Allah SWT ( Istighfar ).

3. Jangan Sering di Puji Dengan Pujian yang Berlebihan

Karena kalau sering di puji akan membuat anak kita akan menjadi sombong atau besar kepala.

Tips Agar Anak Kita Menjadi Orang Alim

1. Carilah pekerjaan yg halal ( berkah )

2. Arahkan anak-anak ke sekolah agama,

Carikan guru yang jelas, karena anak anak kita tentunya akan mengikuti gurunya.

3. Jagalah makanannya yg benar-benar halal.

4. Carikan pergaulan dgn teman-teman yg baik.

5. Kenalkan dan cintakan serta bawa anak-anak kita ke orang-orang sholeh/alim.

Demikian pesan  Guru Sekumpul, mudahan mudahan manfaat untuk kita semua. Dan semoga kita dan anak keturunan kita menjadi anak anak yang alim, sholeh dan sholehah dikumpukan di akhirat bersama Nabi Muhammad s.a.w, ulama' dan auliya'.

August 3, 2019

Hukum Menikahi Sepupu Dalam Pandangan Islam


Pernikahan adalah suatu amalan sunnah Rasululah Saw. Bahkan hukum nikah bisa menjadi wajib dikarenakan berbagai alasan. Umat Islam sendiri sangat dianjurkan untuk melakukan pernikahan karena tujuan utama dari pernikahan tersebut adalah untuk memperbanyak keturunan. Namun dalam ajaran agama Islam tidak semua perempuan bisa kita nikahi sesuai dengan keinginan kita.

Allah Swt sesungguhnya telah mengharamkan kita untuk menikahi wanita yang memiliki mahram dengan kita. Hal ini dijelaskan dalam firman Allah surat An-Nisa ayat 23 berikut ini.

حُرِّمَتْ عَلَيْكُمْ أُمَّهَاتُكُمْ وَبَنَاتُكُمْ وَأَخَوَاتُكُمْ وَعَمَّاتُكُمْ وَخَالَاتُكُمْ وَبَنَاتُ الْأَخِ وَبَنَاتُ الْأُخْتِ وَأُمَّهَاتُكُمُ اللَّاتِي أَرْضَعْنَكُمْ وَأَخَوَاتُكُمْ مِنَ الرَّضَاعَةِ وَأُمَّهَاتُ نِسَائِكُمْ وَرَبَائِبُكُمُ اللَّاتِي فِي حُجُورِكُمْ مِنْ نِسَائِكُمُ اللَّاتِي دَخَلْتُمْ بِهِنَّ فَإِنْ لَمْ تَكُونُوا دَخَلْتُمْ بِهِنَّ فَلَا جُنَاحَ عَلَيْكُمْ وَحَلَائِلُ أَبْنَائِكُمُ الَّذِينَ مِنْ أَصْلَابِكُمْ وَأَنْ تَجْمَعُوا بَيْنَ الْأُخْتَيْنِ إِلَّا مَا قَدْ سَلَفَ ۗ إِنَّ اللَّهَ كَانَ غَفُورًا رَحِيمًا

Artinya :
"Diharamkan atas kamu (mengawini) ibu-ibumu, anak-anakmu yang perempuan, saudara-saudaramu yang perempuan, saudara-saudara bapakmu yang perempuan, saudara-saudara ibumu yang perempuan, anak-anak perempuan dari saudara-saudaramu yang laki-laki, anak-anak perempuan dari saudaramu yang laki-laki, ibu-ibu istrimu (mertua), anak-anak istrimu yang dalam pemeliharaanmu dar istri yang telah kamu campuri, tetpai jika kamu belum campur dengan istrimu itu (dan sudah kamu ceraikan), maka tidak berdosa kamu mengawininya. Dan diharamkan bagimu istri-istri anak kandungan (menantu), dan menghimpunkan (dakam perkawinan) dua perempuan yang bersaudara, kecuali yang telah terjadi pada masa lampau. Sesunggunya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang." (An-Nisa' : 23)
Diharamkan atas kamu (mengawini) ibu-ibumu; anak-anakmu yang perempuan; saudara-saudaramu yang perempuan, saudara-saudara bapakmu yang perempuan; saudara-saudara ibumu yang perempuan; anak-anak perempuan dari saudara-saudaramu yang laki-laki; anak-anak perempuan dari saudara-saudaramu yang perempuan; ibu-ibumu yang menyusui kamu; saudara perempuan sepersusuan; ibu-ibu isterimu (mertua); anak-anak isterimu yang dalam pemeliharaanmu dari isteri yang telah kamu campuri, tetapi jika kamu belum campur dengan isterimu itu (dan sudah kamu ceraikan), maka tidak berdosa kamu mengawininya; (dan diharamkan bagimu) isteri-isteri anak kandungmu (menantu); dan menghimpunkan (dalam perkawinan) dua perempuan yang bersaudara, kecuali yang telah terjadi pada masa lampau; sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

Referensi: https://tafsirweb.com/1555-surat-an-nisa-ayat-23.html
Diharamkan atas kamu (mengawini) ibu-ibumu; anak-anakmu yang perempuan; saudara-saudaramu yang perempuan, saudara-saudara bapakmu yang perempuan; saudara-saudara ibumu yang perempuan; anak-anak perempuan dari saudara-saudaramu yang laki-laki; anak-anak perempuan dari saudara-saudaramu yang perempuan; ibu-ibumu yang menyusui kamu; saudara perempuan sepersusuan; ibu-ibu isterimu (mertua); anak-anak isterimu yang dalam pemeliharaanmu dari isteri yang telah kamu campuri, tetapi jika kamu belum campur dengan isterimu itu (dan sudah kamu ceraikan), maka tidak berdosa kamu mengawininya; (dan diharamkan bagimu) isteri-isteri anak kandungmu (menantu); dan menghimpunkan (dalam perkawinan) dua perempuan yang bersaudara, kecuali yang telah terjadi pada masa lampau; sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

Referensi: https://tafsirweb.com/1555-surat-an-nisa-ayat-23.html

Diharamkan atas kamu (mengawini) ibu-ibumu; anak-anakmu yang perempuan; saudara-saudaramu yang perempuan, saudara-saudara bapakmu yang perempuan; saudara-saudara ibumu yang perempuan; anak-anak perempuan dari saudara-saudaramu yang laki-laki; anak-anak perempuan dari saudara-saudaramu yang perempuan; ibu-ibumu yang menyusui kamu; saudara perempuan sepersusuan; ibu-ibu isterimu (mertua); anak-anak isterimu yang dalam pemeliharaanmu dari isteri yang telah kamu campuri, tetapi jika kamu belum campur dengan isterimu itu (dan sudah kamu ceraikan), maka tidak berdosa kamu mengawininya; (dan diharamkan bagimu) isteri-isteri anak kandungmu (menantu); dan menghimpunkan (dalam perkawinan) dua perempuan yang bersaudara, kecuali yang telah terjadi pada masa lampau; sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

Referensi: https://tafsirweb.com/1555-surat-an-nisa-ayat-23.html
Diharamkan atas kamu (mengawini) ibu-ibumu; anak-anakmu yang perempuan; saudara-saudaramu yang perempuan, saudara-saudara bapakmu yang perempuan; saudara-saudara ibumu yang perempuan; anak-anak perempuan dari saudara-saudaramu yang laki-laki; anak-anak perempuan dari saudara-saudaramu yang perempuan; ibu-ibumu yang menyusui kamu; saudara perempuan sepersusuan; ibu-ibu isterimu (mertua); anak-anak isterimu yang dalam pemeliharaanmu dari isteri yang telah kamu campuri, tetapi jika kamu belum campur dengan isterimu itu (dan sudah kamu ceraikan), maka tidak berdosa kamu mengawininya; (dan diharamkan bagimu) isteri-isteri anak kandungmu (menantu); dan menghimpunkan (dalam perkawinan) dua perempuan yang bersaudara, kecuali yang telah terjadi pada masa lampau; sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

Referensi: https://tafsirweb.com/1555-surat-an-nisa-ayat-23.html
Diharamkan atas kamu (mengawini) ibu-ibumu; anak-anakmu yang perempuan; saudara-saudaramu yang perempuan, saudara-saudara bapakmu yang perempuan; saudara-saudara ibumu yang perempuan; anak-anak perempuan dari saudara-saudaramu yang laki-laki; anak-anak perempuan dari saudara-saudaramu yang perempuan; ibu-ibumu yang menyusui kamu; saudara perempuan sepersusuan; ibu-ibu isterimu (mertua); anak-anak isterimu yang dalam pemeliharaanmu dari isteri yang telah kamu campuri, tetapi jika kamu belum campur dengan isterimu itu (dan sudah kamu ceraikan), maka tidak berdosa kamu mengawininya; (dan diharamkan bagimu) isteri-isteri anak kandungmu (menantu); dan menghimpunkan (dalam perkawinan) dua perempuan yang bersaudara, kecuali yang telah terjadi pada masa lampau; sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

Referensi: https://tafsirweb.com/1555-surat-an-nisa-ayat-23.html
Pada pada ayat tersebut Allah menyebutkan ada beberapa wanita yang tidak boleh (haram) untuk dinikahi oleh seorang laki-laki, dikarenakan status mereka adalah mahram (orang yang haram untuk dinikahi).

Ada 2 pendapat terkait hukum menikahi sepupu.

1. Makruh

Yaitu menikah dengan qarabah qaribah atau famili dekat seperti sepupu. Jika masih 1 mbah artinya masih dihitung famili dekat.

2. Mubah

Yaitu menikah dengan qaribah ba’idah atau famili jauh, serta ajnabiyah atau orang lain yang tidak ada hubungan famili dengan kita. 1 buyut sudah boleh dihitung famili jauh.

Dalam Islam, menikah dengan sepupu boleh dan halal karena sepupu bukan bagian dari orang yang haram dinikahi. Dalam Alquran surat Alahzab ayat 50; Allah berfirman;

يَا أَيُّهَا النَّبِيُّ إِنَّا أَحْلَلْنَا لَكَ أَزْوَاجَكَ اللَّاتِي آتَيْتَ أُجُورَهُنَّ وَمَا مَلَكَتْ يَمِينُكَ مِمَّا أَفَاءَ اللَّهُ عَلَيْكَ وَبَنَاتِ عَمِّكَ وَبَنَاتِ عَمَّاتِكَ وَبَنَاتِ خَالِكَ وَبَنَاتِ خَالاتِكَ

Artinya :
"Wahai Nabi, sesungguhnya Kami telah menghalalkan bagimu isteri-isterimu yang telah kamu berikan mas kawinnya dan hamba sahaya yang kamu miliki dari apa yang kamu peroleh dalam peperangan yang dikaruniakan Allah untukmu, dan (demikian pula) anak-anak perempuan dari saudara laki-laki bapakmu, anak-anak perempuan dari saudara perempuan bapakmu, anak-anak perempuan dari saudara laki-laki ibumu dan anak-anak perempuan dari saudara perempuan ibumu.” 

Meskipun boleh dan halal menikah dengan sepupu, namun ulama Syafiiyah menyarankan agar menghindari menikah dengan sepupu. Karena itu mereka menghukuminya makruh. Dalam kitab Alwasith dan Ihya’ Ulumuddin, Imam al-Ghazali mencantumkan perkataan Sayidina Umar;

لَا تَنْكِحُوْا اْلقَرَابَةَ اْلقَرِيْبَةَ فَأِنَ اْلوَلَد يُخْلَقُ ضَاوِيًا
Artinya :
"Jangan kalian menikahi famili dekat karena akan menyebabkan lahir anak yang lemah.” 


Adapun yang dimaksud famili dekat adalah anak paman atau bibi baik dari jalur bapak atau ibu seperti disebutkan dalam surat Alahzab ayat 50 di atas. Sedangkan selain itu sudah dikatakan famili jauh.



Itulah mengenai pembahasan tentang hukum menikahi sepupu dalam padangan islam. Namun untuk ikhtiyat (berhati-hati) jika kamu pernah menyukai sepupu anda janganlah sampai benar-benar dinikahi karena ini termasuk kedalam hukum yang makruh. Dan alangkah lebih baikanya perbuatan makruh tersebut ditinggal. Semoga bermanfaat

August 2, 2019

Lafadz Doa Sebelum Adzan yang Bisa Anda Amalkan

Adzan meruapakan salah satu tanda bagi umat Islam agar untuk segera mengakhiri segala aktivitas dan bergegas untuk menjalankan ibadah sholat fardhu 5 waktu. Adzan juga disebut sebagai tanda masuknya waktu shola.

Setiap sehari semalam pasti sebagai umat muslim selalu mendengar adzan yang dikumandangakn di tiap masjid atau mushola. Bagaimana tidak? Dalam segari saja adzan dikumandangakn sebanyak 5 kali, ini dalam satu masjid saja. Bahkan tiap waktu adzan terus dikumandangkan diseluruh penjuru dunia khususnya bagi yang beragama Islam.
Nabi Muhammad sendiri pernah bersabda, bahwa dengan kita mendengarkan adzan dan juga menjawab ketika adzan dikumandangkan sesuai dengan cara yang sudah diberlakukan, maka ia akan dijanjikan syurga baginya.

Adzan sendiri dulu pada zaman Rasulullah juga sebagai tanda sebuah ikrar kemenangan, disamping itu juga untuk memperkuat ukhuwah saat melakukan peperangan. Salah satunya adalah ketika ada peristiwa Fathul Mekkah (kemenangan kota mekkah) dan pada waktu itu untuk pertama kainya mekkah dikuasai oleh umat muslim. Dan saat itu pula Rasulullah mengutus Bilal bin Rabbah untuk naik ke ka'bah dan mengumandangkan adzan.

Adzan sendiri tidak hanya di dengar oleh manusia saja, bahkan makhluk lain seperti hewan, tumbuhan bahkan jin pun mendengar adzan. Sebagaimana dalam hadist berikut ini.

 "Tidaklah adzan didengar oleh jin, manusia, batu dan phon, kecuali mereka akan bersaksi untuknya." (HR Abu Ya'la)

Setelah kita mengetahui tentang makna adzan ternyata juga ada sebuah doa yang perlu diketahui dan dibaca ketika mengumandangkan adzan. Seperti salah satunya adalah doa sebelum adazan. Namun mungkin anda baru mendengar mengenai doa sebelum adzan. Memang tidak semuanya orang membaca doa ketika sebelum adzan, namun untuk masyarakat yang berhaluan Ahlusunnah Waljama'aah biasanya membaca doa gtersebut.

Bacaan Doa Sebelum Adzan

Saat sebelum mengumandangkan adzan ada baiknya seorang muadzin membaca doa sebelum adzan terlebih dahulu.

سُبْحَانَ اللّـهِ وَالْحَمْدُ لِلّهِ وَلآ اِلهَ اِلَّ اللّهُ وَاللّهُ اكْبَر, وَلآ حَوْلَ وَلآ قٌوّةَ اِلّا بِآللّهِ العَلِئىُّ العَظِيْمِ, اللهُمَّ صَلّ وسَلِمْ عَلى سَيِدِنَا مُحَمَّدٍ اللّهُ يَا كَرِيْمُ

Doa Latin

Subhanallah walhamdulillah wala illallah wallahu akbar, walahaulawala Quwwata illabilla hil aliyil adzim, Allahumma shalli wa sallim ala sayyidina Muhammad Ya Kariim

Bacaan doa tersebut adalah merupakan bacaan sholawat dan pujian terhadap Allah Swt. Memang tidak ada anjuran atau hadist yang menerangkan doa sebelum adzan ini. Namun apa salahnya jika kita lakukan selagi tidak melanggar syariat agama Islam.

Demikianlah mengenai doa sebelum adzan yang bisa anda baca dan amalkan sebelum mengumandangkan adzan. Dengan membaca doa ini harapanya agar mampu menjadikan seseorang yang hendak mengumandangkan adzan (Muadzin) akan diridhai niat baiknya oleh Allah Swt.


August 1, 2019

Inilah Bacaan Doa Untuk Orang yang Sakit Parah

Setiap orang pasti pernah mengalami yang namanya sakit, entah itu mulai dari sakit yang tidak terlalu parah bahkan ada sampai yang parah dan untuk sembuh terkadang memerlukan waktu yang cukup lama. Sakit sendiri merupakan bagian dari taqdir Allah Swt kepada setiap hambanya. Namun tentunya tidak ada orang yang mau merasakan sakit, karena dengan adanya sakit badan menjadi tidak nyaman.
Dalam Islam sendiri sakit merupakan bentuk ujian yang diberikan oleh Allah kepada setiap makhluknya. Maka dari pada itu ketika kita mendapat cobaan sakit, sebaiknya terimalah dengan rasa ikhlas dan penuh rasa sabar apa yang telah dikaruniakan oleh Allah kepada kita, yang mana dalam hal ini dikaruniai cobaan sakit.

Namun ketika anda terkena sakit tidak ko pasrah saja kepada Allah, kita harus ikhtiar agar sakit tersebut bisa hilang yaitu dengan cara berobat. Allah Swt sendiri menyatakan dalam Al Quran bahwa ketika kita terkena sakit maka berobatlah. Hal ini sebagaimana dalam sebuah hadist yang diriwayatkan dari Abu Sa'id al-Khudri dan terdapat dalam riwayat Imam Bukhari dalam kitab shahihnya, beliau mengatakan :


ما يصيب المسلمُ من نَصَبٍ ولَا وصَبٍ ولَا همٍّ ولَا حُزْنٍ ولَا أَذى ولَا غَمٍّ حتّى الشَّوْكَةَ يُشَاكُّهَا إلّا كفَّرَ اللهُ بِهَا مِنْ خَطَايَاهُ

Artinya :
"Apa yang dialami seorang muslim berupa keletihan, sakit, kekhawatiran, kesedihan, kesakitan, kegundahan, bahkan jarum yang menusuk dirinya, melainkan itu semua adalah cara Allah menghapuskan dosa-dosa-Nya." (HR Bukhari)

Namun bagaimana jika ada orang yang sakit sudah lama dan sudah parah yang mana tak juga kunjung sembuh?

Sebagai seorang muslim ketika ada saudara kita yang sedang mengalami sakit maka hendaknya mendoakan agar diberikan takdir yang baik menurut Allah dan semoga orang yang sedang sakit tersebut diberikan kesabaran dan ketabahan dalam menghadapinya.

Nabi Muhammad Saw sendiri pernah memberikan wejangan kepada umatnya agar membaca doa ketika melihat orang yang ditimpa kesakitan.

Hadist ini juga terdapat dalam kitab karya Imam Nawawi yang berjudul al-Adzkar (seputar doa-doa). Hadist tersebut diriwayatkan oleh Abu Hurairah ra dan masuk kedalam hadist yang dikumpulkan oleh Imam Tirmidzi dalam kitab sunnah-Nya.

مَنْ رَأى مُبْتلًى فقَالَ: الْحَمْدُ لِلّهِ الّذِيْ عَافَانِيْ مِمَّا ابْتَلَاكَ بِهِ وَفَضَّلَنِيْ عَلى كَثِيْرٍ مِمَّنْ خَلَقَ تَفْضِيْلًا

Artinya :
"Siapa yaang melihat orang yang terkena bala (sakit atau bencana) maka ucapkanlah : "Segala puji bagi Allah yang telah membeuatku sehat dan terhindar dari cobaan yang Engkau berikan, dan membuatku lebih baik dari banyak orang yang Engkau sudah ciptakan dalam keadaan baik."

Doa Buat Orang yang Sakit Parah Agar Cepat Sembuh

Inilah bacaan doa untuk orang yang mengalami sakit parah yang mana sesuai sunnah yang biosa anda amalkan ketika sedang menjenguk orang sakit atau sedang mengalami rasa kesakitan. Dengan mengamalkan doa ini disamping meminta kesembuhan juga meminta agar mendapat perlindungan dari Allah atas segala keburukan yang ada.

Berikut ini doa yang bisa anda baca.

اللَّهُمَّ رَبَّ النَّاسِ أَذْهِبِ الْبَأْسَ وَاشْفِهُ وأَنْتَ الشَّافِي لاَ شِفَآءَ إِلاَّ شِفَاؤُكَ شِفَاءً لاَ يُغَادِرُ سَقَمًا

"Allahumma rabbannaasi adzhibil ba'sa wasy fihu. Wa antas syaafi, laa syifaa-a illa syifaauka, syifaa-an laa yughaadiri saqomaa"

Artinya :
"Ya Allah, hilangkanlah kesusahan dan berilah kesembuhan, Engkau Zat yang maha menyembuhkan. Tidak ada kesembuhan kecuali dari-Mu, kesembuhan yang tidak meninggalkan penyakit lain."

Itulah doa yang bisa anda baca dan amalkan ketika mengetahui ada orang yang sudah sakit parah atau sedang lemah tak berdaya. Disamping itu juga imbangilah dengan amal baik, dan semoga dengan doa tersebut menjadi sebuah wasilah (jalan) sebagai pengobat rasa sakit yang ditimpa. Selain doa tersebut juga bisa menjadi doa buat orang yang sakit jiwa  atau sakit pikiran.